Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Literasi Digital untuk Menguatkan Kesadaran Keamanan Data pada Masyarakat Pedesaan di Desa Tobek Godang Ali Hamsar; Asyahri Hadi Nasyuha
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i1.1306

Abstract

Desa Tobek Godang di Binawidya tengah mengalami transformasi digital dalam bidang administrasi desa, pemasaran produk UMKM, dan komunikasi melalui media sosial. Namun, keterbatasan literasi digital masyarakat, khususnya terkait keamanan data, menimbulkan kerentanan terhadap pencurian identitas, penyalahgunaan informasi, serta serangan siber. Kondisi ini menunjukkan pentingnya intervensi pendidikan yang berfokus pada peningkatan kesadaran dan keterampilan perlindungan data. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman digital dengan menekankan praktik perlindungan informasi yang sederhana namun efektif. Pelaksanaan program dilakukan selama tiga bulan, melibatkan 50 peserta yang terdiri dari aparat desa dan pelaku UMKM. Metode yang digunakan mencakup observasi awal, lokakarya interaktif, simulasi praktik keamanan digital, dan pendampingan intensif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan keamanan digital sebesar 45%, dengan 82% peserta berhasil mempraktikkan penggunaan kata sandi yang kuat, pemasangan perangkat lunak keamanan, serta penerapan perilaku daring yang lebih bijak.Program ini juga menghasilkan luaran nyata berupa modul pelatihan, manual teknis, serta video edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Kesimpulannya, pendekatan berbasis pelatihan partisipatif terbukti efektif meningkatkan literasi keamanan digital masyarakat desa. Direkomendasikan agar model ini diadaptasi oleh desa lain sebagai upaya sistematis untuk memperkuat ketahanan komunitas di era digital.
Peningkatan Kualitas Citra Bencana Banjir Malam Hari Menggunakan CLAHE Berbasis Web Takyudin; Jonni Adi Putra; Ali Hamsar; Hamdi Indra
Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol. 14 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Informatika, Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jstie.v14i2.31696

Abstract

Pengambilan gambar bencana banjir dimalam hari mengakibatkan hasil visual tidak memadai karena kondisi pencahayaan rendah dan kontras citra yang minim, sehingga detail visual sulit diamati. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis web yang dapat meningkatkan kualitas citra banjir malam hari menggunakan metode Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE). Metode CLAHE diterapkan pada kanal luminansi ruang warna LAB untuk meningkatkan kontras lokal tanpa meningkatkan noise secara berlebihan. Aplikasi dikembangkan menggunakan framework Streamlit agar mudah diakses dan digunakan oleh pengguna umum. Evaluasi kualitas citra dilakukan secara visual dan kuantitatif menggunakan parameter Peak Signal to Noise Ratio (PSNR), Structural Similarity Index (SSIM), dan entropy. Berdasarkan hasil pengujian terhadap lima citra banjir malam hari, diperoleh nilai PSNR pada rentang 17,04–20,56 dB dan nilai SSIM antara 0,74–0,85, yang menunjukkan bahwa struktur citra tetap terjaga setelah pemrosesan. Selain itu, nilai entropy mengalami peningkatan pada seluruh citra uji, dari kisaran 6,14–7,48 sebelum pemrosesan menjadi 6,96–7,79 setelah penerapan CLAHE, yang mengindikasikan distribusi intensitas citra yang lebih merata. Pengujian fungsional menggunakan metode black box menunjukkan bahwa seluruh fitur aplikasi berjalan sesuai dengan kebutuhan sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi berbasis web dengan metode CLAHE efektif untuk meningkatkan kualitas citra bencana banjir malam hari.
Implementasi Deep Learning untuk Deteksi Tanda Waqf Al-Quran : Studi Kasus dengan YOLOv11 Takyudin; Aland Polma Naek Sihombing; Jonni Adi Putra; Ali Hamsar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.232

Abstract

Abstrak - Tanda waqaf dalam Al-Qur’an memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan makna ayat yang dibaca. Kesalahan dalam memahami tanda ini dapat menyebabkan perubahan makna yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi otomatis tanda waqaf menggunakan algoritma deep learning YOLOv11. Dataset berupa 112 gambar mushaf yang berisi 819 anotasi dari 7 jenis tanda waqaf dikumpulkan dan dianotasi secara manual menggunakan Roboflow. Augmentasi data diterapkan untuk meningkatkan keragaman visual dataset, dilanjutkan dengan pelatihan model YOLOv11 pada platform yang sama. Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan metrik precision, recall, dan mean Average Precision (mAP). Hasilnya menunjukkan model memiliki nilai precision sebesar 0.97, recall sebesar 0.42, mAP@0.5 sebesar 0.54, dan mAP@0.5:0.95 sebesar 0.28. Meskipun tingkat presisi tinggi, masih terdapat tantangan dalam meningkatkan kemampuan model mendeteksi seluruh objek yang ada. Penelitian ini berkontribusi dalam bidang pengenalan pola berbasis kecerdasan buatan, khususnya untuk mendukung digitalisasi Al-Qur’an. Sistem yang dikembangkan juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif bagi santri, pengajar, maupun masyarakat umum dalam memahami kaidah tajwid secara lebih praktis. Dengan pengembangan lanjutan, sistem ini berpotensi diintegrasikan ke aplikasi pembelajaran berbasis mobile atau web sehingga dapat menjangkau pengguna secara lebih luas. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan dasar penting bagi inovasi teknologi pendidikan Al-Qur’an berbasis AI. Kata kunci : Deep Learning; Tanda Waqaf; YOLOv11; Deteksi Objek; Al-Qur’an Digital; Abstract - Waqf signs in the Qur'an play a crucial role in preserving the integrity of the verses' meaning during recitation. Misinterpreting these signs can lead to significant changes in meaning. This study aims to develop an automatic waqf sign detection system using the YOLOv11 deep learning algorithm. A dataset of 112 mushaf images containing 819 annotations across 7 types of waqf signs was collected and manually labeled using Roboflow. Data augmentation was applied to enhance visual diversity, followed by model training using YOLOv11 on the same platform. The model's performance was evaluated using precision, recall, and mean Average Precision (mAP) metrics. The results show that the model achieved a precision of 0.97, a recall of 0.42, an mAP@0.5 of 0.54, and an mAP@0.5:0.95 of 0.28. Despite the high precision, challenges remain in improving the model's ability to detect all relevant objects. This research contributes to the field of pattern recognition and artificial intelligence by supporting the digitalization of the Qur’an. Furthermore, the developed system can serve as an interactive learning tool for students, teachers, and general users to better understand Tajweed rules in a more practical way. With further development, the system has the potential to be integrated into mobile or web-based learning applications, ensuring wider accessibility and promoting more accurate Qur’anic recitation in digital environments. Keywords: Deep Learning; Waqf Signs; YOLOv11; Object Detection; Digital Qur'an;