Desma Dzuriansyah
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problematika Implementasi Pembelajaran Digital di Sekolah Dasar Desma Dzuriansyah; Suci Permatasari; Tira Sari Dewi; Suhartono Suhartono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107472

Abstract

Education is the spearhead in building a better future. Through education, it is hoped that the quality of human resources can be improved, character building can be enhanced, and the nation can be advanced, so that it is able to compete in the global arena. The development of technology in this era of globalization is very rapid because human needs are also increasing. The use of technology in education can be seen in the facilities and infrastructure used in learning, learning systems, learning resources, learning methods used, education management systems, and assessment results. However, in its implementation, digital-based learning still faces challenges in terms of teachers, students, and facilities and infrastructure. This study uses a qualitative approach through a literature review method. The purpose of this method is to conduct an in-depth analysis of various scientific literature related to the challenges of implementing digital learning in elementary schools. The data sources consist of national and international scientific journals, academic reference books, policy documents, and relevant research reports. Data collection techniques were conducted through systematic searches using online databases. The research findings indicate that digital-based learning has a positive impact in terms of broad access to information; however, its implementation faces several challenges in education, such as: technological access gaps; digital divides; teacher readiness; and low digital literacy and digital competencies. Solutions that can be implemented include providing equitable access to technology, improving digital literacy, involving parents in supervision, limiting technology in a healthy manner, and providing digital security education for students, teachers, and parents.Pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik, meningkatkan kualitasbsumber daya manusia, dan karakter bangsa. Teknologi berperan penting dalam pendidikan, tetapi masih ada problematika dalam penerapan pembelajaran digital terkait guru, siswa, dan fasilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengkaji secara mendalam berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan problematika implementasi pembelajaran digital di Sekolah Dasar. Sumber data terdiri dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku referensi akademik, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis menggunakan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesis literatur atau sumber yang relevan lainnya. Kriteria subjek dalam penelitian ini fokusnya adalah guru yang mengalami problematika dalam menerapkan pembelajaran digital di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis digital memberikan dampak positif dalam hal akses informasi yang luas, namun dalam penerapannya terdapat beberapa problematika yang menjadi tantangan dalam pendidikan seperti: kesenjangan akses teknologi; kesenjangan digital; kesiapan guru, serta rendahnya literasi digital dan kompetensi digital. Solusi yang dapat diterapkan meliputi penyediaan akses teknologi yang merata, peningkatan literasi digital, keterlibatan orang tua dalam pengawasan, pembatasan teknologi secara sehat, serta edukasi keamanan digital untuk siswa, guru, dan orang tua.
Analisis Miskonsepsi terhadap Pembelajaran IPA pada Siswa Sekolah Dasar Desma Dzuriansyah; Moh Salimi; Suhartono Suhartono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107250

Abstract

Science is an inseparable part of human life and continues to develop along with the progress of the times. In the 21st century, the rapid development of science and technology, especially in the field of information and communication, requires students to have complex skills. In science learning itself, conceptual understanding is very important because it is the basis for students to connect various concepts logically and systematically. Conversely, errors in understanding concepts can lead to misconceptions. Misconceptions are a person's conception that is not in accordance with the scientific concept recognized by experts. This study was conducted to determine the misconceptions that occur in grade IV elementary school students. This study uses a qualitative descriptive approach. The techniques used in data collection are observation, interviews. This study involved sources, namely grade IV homeroom teachers. The results of the study include showing the implementation, theory and practitioners. From the three indicators, it can be concluded that overcoming misconceptions among students requires collaboration between teachers, students, and parents, as well as the use of technology and various learning resources. Teachers must be proactive in correcting misconceptions and creating a learning environment that supports correct understanding. Sains merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan terus berkembang seiring kemajuan zaman. Di abad 21, pesatnya perkembngan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dibidang infromasi dan komunikasi menuntut siswa harus memiliki keterampilan yang kompleks. Dalam pembelajaran sains sendiri, pemahaman konseptual sangat penting karena mnejadi dasar bagi siswa dalam menghubungkan berbagi konsep secara logis dan sistematis. Sebaliknya, kesalahan dalam memahami konsep dapat menimbulkan miskonsepsi. Miskonsepsi adalah suatu konsepsi seseorang yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah yang diakui para ahli. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa kelas IV Sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara. Penelitian ini melibatkan narasumber yakni wali kelas IV. Hasil penelitian memperlihatkan tentang penerapan, teori dan praktisi. Dari ketiga indikator tersebut, dapat disimpulkan untuk mengatasi miskonsepsi di kalangan siswa memerlukan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua, serta pemanfaatan teknologi dan sumber belajar yang beragam. Guru harus proaktif dalam meluruskan miskonsepsi dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pemahaman yang benar. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah miskonsepsi IPA pada siswa kelas IV SD disebabkan oleh beberapa faktor, dan guru dapat mengatasinya melalui interaksi dan diskusi. Guru menggunakan contoh nyata dan media interaktif serta melibatkan orang tua. Kolaborasi dengan guru lain dan sumber belajar berbagai penting untuk meningkatkan pemahaman.