Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Komparatif antara Ahli Waris Pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam dan Plaatsvervulling dalam KUHPerdata: Studi Literatur dan Yurisprudensi Muhamad Habib; Abram Sahing; Fredy Ied Fitriadi; Fasub Hanal; Thomas Mulyanto; Aldhitama Ramadhan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1891

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan antara konsep ahli waris pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dengan konsep plaatsvervulling dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Studi ini menggunakan pendekatan studi literatur dan analisis yurisprudensi untuk menggali aspek normatif, struktural, dan praktik pengadilan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun keduanya mengakui prinsip penggantian hak waris, terdapat perbedaan mendasar dalam aspek normatif dan kepastian hukumnya. KHI lebih menekankan asas keadilan substantif yang berbasis maqashid syariah, namun masih bersifat tentatif dalam penerapannya. Sementara KUHPerdata memberikan kepastian hukum yang lebih eksplisit, namun kurang mempertimbangkan nilai-nilai kekeluargaan. Implikasi dari perbedaan ini menyentuh aspek sosial, hukum, dan perlindungan hak waris di tengah masyarakat Indonesia yang plural. Oleh karena itu, harmonisasi antara kedua sistem ini menjadi penting dalam mewujudkan keadilan hukum yang inklusif.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KASUS-KASUS MALPRAKTIK OLEH TENAGA KESEHATAN NON-DOKTER DI RUMAH SAKIT Abram Sahing; Rina Arum Prastyanti; Uli Kristiani Saragih
Proceedings Law, Accounting, Business, Economics and Language Vol. 2 No. 1 (2025): Pembangunan Berkelanjutan: Persepektif Ekonomi,Hukum, dan Komunikasi Dalam Bisn
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medical malpractice by non-physician health workers is a significant issue in Indonesia's healthcare system. Nurses and midwives, whether acting independently or under delegation from physicians, are at risk of exceeding their authority, which can result in legal consequences. This study aims to analyze the forms of malpractice committed by non-doctor health personnel, the legal regulations governing such acts, and the applicable legal liabilities. The research uses a normative juridical method with statutory, case, and conceptual approaches. Findings indicate regulatory weaknesses, overlapping institutional authority, and insufficient legal education among health workers, leading to ineffective handling of malpractice cases. Legal reform is needed through technical SOP formulation, strengthening of medical record systems, and continuous legal education for non-physician health personnel.