Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Keadilan Pendidikan Islam bagi Kelompok Rentan: Analisis Kebijakan Afirmasi Pendidikan Umi Maslichah; Laelatul Badriah
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 2 No. 01 (2026): El-Mudarris Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadilan pendidikan Islam bagi kelompok rentan melalui perspektif kebijakan afirmasi pendidikan. Studi ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan akses pendidikan yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, geografis, sosial budaya, serta kesenjangan literasi digital pada era transformasi teknologi. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan keadilan pendidikan, pendidikan Islam inklusif, dan kebijakan afirmasi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan afirmasi pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan akses pendidikan bagi kelompok rentan melalui program beasiswa, pendidikan inklusif, serta penguatan pendidikan di daerah tertinggal. Namun, efektivitas kebijakan masih menghadapi tantangan berupa implementasi yang belum sepenuhnya berbasis kebutuhan riil peserta didik, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta keterbatasan sistem monitoring dan evaluasi kebijakan. Secara global, arah penguatan pendidikan inklusif juga didorong oleh UNESCO yang menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan bagi seluruh kelompok masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa keadilan pendidikan Islam pada era kontemporer harus dimaknai secara multidimensional, mencakup kesetaraan akses pendidikan, kesetaraan kualitas pembelajaran, serta kesetaraan akses teknologi pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara nilai-nilai pendidikan Islam, kebijakan afirmasi berbasis kebutuhan, serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat guna mewujudkan sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Analisis Kebijakan Kurikulum Nasional dalam Kerangka Ideologi dan Tujuan Pendidikan Nasional Hilalludin Hilalludin; Laelatul Badriah
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 01 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Self Regulated Learning (SRL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta implikasinya terhadap peningkatan kemandirian belajar peserta didik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengelola proses belajar secara mandiri, seperti kurangnya perencanaan belajar, lemahnya kontrol diri selama pembelajaran, serta rendahnya kemampuan refleksi terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (Systematic Literature Review). Data dikumpulkan melalui penelusuran berbagai sumber literatur ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen penelitian yang relevan dengan konsep SRL dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SRL dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan kesadaran belajar, tanggung jawab akademik, serta kemampuan pengendalian diri peserta didik. Selain itu, integrasi strategi SRL seperti perencanaan belajar, monitoring proses belajar, dan evaluasi diri terbukti mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI secara berkelanjutan. Penelitian ini juga menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator dalam membimbing peserta didik mengembangkan kemampuan regulasi diri. Dengan demikian, implementasi SRL menjadi salah satu pendekatan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI yang adaptif terhadap tantangan pendidikan modern.
Penjaminan Mutu Berbasis Data dan Digitalisasi SPMI Umi Maslichah; Laelatul Badriah
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 03 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mendorong perubahan paradigma dalam penjaminan mutu pendidikan, dari pendekatan administratif menuju pengelolaan yang berbasis data dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui pemanfaatan data dan digitalisasi sebagai upaya meningkatkan efektivitas tata kelola mutu pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang mengkaji berbagai artikel ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan regulasi terkait penjaminan mutu pendidikan serta transformasi digital. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi tantangan, peluang, strategi implementasi, dan arah pengembangan digitalisasi SPMI. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan penjaminan mutu memerlukan integrasi data pendidikan, penerapan tata kelola data yang baik, peningkatan kompetensi digital sumber daya manusia, pemanfaatan dashboard mutu, serta penggunaan analitik data dalam mendukung pengambilan keputusan. Kajian ini juga menawarkan kebaruan berupa Data Driven Digital SPMI Framework, yaitu model konseptual yang mengintegrasikan siklus PPEPP dengan teknologi digital, analitik data, dan sistem pendukung keputusan untuk membangun penjaminan mutu yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan. Model tersebut diharapkan menjadi referensi bagi satuan pendidikan dalam memperkuat budaya mutu berbasis data sekaligus mendukung transformasi tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Transformasi Budaya Mutu: Dari Kepatuhan Menuju Perbaikan Berkelanjutan dalam Membangun Organisasi Pendidikan Adaptif Era Society 5.0 Hilalludin Hilalludin; Laelatul Badriah
Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2026): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi lingkungan pendidikan pada era Society 5.0 menuntut organisasi pendidikan untuk membangun budaya mutu yang tidak lagi berorientasi pada kepatuhan administratif, tetapi pada kemampuan beradaptasi dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi paradigma budaya mutu dari compliance-based quality culture menuju continuous improvement culture serta mengembangkan model konseptual Transformative Quality Culture Framework sebagai landasan penguatan organisasi pendidikan adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel ilmiah bereputasi yang dipublikasikan pada basis data Scopus, Web of Science, ERIC, dan Google Scholar selama periode 2020–2026. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi perkembangan konsep, faktor-faktor strategis, dan arah transformasi budaya mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya mutu yang berkelanjutan dibangun melalui integrasi kepemimpinan transformasional, pembelajaran organisasi, budaya mutu digital, ekosistem inovasi, dan siklus continuous improvement. Integrasi kelima dimensi tersebut memperkuat kapasitas organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data, serta mendorong inovasi yang berorientasi pada peningkatan mutu secara berkesinambungan. Penelitian ini menghasilkan Transformative Quality Culture Framework sebagai kontribusi konseptual baru yang memperluas perspektif budaya mutu dari pendekatan berbasis kepatuhan menuju kapabilitas strategis organisasi dalam membangun organisasi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing pada era Society 5.0.
A Pesantren Education Curriculum Model for Students with Post-Rehabilitation Psychosocial Mental Disabilities (PPMD) at Ainul Yakin Islamic Boarding School, Yogyakarta Triana Hermawati; Laelatul Badriah
International Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and Learning Vol. 4 No. 3 September 2026: International Journal of Post-Axial (Articles in Press)
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/postaxial.v4i3.1471

Abstract

Islamic Boarding School Education Curriculum Model for Post-Rehabilitation Students with Psychosocial Mental Disabilities (PDMP) at Ainul Yakin Islamic Boarding School, Yogyakarta. Yogyakarta: Master’s Program in Islamic Education, Universitas Alma Ata Yogyakarta, 2026. This study was motivated by the absence of an Islamic boarding school curriculum model specifically designed to accommodate the spiritual, psychological, social, and independence needs of post-rehabilitation students with psychosocial mental disabilities (PDMP). This study aimed to develop and examine the effectiveness of the Self Spiritual Akliah (SSA)-based Islamic Boarding School Education Curriculum Model at Ainul Yakin Islamic Boarding School, Yogyakarta. This study employed the Research and Development (R&D) method based on the Borg and Gall model. The research stages included preliminary studies, needs analysis, product development and validation, Focus Group Discussion (FGD), product revision, field testing, and the development of a validated curriculum model. Data were collected through observation, interviews, documentation, literature studies, expert validation, FGD, and pretest and posttest administered to 30 students with PDMP. The data were analyzed qualitatively and quantitatively using N-Gain analysis. The study produced an SSA Curriculum Model consisting of three dimensions: Self, Spiritual, and Akliah. The Self dimension focuses on independence and self-management; the Spiritual dimension strengthens faith, worship, morality, patience, gratitude, sincerity, and reliance on God; while the Akliah dimension develops thinking abilities, social skills, and adaptability. The model includes educational objectives, learning outcomes, learning materials, instructional strategies, activity programs, mentoring systems, and evaluation instruments. Expert validation and FGD results indicated that the model was feasible, relevant, and applicable. The effectiveness test showed an increase in the average score from 58.43 in the pretest to 83.10 in the posttest, representing an improvement of 24.67 points. The average N-Gain score was 0.60 or 60.45%, which was classified as moderate or moderately effective. A total of 10 students, or 33.33%, achieved a high improvement category, while 20 students, or 66.67%, achieved a moderate category, with no students in the low category. Therefore, the SSA Curriculum Model was moderately effective in improving the spirituality, independence, social skills, and adaptive readiness of students with PDMP in family and community life.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam di SMP Purnama Sumpiuh Adel Vieka Octamiana; Laelatul Badriah
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 02 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di SMP Purnama Sumpiuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai sumber informasi penelitian. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mengarahkan peningkatan mutu melalui perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, supervisi pembelajaran, evaluasi, dan tindak lanjut. Peningkatan mutu juga dilakukan melalui pengembangan kompetensi guru, kepemimpinan partisipatif dan kolaboratif, penguatan budaya mutu, inovasi pembelajaran, serta integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kehidupan sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, komunikatif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan mampu membangun komitmen bersama di antara warga sekolah. Temuan penelitian menegaskan bahwa mutu pendidikan Islam tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik, tetapi juga oleh kemampuan sekolah membentuk karakter, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan budaya religius peserta didik. Kepemimpinan kepala sekolah menjadi penggerak penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan.
Penguatan Budaya Mutu dalam Menghadapi AkreditasiStrategi Transformasi dari Kepatuhan Administratif Menuju Budaya Performa Abdul Hamid; Laelatul Badriah
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 02 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akreditasi pendidikan pada hakikatnya merupakan instrumen untuk mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan. Namun, dalam praktiknya, sebagian lembaga masih menghadapi accreditation panic, yaitu kecenderungan memusatkan perhatian pada penyiapan dokumen menjelang visitasi daripada membangun kualitas dalam praktik operasional sehari-hari. Kondisi tersebut berpotensi melahirkan pseudo-compliance, ketika pemenuhan standar hanya berlangsung secara administratif tanpa diikuti perubahan perilaku dan kinerja kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui Systematic Literature Review (SLR) berbasis pedoman PRISMA terhadap 32 artikel nasional dan internasional yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola penguatan budaya mutu, implementasi SPMI dan PPEPP, kepemimpinan, serta pemanfaatan sistem informasi dalam penjaminan mutu. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kepatuhan semu terutama dipengaruhi oleh ketidakterhubungan antara indikator kinerja individu dan standar mutu kelembagaan. Integrasi standar akreditasi ke dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang didukung sistem informasi mutu mendorong terbentuknya quality habituation, yaitu pembiasaan standar mutu dalam aktivitas kerja sehari-hari. Akreditasi unggul dengan demikian lebih tepat dipahami sebagai konsekuensi dari budaya mutu yang konsisten. Temuan ini menegaskan pentingnya penyelarasan IKU, PPEPP, kepemimpinan transformatif, dan digitalisasi mutu untuk membangun tata kelola pendidikan yang autentik dan berkelanjutan.