Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Existence of Criminal Law Mechanisms in Environmental Law Ahmad Mubarak; Ifrani Ifrani; Rahmida Erliyani; Mispansyah Mispansyah
International Journal of Law, Environment, and Natural Resources Vol. 5 No. 1 (2025): April Issue
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51749/injurlens.v5i1.131

Abstract

Environmental damage in Indonesia is increasingly concerning, largely due to an anthropocentric view leading to the limitless exploitation of nature. Corporate environmental crimes often violate regulations, causing detrimental impacts on society and ecology. Despite an increase in companies engaging in pollution and environmental destruction, law enforcement against these corporations has not been optimal. Therefore, environmental impact control is crucial to minimize pollution risks. Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management serves as an important legal basis in Indonesia. This study employs a normative legal research method to address the urgency of criminal law instruments in environmental protection. Criminal sanctions are considered urgent and effective in tackling environmental problems as they serve as a law enforcement tool and provide a deterrent effect. The application of environmental criminal law is based on the principles of legality, sustainable development, prevention, and restraint, aiming to educate the public and prevent irresponsible behavior towards the environment.
Existence of Criminal Law Mechanisms in Environmental Law Ahmad Mubarak; Ifrani Ifrani; Rahmida Erliyani; Mispansyah Mispansyah
International Journal of Law, Environment, and Natural Resources Vol. 5 No. 1 (2025): April Issue
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51749/injurlens.v5i1.131

Abstract

Environmental damage in Indonesia is increasingly concerning, largely due to an anthropocentric view leading to the limitless exploitation of nature. Corporate environmental crimes often violate regulations, causing detrimental impacts on society and ecology. Despite an increase in companies engaging in pollution and environmental destruction, law enforcement against these corporations has not been optimal. Therefore, environmental impact control is crucial to minimize pollution risks. Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management serves as an important legal basis in Indonesia. This study employs a normative legal research method to address the urgency of criminal law instruments in environmental protection. Criminal sanctions are considered urgent and effective in tackling environmental problems as they serve as a law enforcement tool and provide a deterrent effect. The application of environmental criminal law is based on the principles of legality, sustainable development, prevention, and restraint, aiming to educate the public and prevent irresponsible behavior towards the environment.
Pembagian Wasiat Notariil yang Tidak Sesuai dengan Waris Islam Muhammad Fuadi; Mispansyah Mispansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11198

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kewenangan Notaris dalam membuat akta wasiat yang tidak sesuai dengan pembagian waris Islam, akibat hukum terhadap keabsahan akta wasiat tersebut, serta implikasi yuridis bagi Notaris. Permasalahan muncul karena Undang-Undang Jabatan Notaris memberikan kewenangan kepada Notaris untuk membuat akta autentik berdasarkan kehendak para pihak, sedangkan Kompilasi Hukum Islam membatasi pemberian wasiat kepada ahli waris dan membatasi nilai wasiat paling banyak sepertiga dari harta peninggalan, kecuali memperoleh persetujuan seluruh ahli waris. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin, serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wasiat yang bertentangan dengan Pasal 195 ayat (2) dan ayat (3) Kompilasi Hukum Islam mengandung cacat materiil yang tidak menghilangkan sifat autentik akta, tetapi dapat menjadi dasar pembatalan melalui putusan Pengadilan Agama. Notaris pada prinsipnya tidak diperbolehkan membuat akta wasiat yang menyimpang dari ketentuan tersebut, kecuali seluruh ahli waris memberikan persetujuan secara sadar dan sukarela. Apabila Notaris tetap membuat akta tanpa memenuhi persyaratan tersebut dan mengabaikan prinsip kehati-hatian, Notaris dapat dimintai pertanggungjawaban perdata, administratif, dan etik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Notaris tidak hanya berkedudukan sebagai pembuat akta autentik, tetapi juga sebagai legal filter yang wajib memastikan kesesuaian substansi akta dengan hukum waris Islam melalui penerapan prinsip due diligence, sehingga kepastian hukum, perlindungan hak ahli waris, integritas profesi kenotariatan, dan keadilan bagi seluruh pihak dapat diwujudkan secara seimbang dalam praktik pembuatan akta wasiat di Indonesia yang berlandaskan hukum nasional serta prinsip-prinsip hukum Islam secara konsisten dan bertanggung jawab.