Reading is a form of communication, both intrapersonal (with oneself) and interpersonal (with others). This study aims to enhance students’ reading abilities through the use of flash card learning media. The research method employed was Classroom Action Research (CAR), carried out in two cycles, with each cycle consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 26 students of class III A at SDN 032 Tarakan in the 2024/2025 academic year. Data collection techniques included observation, testing, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative approaches by calculating the percentage of learning success. The results of teacher activity observations in Cycle I reached 50% (low category), which improved to 75% (high category) in Cycle II. Meanwhile, student activity observations in Cycle I reached 81.55% (high category), increasing to 89.60% in Cycle II. Reading test results in Cycle I showed that 65.40% of students were at the independent reading level, 15.40% at the developing level, and 19.20% required guidance. In Cycle II, the percentage of students at the independent reading level rose to 80.80%, while those at the developing and guided reading levels decreased to 11.50% and 7.70%, respectively.Membaca merupakan salah satu bentuk komunikasi, baik intrapersonal (dengan diri sendiri) maupun interpersonal (dengan orang lain). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan menggunakan media pembelajaran flash card. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III A SDN 032 Tarakan tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase keberhasilan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I sebesar 50% dengan kategori rendah, sehingga dilanjutkan pada siklus II menjadi 75% dengan kategori tinggi. Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu sebesar 81,55% dengan kategori tinggi, kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 89,60% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tes membaca yang dilakukan pada siklus 1, siswa yang berada pada level membaca mandiri dengan persentase 65,40%, pada level membaca berkembang dengan persentase 15,40%, dan level membaca perlu bimbingan dengan persentase 19,20%. Sedangkan pada siklus II, siswa yang berada pada level membaca mandiri meningkat menjadi 80,80%, di level membaca berkembang mengalami penurunan dengan persentase 11,50%, dan pada level membaca perlu bimbingan juga mengalami penurunan dengan persentase 7,70%.