Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Rata-Rata Pengeluaran Makan Siang Mahasiswa Prodi Statistika-24 Universitas Negeri Medan Menggunakan Teknik Simple Random Sampling Dwi Heri Efrilia; Feby Florensia Stepahni Sihotang; Josafath Artur Situngkir; Putri Maulidina Fadilah; Sudianto Manullang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1280

Abstract

Pengeluaran makan siang merupakan bagian penting dari kebutuhan harian mahasiswa, terutama bagi mahasiswa perantau yang harus mengatur keuangan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rata-rata pengeluaran makan siang mahasiswa Program Studi Statistika 2024 di Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling (SRS), yaitu setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Populasi sebanyak 83 orang dengan sampel sebanyak 69 responden. Data yang dikumpulkan didapatkan dari wawancara secara langsung dan dengan kuesioner online yang disebarkan kepada responden secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi dalam pengeluaran makan siang mahasiswa yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pilihan tempat untuk makan, kebiasaan konsumsi, dan kondisi ekonomi masing-masing mahasiswa yang berbeda-bedan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam memahami pola konsumsi mahasiswa serta memberikan masukan bagi pihak kampus dalam merancang kebijakan atau program yang mendukung kesejahteraan mahasiswa.
Persepsi Masyarakat Miskin Kota Terhadap Program Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi Di Jalan Garu 1 Kelurahan Sitirejo Ii Kecamatan Medan Amplas Kota Medan Valtino Gabriel Gultom; Parlaungan Gabriel Siahaan; Novry Purba; Risa Rozzaqi Rambe; Kesya Oktariana Br Surbakti; Dwi Heri Efrilia; Ratu Chintia Zahara Sihaloho; Aldiwongki Bartolomeus Turnip
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4066

Abstract

Penelitian ini berjudul Persepsi Masyarakat Miskin Kota terhadap Program Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi di Jalan Garu 1 Kelurahan Sitirejo II Kecamatan Medan Amplas Kota Medan. Latar belakang penelitian didasarkan pada kenyataan bahwa kemiskinan perkotaan masih menjadi masalah serius meskipun pemerintah telah menyalurkan berbagai program bantuan sosial. Program ini diharapkan mampu meringankan beban hidup masyarakat miskin, namun persepsi penerima terhadap bentuk, mekanisme, serta manfaat bantuan masih beragam. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk menggambarkan pandangan masyarakat miskin sebagai indikator keberhasilan kebijakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 20 kepala keluarga penerima bantuan sosial di Jalan Garu 1, Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Medan Amplas. Manfaat penelitian ini adalah memberikan masukan bagi pemerintah provinsi untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan ketepatan sasaran program bantuan sosial. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi akademis dalam pengembangan ilmu kebijakan publik dan kesejahteraan sosial, serta menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya mengenai persepsi masyarakat miskin kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menilai distribusi bantuan sosial belum adil dan transparan, karena masih terdapat keluarga miskin yang tidak terdata, sementara penerima lain justru berasal dari kalangan yang relatif mampu. Bantuan memang membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok, namun jumlahnya belum mencukupi untuk kebutuhan bulanan. Selain itu, muncul dampak psikologis berupa rasa malu dan rendah diri ketika mengambil bantuan. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya perbaikan dalam sistem pendataan, transparansi, serta peningkatan jumlah bantuan agar program lebih efektif, adil, dan berkelanjutan
ANALISIS GEOSTATISTIK SEBARAN SPASIAL KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA BERBASIS PEMODELAN VARIOGRAM Emily Theresia Silaen; Dwi Heri Efrilia; Ella Debora Sri Karina br Tarigan; Feby Florensia Stepahni Sihotang; Nia Rizkita Tambunan; Peggy Mahara Dingga
Codeverse: Journal of Emerging Digital Realities Vol. 1 No. 2 (2025): CODEVERSE: Journal of Emerging Digital Realities
Publisher : Codeverse: Journal of Emerging Digital Realities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial yang memiliki pola penyebaran yang berbeda secara spasial antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran spasial kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara menggunakan pendekatan geostatistik berbasis pemodelan variogram. Data yang digunakan berupa persentase kemiskinan pada tingkat kabupaten/kota di Sumatera Utara. Analisis diawali dengan eksplorasi data yang menunjukkan bahwa persentase kemiskinan memiliki nilai minimum sebesar 3,11%, maksimum 22,47%, dan rata-rata sebesar 9,08%, yang mengindikasikan adanya variasi yang cukup tinggi antar wilayah. Selanjutnya dilakukan analisis variogram empiris untuk mengidentifikasi struktur ketergantungan spasial. Hasil variogram empiris kemudian dimodelkan menggunakan beberapa model teoritis, yaitu model Spherical, Exponential, dan Gaussian. Berdasarkan hasil pemodelan, model Exponential dan Gaussian menunjukkan parameter nugget, sill, dan range yang lebih representatif dalam menggambarkan struktur spasial data dibandingkan model Spherical. Hal ini mengindikasikan adanya autokorelasi spasial dalam penyebaran kemiskinan di Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan geostatistik melalui variogram mampu mengidentifikasi pola ketergantungan spasial kemiskinan, sehingga dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran berbasis wilayah.