Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Kondisi Existing Jembatan Gantung Pante Baro Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen Menggunakan Total Station Sebagai Verifikasi Lapangan Terhadap Gambar DED Siti Aja Aulia; Muhamamd Alghifari; Julsena Julsena; Suci Qurratul Aini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2045

Abstract

Krueng Pante Baro merupakan satu-satunya sungai sebagai akses bagi masyarakat Desa Pante Baro, Kecamatan Juli dan Desa Darul Aman, Kecamatan Peusangan Selatan untuk melakukan aktivitas. Masyarakat biasanya menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu kecil yang ditarik dengan tali. Melalui PT. Beruang Group Center, sebuah jembatan gantung sedang dalam proses pembangunan. Proyek ini telah dimulai dari Desember 2024 dan akan direncanakan selesai pada Oktober 2025. Hingga juli 2025, perkembangan proyek telah mencapai 83%. Untuk memastikan akurasi dan kesesuaian antara rencana dan realisasi di lapangan, penggunaan alat survei dibutuhkan untuk proses monitoring. Total station menjadi alat pengukuran paling tepat untuk memenuhi kebutuhan monitoring terutama dalam memverifikasi elevasi, posisi struktur, dan progres volume pekerjaan. Data koordinat yang telah direkam oleh Total Station akan diproses melalui Software Civil 3D. Selanjutnya, data eksisting yang diperoleh dari Civil 3D akan dicocokkan dengan gambar Detail Engineering Design (DED). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya deviasi minor pada beberapa titik, terutama pada elevasi timbunan oprit. Namun secara umum, deviasi masih berada dalam batas toleransi teknis. Ketidakteraturan elevasi di beberapa bagian disebabkan karena proyek masih dalam tahap pelaksanaan (on going).
Analisis Manajemen Risiko Terhadap Kinerja Biaya Dan Waktu Pada Proyek Konstruksi Gedung Menggunakan Metode Probability Impact Matrix Julsena Julsena; Muhammad Alghifari; Raiyan Raiyan
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.488

Abstract

Proyek konstruksi gedung memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian kinerja proyek, khususnya dari aspek biaya dan waktu. Permasalahan yang sering terjadi meliputi keterlambatan pengadaan material, perubahan desain dan pekerjaan, kondisi cuaca, keterbatasan tenaga kerja, kesalahan pelaksanaan, serta kurang optimalnya koordinasi antar pihak yang terlibat dalam proyek. Apabila risiko tersebut tidak diidentifikasi dan dikendalikan secara sistematis, dapat menyebabkan peningkatan biaya dan keterlambatan penyelesaian proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan prioritas risiko yang berpengaruh terhadap kinerja biaya dan waktu pada proyek konstruksi gedung serta merumuskan strategi mitigasi terhadap risiko dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Probability Impact Matrix (PIM). Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi serta didukung oleh data dokumentasi proyek. Setiap faktor risiko dinilai berdasarkan tingkat probabilitas terjadinya dan besarnya dampak terhadap biaya dan waktu proyek. Nilai probabilitas dan dampak selanjutnya dikombinasikan untuk menentukan tingkat dan peringkat risiko melalui matriks probabilitas-dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah faktor risiko yang memiliki tingkat risiko tinggi dan berpotensi memengaruhi kinerja biaya maupun waktu proyek. Risiko dominan pada aspek biaya terutama berkaitan dengan perubahan harga dan kebutuhan material, perubahan volume atau pekerjaan, serta kesalahan estimasi. Sementara itu, risiko dominan terhadap waktu berkaitan dengan keterlambatan material, perubahan pekerjaan atau desain, kondisi cuaca, produktivitas tenaga kerja, dan koordinasi antar pihak. Berdasarkan hasil pemetaan risiko, diperlukan strategi mitigasi berupa peningkatan perencanaan dan pengendalian pengadaan material, pengawasan terhadap perubahan pekerjaan, peningkatan koordinasi, pengendalian produktivitas tenaga kerja, serta pemantauan jadwal secara berkala. Penerapan manajemen risiko secara sistematis diharapkan dapat membantu pihak pengelola proyek dalam meminimalkan dampak risiko dan meningkatkan pencapaian kinerja biaya dan waktu proyek konstruksi gedung.