Hery Setiawan
Universitas Kristen Cipta Wacana, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asas Strict Liability dalam Pertanggungjawaban Tindak Pidana Lingkungan Hidup Hery Setiawan; Joni Irawan; Nina Lestari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.580

Abstract

Dalam hukum pidana dikenal asas actus non facit reum, nisi mens sit rea, atau asas tiada pidana tanpa kesalahan. Penerapan asas tersebut secara kaku akan menyulitkan untuk pertanggungjawaban korporasi dalam hukum pidana, salah satunya adalah dalam bidang lingkungan hidup. Oleh karena itu apabila korporasi melakukan tindak pidana lingkungan hidup sehingga mengakibatkan pencemaran atau perusakan lingkungan hidup yang berdampak membahayakan dan merugikan bagi pihak lain, maka berdasarkan ketentuan yang terdapat dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) korporasi dapat dipertanggungjawabkan secara pidana dengan penerapan asas strict liability. Pengaturan mengenai pertanggungjawaban pidana terhadap korporasi sebagai pelaku tindak pidana lingkungan hidup sebagaimana yang terdapat dalam UUPPLH merupakan kebijakan legislasi yang memberikan legitimasi bahwa korporasi dapat dipertanggungjawabkan semata karena telah melakukan perbuatan melawan hukum tanpa memperhatikan kesalahannya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang menitikberatkan pada data sekunder. Sebagai penelitian hukum normatif, maka penelitian ini meliputi penelitian inventarisasi hukum positif, asas-asas hukum, penemuan hukum in concreto dan sinkronisasi hukum, sehingga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis-normatif, yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaedah-kaedah atau norma-norma hukum positif. Dengan demikian, pendekatan yuridis-normatif dalam penelitian digunakan untuk menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan penerapan asas strict liability untuk pertanggungjawaban korporasi sebagai pelaku tindak pidana di bidang lingkungan hidup.
Politik Hukum Acara Mahkamah Konstitusi dalam Sengketa Hasil Pemilihan Umum Hery Setiawan; Indra Rukmono; Anastasia Kolo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v2i1.581

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan hukum acara di Mahkamah Konstitusi (MK) setelah putusan dalam perkara sengketa hasil pemilihan kepala daerah (PHPU.D) di Jawa Timur. Kewenangan MK berkembang dari sekadar menguji perhitungan suara menjadi menilai proses pelaksanaan pemilu. Perubahan ini menunjukkan evolusi signifikan dalam pendekatan hukum acara MK, melampaui ketentuan dalam Undang-Undang MK dan peraturan terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan metode perbandingan, menganalisis 51 putusan MK. Hasilnya menunjukkan putusan progresif MK seperti pemungutan suara ulang, penghitungan suara ulang, pembatalan pemilu, diskualifikasi calon, hingga penetapan pemenang. Putusan-putusan ini membentuk norma hukum acara baru dan menekankan pentingnya kepastian hukum serta pembaruan regulasi. Studi ini merekomendasikan agar pengajar hukum acara MK terus mengikuti perkembangan putusan MK, karena putusan tersebut kini lebih memengaruhi pemahaman hukum dibandingkan aturan yang statis. Selain itu, MK perlu mempertimbangkan dampak putusannya terhadap sengketa pemilu nasional di masa depan.