Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Critical Thinking Siswa melalui Edukasi Literasi Digital di MTS Hidayatul Insan Kelas 7A Kiki Melisa; Fitriyah Fitriyah; Rica Amelia Putri; Salmah Salmah; Serli Ariska; Abdul Syahid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1090

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) siswa kelas 7A MTS Hidayatul Insan dalam menyikapi informasi digital. Fenomena penyebaran hoaks dan cyberbullying yang marak di kalangan remaja menunjukkan pentingnya literasi digital sejak dini. Kegiatan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: pre-test, penyampaian materi, simulasi dan diskusi, post-test, serta evaluasi. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan critical thinking, ciri-ciri berita palsu (hoaks), teknik verifikasi informasi, dan etika bermedia sosial. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor siswa dari 3,1 pada pre-test menjadi 3,8 pada post-test (skala 1–5). Selain itu, siswa menunjukkan sikap yang lebih bijak dalam menanggapi informasi dan komentar di media sosial. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif yang interaktif dan kontekstual dapat meningkatkan literasi digital dan membentuk sikap kritis pada siswa sekolah menengah pertama.
Urban Religious Expressions in the Digital Era: Representations of Piety in Islamic TikTok Content Kiki Melisa; Amanda Agni Oktavia Ramadhani; Surawan Surawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4160

Abstract

The rapid growth of social media, particularly TikTok, has created a new space for the dissemination of religious messages. This phenomenon raises questions about how piety is represented and reinterpreted in the digital sphere by urban youth. This study aims to analyze the forms of piety representation in Islamic preaching content on TikTok and to explore the reception of urban audiences toward such messages. A qualitative descriptive method was employed, using digital ethnography to observe five videos from three popular creators—@kadamsidik00, @amazmii, and @risyad_bay—along with audience responses in the comment sections. The findings reveal that Islamic preaching content on TikTok represents piety through three main dimensions: moral, ritual, and symbolic. Audience responses show diverse patterns, ranging from appreciative, critical, and reflective to humorous, reflecting the plurality of ways in which young urban audiences interpret religious messages. These findings emphasize that social media functions as a new discursive space where urban communities construct and negotiate their religious identities. Significantly, this study contributes to academic discourse by applying Stuart Hall’s theory of representation to the context of digital da’wah, while also offering practical insights for content creators, educators, and Islamic institutions in designing communication strategies that resonate with the dynamics of the digital generation.
Correlation Of Self-Regulated Learning And Cefr Reading Achievement In EFL Learners Amanda Agni Oktavia Ramadhani; Defi Ela Safitri; Kiki Melisa; Salmah Salmah; Abdul Syahid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5883

Abstract

Pemahaman membaca merupakan aspek penting dalam pendidikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL); namun, banyak pembelajar menghadapi tantangan yang berasal dari strategi yang tidak memadai dan paparan yang kurang terhadap sumber daya Bahasa Inggris yang autentik. Tantangan-tantangan ini sering kali terkait dengan kemampuan pembelajar untuk mengelola dan mengatur proses belajar mereka sendiri, yang dikenal sebagai pembelajaran yang diatur sendiri (SRL). Studi ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara pembelajaran yang diatur sendiri (SRL) dan kemampuan pemahaman membaca siswa. Peserta penelitian terdiri dari 86 mahasiswa program Pendidikan Bahasa Inggris, mewakili berbagai kelas. Desain penelitian korelasi digunakan, dan data dikumpulkan melalui kuesioner SRL dan bagian membaca dari EF Standard English Test (EF SET), yang sesuai dengan Kerangka Acuan Umum Eropa untuk Bahasa (CEFR). Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara pembelajaran yang diatur sendiri (SRL) dan pemahaman membaca, menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan pengaturan diri yang lebih baik umumnya mencapai hasil membaca yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa mempromosikan strategi pembelajaran yang diatur sendiri dapat meningkatkan pemahaman membaca di kalangan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) dan memberikan wawasan penting bagi program pendidikan guru. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan metodologi pembelajaran yang diatur sendiri (SRL) ke dalam pengajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan kinerja akademik siswa dan mendorong kemandirian belajar mereka.