Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Akselerasi Kompetensi Penanganan Gawat Darurat Dasar Pada Nakes di DTPK Sintang Abil Rudi; Dian Ika Pratiwi; Khairulisni Saniati; Ngaisah Tri Rahayu; Kafi Pangki Suwito
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/qdg0w118

Abstract

Wilayah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) di Kabupaten Sintang menghadapi tantangan besar dalam akses layanan kesehatan darurat. Keterbatasan sarana dan jarak tempuh menuntut tenaga kesehatan (nakes) memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam menangani kondisi kegawatdaruratan dasar sebelum dilakukan rujukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengakselerasi kompetensi nakes di DTPK Sintang dalam melakukan penanganan gawat darurat dasar secara cepat dan tepat. Metode yang digunakan adalah pelatihan intensif yang meliputi pemberian materi teori, simulasi kasus menggunakan manekin, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kognitif dan keterampilan psikomotorik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata peserta setelah pelatihan. Nakes mampu mendemonstrasikan prosedur bantuan hidup dasar, penanganan trauma, dan stabilisasi pasien dengan tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan sebelum pelatihan. Akselerasi kompetensi melalui pelatihan terstruktur terbukti efektif meningkatkan kapasitas nakes di DTPK Sintang. Program ini direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala guna menjamin mutu pelayanan kesehatan darurat di wilayah terpencil.
Analisis korelasi tanggap darurat bencana terhadap kesiapsiagaan perawat di wilayah perbatasan Abil Rudi; Kafi Pangki Suwito; Novin Yetiani; Septina Boru Saragih; Risa Riyanti; Lea Masan; Yunida Haryanti; Yolanda Motessori
Hik Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.2230

Abstract

Background: Disaster response by nurses in border areas requires effective strategies to improve disaster preparedness and response. Purpose: To determine the correlation between disaster emergency response and nurse preparedness. Method: This study used an analytical survey design with a cross-sectional approach, conducted in health facilities in the border area of ​​West Kalimantan, involving nurses as the target population. A sample of 126 nurses was selected through purposive sampling, and data were analyzed using the chi-square test. Results: The majority of respondents categorized their disaster preparedness as "ready" (90 respondents); their participation in disaster training was categorized as "ever" (68 respondents); the majority of respondents categorized their disaster emergency response as "responsive" (97 respondents) (77%), and their emergency response time was categorized as "fast" (74 respondents) (58.7%). Study variables significantly associated with nurse preparedness included nurse responsiveness (p = 0.030), emergency response time (p = 0.016), and emergency/disaster training (p = 0.042). Conclusion: There is a significant relationship between nurse response, emergency response time, and disaster training and nurse preparedness. Suggestion: The frequency and quality of emergency training for nurses in border areas can be periodically improved to strengthen preparedness and optimize the accuracy and speed of emergency response times.   Keywords: Border Areas; Disaster Emergency Response; Nurse Preparedness.   Pendahuluan: Tanggap bencana oleh perawat di daerah perbatasan memerlukan srategi yang efektif dalam meningkatkan kesiapan dan respon terhadap bencana. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi tanggap darurat bencana terhadap kesiapsiagaan perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan di fasilitas kesehatan daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan melibatkan perawat sebagai populasi target. Sampel yang terpilih sebanyak 126 perawat, ditentukan melalui teknik purposive sampling dan data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Mayoritas kesiapsiagaan responden terhadap bencana ada dalam kategori siap sebanyak 90 responden (71.4%), keikutsertaan responden dalam pelatihan bencana diklasifikasikan ke dalam kategori pernah yaitu sebanyak 68 responden (54.0%), dan mayoritas responden terhadap tanggap darurat bencana dalam ketegori tanggap sebanyak 97 responden (77.0%) serta waktu tanggap darurat responden terhadap bencana dalam kategori cepat yaitu 74 responden (58.7%). Variabel penelitian yang berhubungan signifikan dengan kesiapsigaan perawat meliputi respon perawat (p = 0.030), waktu tanggap darurat (p = 0.016), dan pelatihan kegawatdaruratan/bencana (p = 0.042). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara respon perawat, waktu tanggap darurat, dan pelatihan kebencanaan terhadap kesiapsiagaan perawat. Saran: Frekuensi dan kualitas pelatihan kegawatdaruratan dapat ditingkatkan secara berkala bagi perawat di wilayah perbatasan guna memperkuat kesiapsiagaan serta mengoptimalkan ketepatan dan kecepatan waktu tanggap darurat.   Kata Kunci: Kesiapsiagaan Perawat; Tanggap Darurat Bencana; Wilayah Perbatasan.