Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament Dalam Meningkatkan Kemampuan Passing Bawah Bola Voli Pada Sekolah Menengah Atas: Indonesia syahrul zaum; Muhammad Faisal Lutfi Amri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap peningkatan kemampuan passing dalam permainan Bola Voli pada siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain true experiment. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Takalar yang terdiri dari dua kelas dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan passing Bola Voli sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TGT secara signifikan meningkatkan kemampuan passing siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan kooperatif melalui permainan dalam model TGT efektif digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah Menengah Atas.
Implementasi Deep Learning sebagai Media Evaluasi Keterampilan Gerak Dasar Atletik dalam Pendidikan Jasmani Butsiarah Butsiarah; Syahrul Zaum
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 5 No. 04 (2025): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2025
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v5i04.1893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi Deep Learning sebagai alat evaluasi keterampilan gerak dasar atletik dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan 60 mahasiswa Pendidikan Jasmani yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sistem evaluasi dikembangkan menggunakan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) yang dilatih untuk mengenali tiga jenis gerak dasar atletik: lari, lompat, dan lempar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki akurasi pengenalan gerak sebesar 95,2%, precision sebesar 94,1%, dan recall sebesar 93,6%. Berdasarkan uji paired sample t-test, terdapat peningkatan signifikan pada nilai keterampilan mahasiswa kelompok eksperimen dari 73,1 menjadi 87,4 (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 72,8 menjadi 79,2. Tingkat kepuasan dosen terhadap sistem mencapai 90,7%, dengan kategori sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa Deep Learning efektif digunakan sebagai media evaluasi yang objektif, efisien, dan akurat, serta menjadi inovasi dalam proses pembelajaran dan penilaian pendidikan jasmani.
Optimalisasi Keterampilan Teknik Dasar Tenis Pada Atlet Klub BKMF Melalui Program Pembinaan Berbasis Latihan Juhanis Juhanis; Tri Angriawan; Muhammad Isnawan Syafir; Syahrul Zaum; Muhammad Yusri
Jurnal Dharma Abdi Lestari (JDAL) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Dharma Abdi Lestari (JDAL)
Publisher : CV Lentera Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan teknik dasar merupakan komponen fundamental dalam permainan tenis lapangan yang berperan penting dalam menunjang performa atlet. Namun, masih ditemukan atlet klub yang belum menguasai teknik dasar secara optimal akibat keterbatasan program latihan yang terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterampilan teknik dasar tenis pada atlet Klub BKMF melalui program pembinaan berbasis latihan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan program, implementasi latihan, evaluasi, dan tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan selama ±5 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali per minggu dan melibatkan 20 atlet. Instrumen yang digunakan berupa rubrik penilaian keterampilan teknik dasar yang mencakup forehand, backhand, serve, dan volley. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata keterampilan teknik sebesar 26,6%, dengan peningkatan tertinggi pada teknik backhand sebesar 30,0%. Selain itu, terjadi peningkatan pada aspek kepercayaan diri, motivasi, dan kedisiplinan atlet selama proses latihan. Temuan ini menunjukkan bahwa program pembinaan berbasis latihan yang terstruktur dan sistematis efektif dalam meningkatkan keterampilan teknik dasar tenis. Oleh karena itu, model pembinaan ini dapat direkomendasikan sebagai strategi dalam pengembangan atlet di tingkat klub.
Analisis Indeks Massa Tubuh Pemain Sepakbola di Tinjau dari Posisi Bermain Muhammad Yusri; Muhammad Isnawan Syafir; Syahrul Zaum; Andika Marzuki
Jurnal Jejak Edukasi (JJE) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Jejak Edukasi (JJE)
Publisher : CV Lentera Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil Indeks Massa Tubuh (IMT) pemain sepakbola serta mengidentifikasi perbedaan IMT berdasarkan posisi bermain pada klub Glanter FC, Desa Kanang, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif dan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 25 pemain yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung tinggi badan dan berat badan menggunakan stadiometer dan timbangan digital terkalibrasi, kemudian dihitung nilai IMT dan diklasifikasikan berdasarkan standar World Health Organization (WHO). Analisis data meliputi statistik deskriptif dan uji One-Way ANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata IMT pemain sebesar 22,95 kg/m² yang berada dalam kategori normal. Distribusi kategori IMT terdiri atas 72,0% pemain dengan status normal, 24,0% overweight, dan 4,0% underweight, tanpa ditemukan kategori obesitas. Berdasarkan posisi bermain, penjaga gawang memiliki rata-rata IMT tertinggi (25,24 kg/m²), diikuti bek (24,71 kg/m²), penyerang (22,44 kg/m²), dan gelandang (20,41 kg/m²). Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan IMT antar posisi bermain (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas pemain memiliki status antropometri yang optimal, namun terdapat variasi IMT yang signifikan berdasarkan tuntutan fisik tiap posisi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan IMT sebagai indikator awal dalam evaluasi kondisi fisik serta dasar penyusunan program latihan yang spesifik dan berbasis posisi bermain, khususnya pada konteks klub sepakbola tingkat amatir.
Kesetaraan Gender dalam Olahraga: Tantangan, Peluang, dan Strategi Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Dunia Olahraga Syahrul Zaum; Achmad Karim
Jurnal Jejak Edukasi (JJE) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Jejak Edukasi (JJE)
Publisher : CV Lentera Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesetaraan gender dalam olahraga melalui pendekatan sosiologis dan kajian pengalaman sosial para pelaku olahraga. Fokus penelitian meliputi bentuk ketidaksetaraan gender, faktor penyebab terjadinya diskriminasi gender, serta upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam dunia olahraga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas atlet perempuan, atlet laki-laki, pelatih, mahasiswa olahraga, dan pengurus organisasi olahraga yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan gender dalam olahraga masih terjadi dalam berbagai aspek, seperti keterbatasan kesempatan bertanding, ketimpangan fasilitas olahraga, minimnya dukungan sosial terhadap atlet perempuan, rendahnya representasi perempuan dalam kepemimpinan olahraga, serta ketimpangan media dalam pemberitaan olahraga perempuan. Faktor utama yang memengaruhi ketidaksetaraan gender adalah budaya patriarki, stereotip gender, konstruksi sosial mengenai femininitas dan maskulinitas, serta dominasi laki-laki dalam struktur organisasi olahraga. Kajian teori feminisme, teori patriarki, dan teori konstruksi sosial menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya menjadi arena aktivitas fisik, tetapi juga arena reproduksi kekuasaan sosial yang memperkuat dominasi gender tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam olahraga memerlukan reformasi kebijakan olahraga yang inklusif, pendidikan kesadaran gender, peningkatan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan olahraga, serta dukungan media yang lebih adil terhadap olahraga perempuan. Dengan demikian, olahraga diharapkan dapat menjadi ruang sosial yang lebih inklusif, demokratis, dan memberikan kesempatan yang setara bagi laki-laki maupun perempuan.