Enung Nugraha
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA SIRKUIT LINGKARAN UNTUK MEMUDAHKAN SISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP VOLUME KUBUS DAN BALOK Seri Susmayati; Enung Nugraha; Wida Rachmiati
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 11 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.921 KB) | DOI: 10.32678/primary.v11i1.1291

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk media pembelajaran sirkuit lingkaran untuk membantu pembelajaran matematika pokok bahasan konsep volume kubus dan balok di kelas V SD/MI. Metode penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan (R&D) dari Borg and Gall dengan 5 langkah, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) pengembangan produk, (3) uji validasi, (4) revisi produk dan (5) uji coba produk yang melibatkan 20 peserta didik sebagai partisipan dan para ahli (media dan materi) untuk menilai kelayakan media pembelajaran. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu kuantitatif dan kualitatif, melalui observasi, wawancara, instrumen angket dan catatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa media pembelajaran sirkuit lingkaran dinyatakan layak dengan presentase penilaian dari ahli media 82% dan presentase dari ahli materi 81% yang menunjukkan klasifikasi “Baik” dari penilaian uji kelayakan oleh ahli media dan materi. Serta hasil penilaian uji coba produk yang dilakukan kepada siswa melalui angket mendapat butir pertanyaan presentase tertinggi yaitu mencapai 90% termasuk kategori “Sangat Baik”. Disimpulkan bahwa media pembelajaran sirkuit lingkaran pada materi konsep volume kubus dan balok di Kelas V SD/MI berdasarkan kurikulum 2013 layak digunakan untuk membantu proses kegiatan pembelajaran di kelas.
Metode Supervisi Behavior Aap Siti Ulyani; Agus Gunawan; Enung Nugraha
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i2.515

Abstract

The behavioral supervision model refers to a framework that focuses attention on the behavior or actions seen in teaching activities. Behavioral supervision aims to provide constructive guidance to educators so they are able to develop more effective teaching skills. This research is qualitative research with a literature study approach. The research design used by researchers is a descriptive research design. Data were analyzed using interactive model analysis. Miles and Huberman said that this model analysis consists of three components, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing, carried out in an interactive form through a cyclical data collection process. Data sources, both primary and secondary, are obtained from books and journals related to supervised behavior. Behavioral Supervision emphasizes the importance of direct observation of teacher actions and behavior in the teaching context. This helps identify strengths and weaknesses that can be improved. This supervision process not only recognizes deficiencies, but provides constructive feedback. The focus is on helping teachers improve their teaching skills and strategies. Behavior Supervision is directed at teacher professional development. Teachers are encouraged to engage in self-development activities to improve the quality of their teaching.  
Modernization of Islamic Education in Indonesia Karel A Steenbrink's Perspective Systematic Literature Review Euis Asyiah; Bayu Pramono; Supianto; Enung Nugraha
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1707

Abstract

This research aims to review the Modernization of Islamic Education in Indonesia, the challenges, and how the modernization of Islamic Education develops. The method used in this study is a literature review, the data of which was obtained by reviewing several database sites, namely Google Scholar. The study results show that traditional educational institutions such as Islamic boarding schools that initially only taught religious knowledge have opened themselves up by carrying out general education for students. However, the dualism of the Ministry of Religion and the Ministry of Education is a problem that must be solved. The researcher argues that these two institutions must synergize well and have synchronization in terms of education policies. Kiyai, who became a teacher in the traditional era, now has to collaborate with modern teachers to build a modern Islamic education civilization. The existence of kiyai and teachers is not to be separated but must be synergized to create better competencies (knowledge, skills, and attitude) in the young generation of Islam.
Evaluasi Pendidikan Agama Islam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Ahmad Fauzi; Jihaduddin Akbar Auladi; Enung Nugraha; Umi Kultsum
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i3.6525

Abstract

Evaluasi pendidikan islam adalah menuangkan fikiran tentang penilaian dalam proses belajar mengajar yang mempunyai tujuan dan fungsi untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau tidaknya tujuan pendidikan islam dengan seluruh komponen yang terlibat di dalamnya dalam mencapai tujuan pendidikan yang dicita-citakan. Evaluasi khususnya dunia persekolahan. Bagi siswa yaitu memuaskan dan tidak memuaskan, sedangkan bagi guru dapat mengetahui siswa-siswa mana yang sudah menguasai atau yang belum menguasai pelajarannya. Demikian juga penggunaan metode yang tepat. Jika perolehan nilai dari siswa memperoleh angka di bawah kriteria ketuntasan minimun, maka boleh jadi penyebabnya adalah pendekatan atau metode yang kurang tepat. Sedangkan bagi sekolah adalah menciptakan kondisi belajar sebagai cerminan sekolah yang berkualitas. Pembahasan pada penelitian ini menggunakan metode Analisis isi (content analysis), yaitu penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa, serta menganalisis semua bentuk komunikasi. Data yang dihimpun dalam penelitian ini diperoleh dari penelitian perpustakaan (library research). Semua data dalam pembahasan ini terdiri dari buku-buku filsafat, pendidikan islam dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tema, serta informasi yang relevan. Maka dari itu evaluasi yang ideal adalah evaluasi yang dilakukan oleh evaluator yang memahami konsep evaluasi dan perkembangan siswa. Sehingga pengukuran, penilaian, pemberian test sampai pada akhir evaluasi dan tindakan lanjut akan tepat sasaran sehingga output dari evaluasi akan memberikan dampak yang positif bagi pembelajaran. Evaluasi pendidikan agama Islam yang ideal adalah evaluasi yang tidak hanya melihat kognitif siswa dalam pembelajaran namun juga melihat spritual siswa dalam beribadah kepada Allah Swt sehingga tercipta manusia yang berakhlakul karimah dan cerdas dalam berwawasan.
EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS DEEP LEARNING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Danu Niti Baskara; Falahudin; Fitri Hilmiyati; Enung Nugraha
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9104

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Deep Learning-based evaluation in Islamic Religious Education (PAI) at the junior high school level within the framework of the Merdeka Curriculum. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through classroom observation, in-depth interviews, and document analysis involving Islamic education teachers, students, and school administrators. The findings reveal that the principles of Deep Learning have been incorporated into PAI learning through reflective, contextual, and spiritually grounded activities. Teachers act not only as instructors but also as reflective facilitators who guide students to comprehend, internalize, and apply Islamic values in their daily lives. The evaluation process has shifted from traditional assessment toward authentic assessment, such as reflective journals, religious practice projects, and behavioral observations. However, the affective and spiritual aspects of learning assessment remain underdeveloped due to limited instruments and teachers’ lack of understanding of holistic evaluation. This study recommends continuous professional development programs for Islamic education teachers to enhance their competence in designing value-based and spiritually oriented assessment tools. The implementation of Deep Learning in PAI learning is expected to strengthen students’ religious awareness, Islamic character, and spiritual intelligence in a comprehensive and sustainable manner.