Nurika Sari Siregar
STMIK Pelita Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Aplikasi Microsoft Office untuk Mendukung Administrasi dan Pelaporan Posyandu Desa Ujung Serdang Nera Mayana Br Tarigan; Dameria Esterlina Br Sijabat; Megaria Purba; Abdi Agustianta Sembiring; Nurika Sari Siregar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 2 No 3 (2025): Juli
Publisher : CV. ADMITECH SOLUTIONS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu di Desa Ujung Serdang dalam penggunaan aplikasi Microsoft Word dan Excel sebagai upaya digitalisasi administrasi dan pelaporan kegiatan. Berdasarkan hasil survei awal, mayoritas kader masih menggunakan pencatatan manual dan belum memiliki keterampilan dasar dalam mengoperasikan komputer. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan secara tatap muka dengan pendekatan praktik langsung (hands-on) dan metode learning by doing selama 2–3 hari. Pelatihan difokuskan pada penguasaan dasar Microsoft Word untuk pembuatan laporan kegiatan Posyandu dan Microsoft Excel untuk pengolahan data pertumbuhan balita. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap utama, yaitu: tahap persiapan (koordinasi dengan perangkat desa, identifikasi peserta, dan penyusunan materi pelatihan), tahap pelatihan (penyampaian materi dan praktik langsung), dan tahap evaluasi (simulasi pelaporan dan kuesioner kepuasan peserta). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami materi yang disampaikan dan menunjukkan peningkatan keterampilan dalam pembuatan laporan digital. Evaluasi akhir juga menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dari peserta terhadap isi dan metode pelatihan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas digital kader Posyandu serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
A Comparison Of The AHP And MOORA Methods In Determining Recipients Of Free Nutritious Food In Ujung Serdang Village Nera Mayana Br Tarigan; Dameria Esterlina Br Sijabat; Nurika Sari Siregar; Shadiq Arif Musyaffa
Jurnal Armada Informatika Vol 10 No 1 (2026): Juni
Publisher : STMIK Methodist Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36520/jai.v10i1.283

Abstract

The Free Nutritious Food Program (MBG) is one of the government’s efforts to improve the nutritional quality of the population, particularly for vulnerable groups such as toddlers, pregnant women, and breastfeeding mothers. However, the process of determining aid recipients often faces challenges due to the large number of potential recipients and the variety of criteria that must be considered, which can potentially lead to subjectivity in decision-making. This study aims to compare the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) methods in determining recipients of the Free Nutritious Food program in Ujung Serdang Village. The data used consisted of 100 community members assessed based on five criteria: household income, number of dependents, nutritional status, housing conditions, and other assistance previously received. The AHP method was used to determine the priority weights of the criteria, while the MOORA method was used to rank the alternatives. The results showed that the “Nutritional Status” criterion had the highest weight at 0.488, followed by “Family Income” at 0.240, “Number of Dependents” at 0.136, “Housing Conditions” at 0.090, and “Other Assistance” at 0.046. The ranking results show that alternative A085 ranked first in both methods. The AHP method identified 60 viable alternatives and 40 non-viable ones, while the MOORA method identified 39 viable alternatives and 61 non-viable ones. The research results indicate that the MOORA method is more selective and objective in determining aid recipients; therefore, it is recommended to support a more targeted distribution process for the Free Nutritious Food program.