Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Impact of Co-residence with Parents on Marital Satisfaction: Evidence from Indonesian Muslim Households Okta Yutami; Erina Pane; Marwin Marwin
Rule of Law Studies Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Rule of Law Studies Journal
Publisher : CV. Dyoqu Publishing and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64780/rolsj.v1i1.29

Abstract

Background: In Indonesian Muslim communities, it is common for married couples to live with their parents or in-laws due to cultural traditions and economic factors. While this arrangement may provide support, it can also affect the quality of the marital relationship, especially in terms of privacy and emotional independence. Aims: This study aims to explore the impact of co-residence with parents or in-laws on marital satisfaction and compare it to couples who live independently in a rural Muslim setting. Methods: A qualitative field study was conducted in Pekon Rawas, Pesisir Barat, Indonesia. In-depth interviews were held with 20 Muslim couples—10 co-residing with parents or in-laws, and 10 living separately. Data were analyzed thematically to identify patterns related to relationship harmony, autonomy, and family involvement. Results: Couples who lived independently reported higher marital satisfaction, citing better emotional connection, greater privacy, and autonomy in decision-making. In contrast, co-residing couples experienced more tension due to frequent interference from parents or in-laws. Despite the challenges, no cases of marital separation were found. Conclusion: Living arrangements play a crucial role in shaping marital dynamics. Independent living tends to promote greater harmony and autonomy, while co-residence may pose risks to marital privacy and satisfaction. These findings offer insights for family counselors and policymakers working with traditional Muslim households.
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penentuan Upah Penggilingan Kopi Mentah (Studi Di Desa Paya Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran) Sabela Rahmawati; Erina Pane; Pramudya Wisesha
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 2 (2026): Ekosiana : Jurnal Ekonomi Syariah (IN PROGRESS)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i2.688

Abstract

Praktik penentuan upah jasa penggilingan kopi mentah di Desa Paya Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran masih dilakukan berdasarkan kebiasaan masyarakat yang berkembang secara turun-temurun. Permasalahan akademik penelitian terletak pada adanya ketidaksesuaian antara prinsip akad ijarah dalam Hukum Ekonomi Syariah yang menuntut kejelasan ujrah, transparansi akad, dan kerelaan para pihak dengan praktik di lapangan yang menunjukkan adanya pengambilan sebagian hasil kopi oleh pemilik jasa penggilingan meskipun upah telah dibayarkan dalam bentuk uang. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai ketidakjelasan akad dan potensi unsur gharar dalam transaksi. Rumusan masalah penelitian mencakup praktik penentuan upah penggilingan kopi mentah dan tinjauannya dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara induktif menggunakan prinsip akad ijarah, ujrah, an-taradhi, dan larangan gharar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengupahan jasa penggilingan kopi pada dasarnya telah memenuhi unsur akad ijarah, namun pengambilan tambahan hasil kopi setelah pembayaran upah dilakukan menyebabkan ketidakjelasan akad dan belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya transparansi akad dan kejelasan ujrah agar praktik pengupahan berjalan adil dan sesuai prinsip syariah.   Kata Kunci: Pengupahan, Ijarah, Hukum Ekonomi Syariah, Keadilan
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penentuan Harga Dalam Jual Beli Pakaian Kredit (Studi Di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan) Zahra Noverawati; Erina Pane; Pramudya Wisesha
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 2 (2026): Ekosiana : Jurnal Ekonomi Syariah (IN PROGRESS)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik penentuan harga dalam jual beli pakaian secara kredit di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, di mana harga kredit ditetapkan jauh lebih tinggi dibandingkan harga tunai sehingga menimbulkan keluhan masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip keadilan dalam Hukum Ekonomi Syariah. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana praktik penentuan harga dalam jual beli pakaian kredit yang dilakukan oleh pedagang serta bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penentuan harga jual beli pakaian kredit dan menganalisisnya berdasarkan perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan sifat deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pedagang dan pembeli pakaian kredit di Desa Pasuruan, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli pakaian kredit dilakukan dengan sistem angsuran berdasarkan kesepakatan awal. Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, jual beli kredit diperbolehkan selama terdapat kejelasan akad, harga, dan waktu pembayaran serta tidak mengandung riba, gharar, dan penipuan. Namun, keuntungan yang terlalu tinggi dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan dalam Islam.   Kata Kunci: Penentuan Harga, Jual Beli, Hukum Ekonomi Syariah
Reconstructing Egalitarian Relations between Men and Women through a Critique of Misogynistic Interpretations of Qur’anic Verses from the Perspective of Mubādalah Wan Rafiqul A’ala binti Mohd Rashid; Erina Pane; Akhmad Junaedi
Journal of Islamic Mubadalah Vol. 3 No. 1 June (2026)
Publisher : Brajamusti Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70992/g74py533

Abstract

This article examines the problem of interpretive bias in Qur’anic verses concerning relations between men and women, which often shapes gender hierarchy in the family, religious education, and Indonesian Muslim social discourse. The study aims to analyze hierarchical interpretive patterns regarding qawwāmūn, darajah, women’s testimony, and polygamy; explain their implications for the construction of gender relations; and formulate an applicable interpretive model based on mubādalah. This article is a qualitative library-based study employing a thematic-critical tafsir approach. Primary sources include gender-related Qur’anic verses, classical and modern exegesis, and Faqihuddin Abdul Kodir’s Qirā’ah Mubādalah, whereas secondary sources consist of journal articles, academic books, and studies on Islamic family law. The analysis applies mubādalah theory through the principles of reciprocity, justice, public welfare, shared responsibility, and human dignity. The novelty of this article lies in integrating tafsir criticism, Indonesian socio-religious analysis, and an applicable reconstruction model. The findings demonstrate that interpretive bias emerges when verses are detached from their context and moral objectives. The article contributes to policy reform in religious education, preaching, family guidance, and gender-just Islamic family law.