Darus Sa’adah J. Paransa
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Phytochemical Screening of Indigofera zollingeriana Leaf Extract as Candidate Functional Ingredient in Fish Feed Lidiawati; Darus Sa’adah J. Paransa; Deiske Adeliene Sumilat; Diane Joula Kusen; Nickson J. Kawung; Juliet Merry Eva Mamahit
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.3.2025.64774

Abstract

This study aimed to identify the secondary metabolites in Indigofera zollengeriana leaves through phytochemical screening. The results revealed that the leaf extract contained alkaloids (+++), flavonoids (+), tannins (+), phenolics (+), and saponins (+), while steroids and triterpenoids were not detected. These phytochemical compounds possess various biological activities, including antibacterial, antioxidant, immunostimulant, and feed efficiency-enhancing properties. In aquaculture, alkaloids act as antimicrobial agents, flavonoids and phenolics reduce oxidative stress by controlling Reactive Oxygen Species (ROS), tannins support digestive health, and saponins improve nutrient absorption and pathogen control. The absence of steroids and triterpenoids adds to the safety profile, minimizing the risk of hormonal disruption and toxicity in fish. Therefore, this study highlights the potential of Indigofera leaves as a source of functional feed additives in sustainable aquaculture to enhance fish growth and health. Keywords: Indigofera zollengeriana, phytochemicals, secondary metabolites, aquaculture   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada daun Indigofera zollengeriana melalui uji skrinning fitokimia. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun Indigofera mengandung alkaloid (+++), flavonoid (+), tanin (+), fenolik (+), dan saponin (+), sedangkan senyawa steroid dan triterpenoid tidak terdeteksi. Kandungan fitokimia tersebut diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis, antara lain antibakteri, antioksidan, imunostimulan, serta peningkat efisiensi pakan. Dalam konteks budidaya perikanan, alkaloid berfungsi sebagai agen antimikroba, flavonoid dan fenolik berperan dalam menekan stres oksidatif dengan mengendalikan produksi Reactive Oxygen Species (ROS), tanin mendukung kesehatan pencernaan, sementara saponin dapat meningkatkan absorpsi nutrien dan pengendalian patogen. Ketiadaan steroid dan triterpenoid menjadi nilai tambah karena mengurangi risiko efek hormonal dan toksisitas pada ikan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan potensi daun Indigofera sebagai sumber bahan pakan fungsional dalam akuakultur berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan ikan. Kata kunci: Indigofera zollengeriana, fitokimia, metabolit sekunder, budidaya
Analysis of Carotenoid and Chlorophyll Pigment Content in Seagrass from Mangket Beach Waters, Kema District, North Minahasa Natasya Tiranda; Desy M. H. Mantiri; Darus Sa’adah J. Paransa; Joice R.T.S.L. Rimper; Nickson J. Kawung; Markus Talintukan Lasut
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.3.2025.64842

Abstract

Seagrass is a flowering plant (Angiospermae) that can live in shallow waters and has an important role in marine ecosystems. Seagrass ecosystems are coastal ecosystems with high biological productivity and play an important role in ecological functions in coastal areas. Seagrass carries out photosynthesis with pigments as light-capturing organs. Pigments are biochromes that have activity as natural dyes and are widely used in the pharmaceutical, cosmetic, and food industries. Pigments contain bioactive compounds that have antibacterial, anticancer, antibiotic, and antioxidant activities. This study was conducted to determine the content of carotenoid and chlorophyll pigments in several types of seagrass found from Mangket Beach Waters, Kema District, North Minahasa. The methods used in this study were the maceration method, Thin Layer Chromatography (TLC) Separation and UV-Vis spectrophotometer wavelength absorption. The results showed that the seagrass Enhalus acoroides was identified as containing chlorophyll a, zeaxanthin, and chlorophyll b pigments. In the seagrass species Halophila ovalis, it was identified as containing β-cryptosanthin and chlorophyll b pigments, while in the seagrass species Thalassia hemprichii, it was identified as containing apo-β-carotene, diadinoxanthin, and chlorophyll b pigments. Keywords: pigments, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, Mangket beach, TLC,  UV-Vis spectrophotometer.   Abstrak Lamun merupakan tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat hidup di perairan dangkal dan memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Ekosistem lamun merupakan ekosistem pesisir dengan produktivitas biologis yang tinggi dan berperan penting dalam fungsi ekologis di lingkungan wilayah pesisir. Lamun melakukan proses fotosintesis dengan pigmen sebagai organ penangkap cahaya. Pigmen merupakan biokrom yang memiliki aktivitas sebagai pewarna alami dan banyak digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, dan makanan. Pigmen mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri, antikanker, antibiotik, dan antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan pigmen karotenoid dan klorofil pada beberapa jenis lamun yang ditemukan dari Perairan Pantai Mangket, Kecamatan Kema, Minahasa Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi, Pemisahan kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Serapan panjang gelombang spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamun Enhalus acoroides diidentifikasi mengandung pigmen klorofil a, zeaxanthin, dan klorofil b. Pada lamun jenis Halophila ovalis diidentifikasi mengandung pigmen β-kriptosanthin, dan klorofil b sedangkan pada lamun jenis Thalassia hemprichii diidentifikasi mengandung pigmen apo-β-karoten, diadinoxanthin, tipe klorofil b. Kata kunci: pigmen, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, pantai Mangket, KLT, sektrofotometer UV-Vis