Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis Kalimat Aksara Jawa Legena Melalui Model Pembelajaran Quantum Teaching Berbantuan Multimedia Suci Permatasari; Ngatman Ngatman; Kartika Chrysti Suryandari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.88864

Abstract

Aksara Jawa merupakan salah satu materi Bahasa Jawa yang wajib diajarkan di jenjang Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan langkah-langkah model pembelajaran Quantuam Teaching berbantuan multimedia dalam upaya peningkatan keterampilan membaca dan menulis kalimat aksara Jawa legena, (2) meningkatkan keterampilan membaca dan menulis kalimat aksara Jawa legena melalui model pembelajaran Quantuam Teaching berbantuan multimedia, (3) mendeskripsikan respon siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan model Quantuam Teaching berbantuan multimedia. Penelitian tindakan kelas kolaboratif ini dilaksanakan selama tiga siklus, 5 kali pertemuan dengan subjek penelitian siswa dan guru kelas III SD Negeri 1 Kalibagor. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data teknik tes dan nontes. Hasil penelitian menunjukkan ketepatan penerapan langkah-langkah model pembelajaran Quantum Teaching berbantuan multimedia, peningkatan keterampilan membaca dan menulis kalimat aksara Jawa legena, yaitu siswa mampu membaca dan melafalkan serta menuliskan aksara Jawa legena dengan jelas, rapi, dan sesuai dengan bunyi aksara, serta respon positif yang ditunjukkan siswa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching berbantuan multimedia. Kesimpulan penelitian ini, yaitu model pembelajaran Quantum Teaching berbantuan multimedia dapat meningkatkan keterampilan membaca dan menulis kalimat aksara Jawa legena pada siswa kelas III SD Negeri 1 Kalibagor tahun ajaran 2023/2024. 
Persepsi Guru di Sekolah Dasar terhadap Pembelajaran Deep Learning Suci Permatasari; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Ratna Hidayah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107464

Abstract

Deep Learning is a learning approach that emphasizes meaningful, mindful learning experiences and focuses on deep understanding, thus enabling learners not only to memorize, but to internalize knowledge meaningfully. This study involved class teachers at SD Muhammadiyah Bugel, Panjatan District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region, which aims to explore teachers' perceptions of the implementation of Deep Learning. The type of research used is qualitative research with observation and interview methods. The subjects of this research are class teachers at SD Muhammadiyah Bugel. The instruments used were observation and interview guidelines designed to explore the perceptions, experiences, and challenges faced by teachers in implementing Deep Learning. Data analysis used thematic analysis with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers of SD Muhammadiyah Bugel have a positive view of the Deep Learning approach that can improve the quality of education and know and can implement the Deep Learning approach in learning. However, in its implementation, there are still challenges, including teachers who have not participated in Deep Learning training, limited digital literacy, and limited facilities to support Deep Learning. This study concludes that teachers at SD Muhammadiyah Bugel have a positive perception of Deep Learning in improving the quality of learning in the era of digital transformation supported by continuous training, increasing digital literacy, and strengthening a conducive learning ecosystem. This study recommends the need for intensive and continuous training for teachers on the implementation of Deep Learning in elementary schools and the development of digital facilities and infrastructure in schools.Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman belajar bermakna, penuh kesadaran dan berfokus pada pemahaman mendalam, sehingga memungkinkan peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu menginternalisasikan pengetahuan secara bermakna. Penelitian ini melibatkan guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran Deep Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel. Istrumen yang digunakan berupa dedoman observasi dan pedoman wawancara yang dirancang untuk menggali persepsi, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran Deep Learning. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SD Muhammadiyah Bugel memiliki pandangan positif terhadap pendekatan Deep Learning yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta mengetahui dan dapat mengimplementasikan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. Namun, pada pengimplementasiannya masih terdapat tantangan, diantaranya terdapat guru yang belum mengikuti pelatihan pembelajaran Deep Learning, keterbatasan literasi digital, serta keterbatasan fasilitas untuk mendukung pembelajaran Deep Learning. Kajian ini menyimpulkan bahwa guru di SD Muhammadiyah Bugel memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Deep Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era transformasi digital dengan didukung oleh pelatihan yang berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan intensif dan berkelanjutan bagi guru tentang implementasi pembelajaran Deep Learning di sekolah dasar dan pengembangan sarana dan prasarana digital di sekolah.
Problematika Implementasi Pembelajaran Digital di Sekolah Dasar Desma Dzuriansyah; Suci Permatasari; Tira Sari Dewi; Suhartono Suhartono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107472

Abstract

Education is the spearhead in building a better future. Through education, it is hoped that the quality of human resources can be improved, character building can be enhanced, and the nation can be advanced, so that it is able to compete in the global arena. The development of technology in this era of globalization is very rapid because human needs are also increasing. The use of technology in education can be seen in the facilities and infrastructure used in learning, learning systems, learning resources, learning methods used, education management systems, and assessment results. However, in its implementation, digital-based learning still faces challenges in terms of teachers, students, and facilities and infrastructure. This study uses a qualitative approach through a literature review method. The purpose of this method is to conduct an in-depth analysis of various scientific literature related to the challenges of implementing digital learning in elementary schools. The data sources consist of national and international scientific journals, academic reference books, policy documents, and relevant research reports. Data collection techniques were conducted through systematic searches using online databases. The research findings indicate that digital-based learning has a positive impact in terms of broad access to information; however, its implementation faces several challenges in education, such as: technological access gaps; digital divides; teacher readiness; and low digital literacy and digital competencies. Solutions that can be implemented include providing equitable access to technology, improving digital literacy, involving parents in supervision, limiting technology in a healthy manner, and providing digital security education for students, teachers, and parents.Pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik, meningkatkan kualitasbsumber daya manusia, dan karakter bangsa. Teknologi berperan penting dalam pendidikan, tetapi masih ada problematika dalam penerapan pembelajaran digital terkait guru, siswa, dan fasilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengkaji secara mendalam berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan problematika implementasi pembelajaran digital di Sekolah Dasar. Sumber data terdiri dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku referensi akademik, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis menggunakan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesis literatur atau sumber yang relevan lainnya. Kriteria subjek dalam penelitian ini fokusnya adalah guru yang mengalami problematika dalam menerapkan pembelajaran digital di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis digital memberikan dampak positif dalam hal akses informasi yang luas, namun dalam penerapannya terdapat beberapa problematika yang menjadi tantangan dalam pendidikan seperti: kesenjangan akses teknologi; kesenjangan digital; kesiapan guru, serta rendahnya literasi digital dan kompetensi digital. Solusi yang dapat diterapkan meliputi penyediaan akses teknologi yang merata, peningkatan literasi digital, keterlibatan orang tua dalam pengawasan, pembatasan teknologi secara sehat, serta edukasi keamanan digital untuk siswa, guru, dan orang tua.