Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Salep Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Sebagai Antibakteri Staphylococcus Aureus Riza Dwiningrum; Vicko Suswidiantro; Wina Safutri; Rolinia Dina Marsela
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2107

Abstract

Infeksi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum ditemui. Infeksi disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh seperti bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan infeksi dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik, namun penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resisten. Maka diperlukan alternatif pengobatan dengan menggunakan bahan alami seperti daun salam (Syzygium polyanthum) yang dibuat dalam sediaan salep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan salep ekstrak daun salam tehadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji mutu fisik dari ketiga formulasi menunjukkan bahwa pada uji organoleptis, uji daya lekat, uji daya sebar, uji daya proteksi dan uji pH sudah memenuhi standar sediaan salep, tetapi pada uji homogenitas didapatkan hasil bahwa ketiga formulasi tidak homogen. Hasil penelitian aktivitas antibakteri pada sediaan salep ekstrak daun salam konsentrasi 30% sebesar 3,30 mm yang diketegorikan lemah, konsentrasi 45% sebesar 4,10 mm yang dikategorikan lemah dan konsentrasi 60% sebesar 4,95 mm juga dikategorikan lemah. Hasil uji statistik yaitu Kruskall-Wallis didapatkan nilai sig.<0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok uji. Uji lanjutan dilakukan dengan menggunakan uji Dunn’s test dan didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dengan kontrol positif dan formulasi 3, sedangkan kontrol positif berbeda nyata dengan formulasi 3. Ketiga formulasi sediaan salep ekstrak daun salam mempunyai mutu fisik yang memenuhi standar sediaan salep dan mempunyai potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes (Mart) Solms) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Riza Dwiningrum; Afi Sania Rosanti; Vicko Suswidiantro; Ida Nur Wahidah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3609

Abstract

Infeksi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum ditemui. Infeksi disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh seperti bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan infeksi dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik, namun penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resisten. Maka diperlukan alternatif pengobatan dengan menggunakan bahan alami seperti daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solms) yang dibuat dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan krim ekstrak daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solms) tehadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram. Senyawa yang terkandung pada daun eceng gondok yaitu saponin, flavonoid, tanin, dan alkloid. Hasil uji mutu fisik dari ketiga formulasi menunjukkan bahwa pada uji organoleptis, uji daya lekat, uji daya sebar, uji stabilitas, uji homogenitas dan uji pH sudah memenuhi standar sediaan krim, Hasil penelitian aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak daun eceng gondok konsentrasi 20% sebesar 3,81 mm yang diketegorikan lemah, konsentrasi 25% sebesar 3,69 mm yang dikategorikan lemah dan konsentrasi 30% sebesar 5,95 mm juga dikategorikan sedang. Hasil uji statistik yaitu one way ANOVA didapatkan nilai sig.<0,001 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok uji. Uji lanjutan dilakukan dengan menggunakan uji tukey dan didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dengan kontrol positif, formulasi 1,formulasi 2,formulasi 3, sedangkan kontrol positif berbeda nyata dengan formulasi 1,formulasi 2, dan formulasi. Ekstrak etanol daun eceng gondok dapat di formulasikan menjadi krim dengan cara melakukan uji mutu fisik. Ekstrak daun eceng gondok dapat menghambat pertumbuhan staphylococcus aureus yang ditandai dengan terbentuknya zoba hambat.