Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Akreditasi di Sekolah Menengah Pertama Siti Kariah; Raden Bambang Sumarsono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105334

Abstract

Kepala sekolah memiliki peran sentral sebagai kepala institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi sebagai administrator namun juga menjadi agen perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui akreditasi di SMPN 6 Tana Tidung. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan jenis penelitian berupa penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini data didapatkan melalui teknik wawancara secara mendalam, observasi partisipatif dan analisis dokumen dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan staf pendudung. Hasil penelitian menunjukkan jika di SMPN 6 Tana Tidung kepala sekolah berhasil menerapkan empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual, sehingga meningkatkan profesionalisme guru, kualitas pembelajaran, dan pemenuhan standar nasional pendidikan. Dari penerapan kepemimpinan transformasional, ditemui tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, dan beban administrasi. Adapun solusi yang ditawarkan yaitu evaluasi mutu berkala, keterlibatan pemangku kepentingan, dan pelatihan guru dijalankan untuk mengatasi hambatan tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam mendukung mutu pendidikan dan hasil akreditasi secara berkelanjutan.
Pengaruh Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah dan Intensitas Kepengawasan Terhadap Kualitas Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Siti Kariah; Juharyanto; Ahmad Nurabadi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dan intensitas kepengawasan terhadap kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Populasi penelitian mencakup seluruh guru SMP negeri dan swasta di Kabupaten Tana Tidung dengan jumlah sampel sebanyak 121 responden yang ditentukan melalui teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berskala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui uji outer loading, average variance extracted (AVE), dan composite reliability (CR). Analisis data dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 3.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,47 (t-statistik = 6,32; p-value < 0,001); (2) intensitas kepengawasan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,39 (t-statistik = 5,21; p-value < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,63 menunjukkan bahwa kedua variabel bebas memberikan kontribusi sebesar 63% terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, sedangkan sisanya 37% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin kuat kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dan semakin intens pelaksanaan pengawasan akademik, maka semakin tinggi pula kualitas pembelajaran yang tercapai di satuan pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran serta penguatan fungsi kepengawasan akademik perlu menjadi prioritas dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama.