Ahmad Fauzi
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Asuh 24 Jam Pesantren: Strategi Pengembangan Afektif dan Pembentukan Karakter Mandiri Santri Chandra Nuruliana; Ahmad Fauzi; Hunainah Hunainah; Fandy Adpen Lazzavietamsi
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i3.6491

Abstract

Pendidikan Islam menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pola asuh di Pondok Pesantren Daar El Qolam dan dampaknya terhadap perkembangan ranah afektif (sikap, nilai, dan emosi) santri. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui observasi langsung dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh 24 jam di pesantren sangat efektif dan terintegrasi, direalisasikan melalui beberapa komponen utama: (1) Penanaman Disiplin Tinggi melalui jadwal harian ketat (seperti bangun dini hari dan salat berjamaah) yang menumbuhkan sikap cekatan; (2) Pelatihan Kemandirian yang menuntut santri mengurus kebutuhan pribadi untuk menghilangkan ketergantungan; (3) Pengembangan Nilai dan Kepercayaan Diri melalui kajian kitab dan latihan berbicara (muhadhoroh), di mana unsur keteladanan ditekankan dengan mengharuskan santri mengamalkan apa yang disampaikan; (4) Penanaman Sikap Sosial melalui kehidupan berasrama yang melatih santri memahami karakter sesama; serta (5) Penerapan Tata Tertib dan Sanksi sebagai instrumen regulasi emosi dan ketertiban. Pola asuh terpadu ini, yang juga didukung oleh pengembangan bakat dan minat (seperti kesenian dan olahraga) yang dilakukan secara sukarela, terbukti menghasilkan perubahan signifikan dan positif pada perkembangan afektif santri. Kesimpulan dari kajian ini adalah bahwa sistem pola asuh pesantren berperan vital dalam membentuk generasi yang tidak hanya disiplin dan mandiri, tetapi juga memiliki karakter, stabilitas emosi, dan kesiapan sosial untuk hidup bermasyarakat.
Evaluasi Pendidikan Agama Islam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Ahmad Fauzi; Jihaduddin Akbar Auladi; Enung Nugraha; Umi Kultsum
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i3.6525

Abstract

Evaluasi pendidikan islam adalah menuangkan fikiran tentang penilaian dalam proses belajar mengajar yang mempunyai tujuan dan fungsi untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau tidaknya tujuan pendidikan islam dengan seluruh komponen yang terlibat di dalamnya dalam mencapai tujuan pendidikan yang dicita-citakan. Evaluasi khususnya dunia persekolahan. Bagi siswa yaitu memuaskan dan tidak memuaskan, sedangkan bagi guru dapat mengetahui siswa-siswa mana yang sudah menguasai atau yang belum menguasai pelajarannya. Demikian juga penggunaan metode yang tepat. Jika perolehan nilai dari siswa memperoleh angka di bawah kriteria ketuntasan minimun, maka boleh jadi penyebabnya adalah pendekatan atau metode yang kurang tepat. Sedangkan bagi sekolah adalah menciptakan kondisi belajar sebagai cerminan sekolah yang berkualitas. Pembahasan pada penelitian ini menggunakan metode Analisis isi (content analysis), yaitu penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa, serta menganalisis semua bentuk komunikasi. Data yang dihimpun dalam penelitian ini diperoleh dari penelitian perpustakaan (library research). Semua data dalam pembahasan ini terdiri dari buku-buku filsafat, pendidikan islam dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tema, serta informasi yang relevan. Maka dari itu evaluasi yang ideal adalah evaluasi yang dilakukan oleh evaluator yang memahami konsep evaluasi dan perkembangan siswa. Sehingga pengukuran, penilaian, pemberian test sampai pada akhir evaluasi dan tindakan lanjut akan tepat sasaran sehingga output dari evaluasi akan memberikan dampak yang positif bagi pembelajaran. Evaluasi pendidikan agama Islam yang ideal adalah evaluasi yang tidak hanya melihat kognitif siswa dalam pembelajaran namun juga melihat spritual siswa dalam beribadah kepada Allah Swt sehingga tercipta manusia yang berakhlakul karimah dan cerdas dalam berwawasan.