Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Formulasi Krim Sunscreen Kombinasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Dan Kulit Jeruk Manis (Citrus x aurantium L.) Dengan Uji Sun Protection Factor Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Afi Sania Rosanti; Iga Mayola Pisacha; Catur Ari Wibowo; Miftah Khoiru Nissa; Dandi Firmansyah; Riska Ananda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2423

Abstract

Paparan radiasi ultraviolet berlebih dapat menyebabkan berbagai masalah kulit seperti eritema, sehingga diperlukan tabir surya alami yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi krim tabir surya kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan kulit jeruk manis (Citrus x aurantium L.) yang mengandung senyawa bioaktif sebagai antioksidan dan pelindung UV. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, yaitu perendaman simplisia dalam etanol 96% selama 3 hari pada suhu ruang dengan pengadukan sesekali. Tiga formula krim (F1, F2, F3) dikembangkan dengan variasi konsentrasi ekstrak kombinasi. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa semua formula stabil secara fisik dan memenuhi persyaratan sediaan topikal. Nilai SPF tertinggi terdapat pada formula 1 sebesar 48,8 proteksi ultra, formula 2 sebesar 24,2, dan formula 3 sebesar 22,3. Dapat disimpulkan bahwa formula 1 dengan konsentrasi ekstrak tertinggi daun kelor 3% dan kulit jeruk manis 7% merupakan formula paling efektif dalam memberikan perlindungan terhadap sinar UV, dan kombinasi ekstrak daun kelor serta kulit jeruk manis memiliki potensi besar sebagai bahan aktif alami dalam formulasi krim tabir surya.
Hubungan Pelayanan Informasi Obat (PIO) Terhadap Kepuasan Pasien Instalasi Farmasi Klinik Griya Sehat Metro Safira Silvia Revani; Afi Sania Rosanti; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2642

Abstract

Drug information services are an important aspect of improving pharmaceutical services or raising public awareness of the pharmacist profession. By providing drug information services to patients, pharmacists can contribute to ensuring patients receive optimal therapy. The purpose of this study was to analyze the relationship between drug information services (PIO) and patient satisfaction at the Griya Sehat Metro Clinic pharmacy and to determine the level of patient satisfaction with drug information services at the Griya Sehat Metro Clinic. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design and a sample size of 115 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire with five dimensions of Servqual. Based on the results, there was a relationship between medication information services and patient satisfaction at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro, with a P-value of 0.000. The level of satisfaction with medication information services among patients at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro for medication information services was categorized as very good at 62,6%. Patient satisfaction for the reliability dimension was categorized as satisfied at 74,8%, the responsiveness dimension was categorized as satisfied at 63,5%, the assurance dimension was categorized as satisfied at 67,8%, the empathy dimension was categorized as satisfied at 69,6%, and the tangibility dimension was categorized as satisfied at 70,4%. The conclusion is that there is a relationship between medication information services and patient satisfaction at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lotion Dari Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Sebagai Antioksidan Nurul Fatonah; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Afi Sania Rosanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2826

Abstract

Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Kerusakan pada kulit akibat radikal bebas dapat dihambat oleh senyawa antioksidan. Untuk menjaga kesehatan kulit dapat dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik salah satunya lotion yang dapat menangkal radikal bebas. Daun sukun ( Artocarpus altilis) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formula dan evaluasi sediaan lotion dari ekstrak daun sukun ( Artocarpus altilis) sebagai antioksidan. Metode penelitian ini secara kuantitatif dengan model penelitian eksperimental. Analisis data dilakukan dengan Microsoft Excel dan SPSS uji One Way ANOVA. Hasil dari penelitian ini adalah sediaan lotion ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) pada F1(6%), F2 (8%) dan F3 (10%) memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik, yaitu organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, tipe emulsi, dan uji stabilitas dengan metode Cycling Test , yang menunjukkan bahwa formula ketiga stabil secara karakteristik fisik. Nilai IC 50 pada F1 (6%) sebesar 37,73 ppm, F2 (8%) sebesar 36,46 ppm, dan F3 (10%) sebesar 32,72 ppm, formula ketiga memiliki kategori aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Berdasarkan uji statistik One Way ANOVA dan uji lanjut Post Hoc Tukey , terdapat perbedaan signifikan antar rumus terhadap nilai IC 50 dengan nilai p-value <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini sediaan lotion dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan F3 (10%) merupakan formula terbaik. Kata Kunci: Antioksidan, daun sukun, DPPH, lotion evaluasi, Radikal bebas Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit. Kerusakan tersebut dapat dicegah dengan senyawa antioksidan. Untuk menjaga kesehatan kulit, produk kosmetik seperti losion dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Daun sukun (Artocarpus altilis) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formula dan evaluasi sediaan losion berbahan ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) sebagai antioksidan. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan model penelitian eksperimental. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan SPSS dengan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian ini adalah sediaan losion ekstrak daun sukun ( Artocarpus altilis) pada F1(6%), F2 (8%) dan F3 (10%) memenuhi syarat uji evaluasi fisik yaitu organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, jenis emulsi, dan uji stabilitas menggunakan metode Cycling Test yang menunjukkan bahwa ketiga formula stabil secara fisik. Nilai IC 50 untuk F1 (6%) sebesar 37,73 ppm, F2 (8%) sebesar 36,46 ppm, dan F3 (10%) sebesar 32,72 ppm. Ketiga formulasi tersebut dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Berdasarkan uji statistik One Way ANOVA dan uji lanjut Post Hoc Tukey terdapat perbedaan yang signifikan antar formula pada nilai IC 50 dengan p-value < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan lotion dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan F3 (10%) merupakan formula terbaik. Kata kunci: Antioksidan, daun sukun, DPPH, evaluasi losion, radikal bebas
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lotion Dari Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Sebagai Antioksidan Nurul Fatonah; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Afi Sania Rosanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2829

Abstract

Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Kerusakan pada kulit akibat radikal bebas dapat dihambat oleh senyawa antioksidan. Untuk menjaga kesehatan kulit dapat dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik salah satunya lotion yang dapat menangkal radikal bebas. Daun sukun (Artocarpus altilis) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formula dan evaluasi sediaan lotion dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) sebagai antioksidan. Metode penelitian ini secara kuantitatif dengan model penelitian eksperimental. Analisis data dilakukan dengan Microsoft Excel dan SPSS uji One Way ANOVA. Hasil dari penelitian ini adalah sediaan lotion ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) pada F1(6%), F2 (8%) dan F3 (10%) memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik, yaitu organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, tipe emulsi, dan uji stabilitas dengan metode Cycling Test, yang menunjukkan bahwa ketiga formula stabil secara karakteristik fisik. Nilai IC50 pada F1 (6%) sebesar 37,73 ppm, F2 (8%) sebesar 36,46 ppm, dan F3 (10%) sebesar 32,72 ppm, ketiga formula memiliki kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Berdasarkan uji statistik One Way ANOVA dan uji lanjut Post Hoc Tukey, terdapat perbedaan signifikan antar formula terhadap nilai IC50 dengan nilai p-value <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini sediaan lotion dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan F3 (10%) merupakan formula terbaik. Keywords: Antioksidan, daun sukun, DPPH, evaluasi lotion, Radikal bebas Excessive free radicals can cause skin damage. Such damage can be prevented by antioxidant compounds. To maintain healthy skin, cosmetic products such as lotions can be used to counteract free radicals. Breadfruit leaves (Artocarpus atlitis) It is known to contain active compounds such as alkaloids, tannins, flavonoids, steroids, and saponins, which have the potential to act as antioxidants that can ward off free radicals. This study aims to analyze the formula and evaluation of lotion preparations made from breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis) as an antioxidant. This research method is quantitative with an experimental research model. Data analysis was carried out using Microsoft Excel and SPSS test One Way ANOVA. The results of this study are the preparation of breadfruit leaf extract lotion (Artocarpus altilis) in F1(6%), F2 (8%) and F3 (10%) fulfilled the physical evaluation test requirements, namely organoleptic, homogeneity, pH, spreadability, adhesive power, viscosity, emulsion type, and stability test using the method Cycling Test, which shows that the three formula are physically stable. The IC50 value for F1 (6%) was 37.73 ppm, F2 (8%) was 36.46 ppm, and F3 (10%) was 32.72 ppm. All three formulations were categorized as having very strong antioxidant activity. Based on statistical tests One Way ANOVA and further testing Post Hoc Tukey, there is a significant difference between formula on IC50 value with p-value <0.05. The conclusion of this study is that the lotion preparation from breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis) can function as an antioxidant to protect the skin from damage caused by free radicals and F3 (10%) is the best formula. Keywords: Antioxidant , breadfruit leaf, DPPH, lotion evaluation, free radicals
Formulasi Dan Uji Aktivitas Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Teh Hitam (Camellia sinensis) Terhadap Bakteri Escherichia coli Laili Ismiati; Afi Sania Rosanti; Riza Dwiningrum; Annajim Daskar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3219

Abstract

Infeksi akibat bakteri Escherichia coli merupakan masalah kesehatan yang serius, terutama di negara berkembang dengan sanitasi yang kurang optimal. Hand sanitizer berbasis alkohol umum digunakan untuk mencegah penyebaran bakteri, namun pemakaian jangka panjang berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan kurang efektif terhadap bakteri Gram-negatif seperti Escherichia coli. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif berbahan alami yang aman dan efektif. Teh hitam (Camellia sinensis) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan theaflavin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi gel hand sanitizer yang mengandung ekstrak teh hitam terhadap Escherichia coli. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan dalam tiga konsentrasi: 2,5% (F1), 5% (F2), dan 7,5% (F3). Evaluasi mencakup uji organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa F3 menghasilkan zona hambat terbesar (12,13 mm) dan memenuhi semua parameter fisik yang disyaratkan. Kesimpulannya, formulasi F3 dengan konsentrasi 7,5% ekstrak teh hitam memiliki potensi sebagai bahan aktif alami dalam sediaan gel hand sanitizer yang efektif terhadap Escherichia coli. Keywords: Teh Hitam, Hand Sanitizer, Camellia sinensis, Escherichia coli, Antibakteri Infection caused by Escherichia coli bacteria is a serious health concern, particularly in developing countries with poor sanitation. Alcohol-based hand sanitizers are widely used to prevent bacterial transmission, but prolonged use may cause skin irritation and show limited effectiveness against Gram-negative bacteria such as Escherichia coli. Therefore, a natural, safe, and effective alternative is needed. Black tea (Camellia sinensis) contains active compounds such as flavonoids and theaflavins, which are known for their antibacterial properties. This study aimed to formulate and evaluate a hand sanitizer gel containing black tea extract against Escherichia coli. The extract was obtained using maceration with 96% ethanol and formulated into three concentrations: 2.5% (F1), 5% (F2), and 7.5% (F3). Evaluations included organoleptic test, pH, viscosity, spreadability, adhesion, and antibacterial activity using the disc diffusion method. The results showed that F3 produced the largest inhibition zone (12.13 mm) and met all required physical characteristics. In conclusion, the 7.5% formulation of black tea extract (F3) demonstrated promising antibacterial activity and meets the quality standards for gel hand sanitizer, making it a potential natural alternative for antiseptic formulations. Keywords: Black Tea, Hand Sanitizer, Camellia sinensis, Escherichia coli, Antibacterial
Formulasi Dan Uji Stabilitas Lotion Kombinasi Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora) Dan Minyak Kelapa (Cocos Nucifera) Riza Dwiningrum; Diah Kartika Putri; Afi Sania Rosanti; Khairunisa Azzahra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3316

Abstract

Paparan sinar matahari berlebih dapat memicu pembentukan radikal bebas yang berdampak negatif terhadap kesehatan kulit, seperti penuaan dini, kulit kering, hingga risiko kanker kulit. Proteksi terhadap kerusakan tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan antioksidan alami. Biji kopi robusta (Coffea canephora) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang bersifat antioksidan, sedangkan minyak kelapa (Cocos nucifera) memiliki efek emolien untuk menjaga kelembapan kulit. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan merumuskan sediaan lotion berbasis kombinasi ekstrak biji kopi robusta dan minyak kelapa serta mengevaluasi mutu fisik dan stabilitasnya. Tiga formula diuji, yaitu F1 (4%:2%), F2 (6%:3%), dan F3 (8%:4%). Evaluasi meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, viskositas, dan stabilitas selama 14 hari penyimpanan pada suhu ruang. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi kriteria mutu fisik awal sesuai SNI 16-4399-1996. Variasi konsentrasi ekstrak dan minyak kelapa tidak berpengaruh signifikan terhadap mutu fisik sediaan, namun konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi cenderung menurunkan stabilitas warna akibat oksidasi senyawa aktif. Formula F1 dipilih sebagai yang paling baik karena menunjukkan kestabilan fisik paling konsisten, tidak mengalami perubahan warna selama penyimpanan, serta memiliki daya sebar dan viskositas yang berada dalam rentang standar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi ekstrak biji kopi robusta 4% dan minyak kelapa 2% merupakan formulasi yang optimal berdasarkan uji mutu fisik dan stabilitas.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Sabun Cair Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Menggunakan Metode Dpph (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) Riska Reza Novita; Annajim Daskar; Vicko Suswidiantoro; Afi Sania Rosanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3487

Abstract

Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan sendiri berperan penting dalam menetralisir radikal bebas yang dapat merusak jaringan kulit serta dapat mempercepat proses penuaan. Dalam sediaan sabun cair, penambahan bahan alami yang bersifat antioksidan tidak hanya berfungsi sebagai pembersih, tetapi juga dapat memberikan manfaat protektif terhadap kulit dari efek buruk lingkungan, seperti polusi dan paparan sinar UV. Oleh karena itu, formulasi sabun cair yang mengandung ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) berpotensi sebagai sediaan fungsional yang mendukung kesehatan kulit sekaligus memberikan efek perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula sabun cair ekstrak daun pepaya yang memiliki aktivitas antioksidan terbaik berdasarkan nilai IC₅₀ menggunakan metode DPPH. Penelitian eksperimental ini memformulasikan sediaan sabun cair dengan variasi konsentrasi ekstrak daun pepaya sebesar 6%, 8%, 10%, dan 12%. Evaluasi dilakukan terhadap parameter organoleptik, pH, tinggi busa, viskositas, homogenitas, stabilitas, dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, yang dibaca pada spektrofotometer UV-Vis. Formula dengan konsentrasi ekstrak 10% (F3) menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 103,89 ppm, yang tergolong aktivitas antioksidan sedang. Formula F3 dinyatakan sebagai formula terbaik berdasarkan aktivitas antioksidannya karena memiliki nilai IC₅₀ yang paling rendah, sehingga menunjukkan potensi antioksidan yang lebih kuat dibandingkan dengan formula lainnya. Kata kunci : Daun pepaya, sabun cair, antioksidan, DPPH, IC₅₀.   ABSTRACT Papaya leaf (Carica papaya L.) contain active compounds such as flavonoids, alkaloids, tannins, and vitamin C, which act as antioxidants. Antioxidants play an important role in neutralizing free radicals that can damage skin tissues and accelerate the aging process. In liquid soap formulations, the addition of natural antioxidant ingredients not only functions as a cleanser but also provides protective benefits to the skin against harmful environmental effects such as pollution and UV exposure. Therefore, liquid soap formulated with papaya leaf extract (Carica papaya L.) has the potential to serve as a functional product that supports skin health while offering skincare benefits. This study aimed to determine the best liquid soap formulation containing papaya leaf extract with the highest antioxidant activity based on the IC₅₀ value using the DPPH method. This experimental research formulated liquid soap with varying concentrations of papaya leaf extract at 6%, 8%, 10%, and 12%. Evaluations were carried out on organoleptic parameters, pH, foam height, viscosity, homogeneity, stability, and antioxidant activity using the DPPH method, measured with a UV-Vis spectrophotometer. The formulation with 10% extract concentration (F3) showed an IC₅₀ value of 103.89 ppm, classified as moderate antioxidant activity. F3 was identified as the best formulation based on its antioxidant activity, as it had the lowest IC₅₀ value, indicating stronger antioxidant potential compared to the other formulations.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Kombinasi Ekstrak Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L) Dan Madu (Mel depuratum) Terhadap Mutu Dan Stabilitas Sediaan Eye Cream Jelita Kartika; Afi Sania Rosanti; Annajim Daskar; Vicko Suswidiantoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3565

Abstract

Lingkaran hitam di bawah mata (hiperpigmentasi periorbital) merupakan masalah kulit yang umum dan sering diatasi dengan penggunaan eye cream. Bahan alami seperti buah tomat (Solanum lycopersicum L) yang kaya likopen dan vitamin c, serta madu (Mel depuratum) yang memiliki sifat humektan dan antioksidan, berpotensi menjadi kombinasi bahan aktif dalam formulasi eye cream yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan memformulasikan eye cream dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak tomat dan madu menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD), serta menentukan formula optimal berdasarkan mutu fisik dan stabilitas sediaan. Variabel yang diuji meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas dan stabilitas. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Farmasetika Universitas Aisyah Pringsewu dan laboratorium Bahan Alam Universitas Aisyah Pringsewu pada bulan Juli-Agustus 2025. Hasil analisis pada penelitian ini membuat 6 fomulasi eye cream dengan konsentrasi ekstrak tomat dan madu 2,5:4,5 (F1), 2:5 (F2), 1:6 (F3), 1,5:5,5 (F4) dan 3:4 (F5). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa formula optimal eye cream ekstrak tomat (Solanum lycoperscum L) dan madu (Mel depuratum) dapat diperoleh ekstrak tomat 1% dan madu 6% menggunakan metode SLD dengan nilai optimal.
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes (Mart) Solms) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Riza Dwiningrum; Afi Sania Rosanti; Vicko Suswidiantro; Ida Nur Wahidah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3609

Abstract

Infeksi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum ditemui. Infeksi disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh seperti bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan infeksi dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik, namun penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resisten. Maka diperlukan alternatif pengobatan dengan menggunakan bahan alami seperti daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solms) yang dibuat dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan krim ekstrak daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solms) tehadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram. Senyawa yang terkandung pada daun eceng gondok yaitu saponin, flavonoid, tanin, dan alkloid. Hasil uji mutu fisik dari ketiga formulasi menunjukkan bahwa pada uji organoleptis, uji daya lekat, uji daya sebar, uji stabilitas, uji homogenitas dan uji pH sudah memenuhi standar sediaan krim, Hasil penelitian aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak daun eceng gondok konsentrasi 20% sebesar 3,81 mm yang diketegorikan lemah, konsentrasi 25% sebesar 3,69 mm yang dikategorikan lemah dan konsentrasi 30% sebesar 5,95 mm juga dikategorikan sedang. Hasil uji statistik yaitu one way ANOVA didapatkan nilai sig.<0,001 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok uji. Uji lanjutan dilakukan dengan menggunakan uji tukey dan didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dengan kontrol positif, formulasi 1,formulasi 2,formulasi 3, sedangkan kontrol positif berbeda nyata dengan formulasi 1,formulasi 2, dan formulasi. Ekstrak etanol daun eceng gondok dapat di formulasikan menjadi krim dengan cara melakukan uji mutu fisik. Ekstrak daun eceng gondok dapat menghambat pertumbuhan staphylococcus aureus yang ditandai dengan terbentuknya zoba hambat.
Formulasi Sediaan Lotion Fraksi Etanol Kulit Coklat (Theobroma cacao L) Sebagai Antioksidan Suci Humayroh; Afi Sania Rosanti; Diah Kartika Putri; Vicko Suswidiantoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3629

Abstract

ABSTRACT Kulit salah satu organ terluar tubuh yang rentan mengalami kerusakan akibat paparan radikal bebas dari sinar ultraviolet dan faktor lingkungan lainnya. Kondisi tersebut dapat memicu kerusakan kulit, penuaan dini hingga kanker kulit, sehingga diperlukan perlindungan kulit dengan senyawa antioksidan. Kulit coklat (Theobroma cacao L) diketahui mengandung flavonoid dan polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan lotion berbasis fraksi etanol kulit coklat serta menilai sifat fisik dan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50. Ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan fraksinasi, kemudian diformulasikan dalam tiga konsentrasi, yaitu F1(0,05gr), F2(0,1gr), dan F3(0,2gr). Evaluasi mutu fisik mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan daya proteksi, sedangkan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil sediaan lotion fraksi etanol kulit coklat memenuhi semua syarat mutu fisik yang tidak memenuhi syarat mutu fisik pada uji proteksi F1&2. Hasil aktivitas antioksidan sediaan lotion fraksi etanol F1 sedang (126,6 ppm), F2 sangat kuat (48,55 ppm), dan F3 sangat kuat (36,67 ppm). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa F3 memenuhi semua kriteria mutu fisik sediaan lotion dan memiliki kandungan antioksidan terbaik, Penelitian ini juga menjadi Upaya pemanfaatan limbah kulit coklat (Theobroma cacao L) sebagai bahan baku kosmetik yang ramah lingkungan sehingga dapat menjadi dasar untuk pengembangan produk kosmetik herbal yang efektif dan aman. Kata Kunci: Antioksidan, DPPH, IC50, kulit coklat, lotion ABSTRACT The skin is one of the outermost organs of the body that is vulnerable to damage caused by free radicals from ultraviolet radiation and other environmental factors. Such conditions may trigger skin damage, premature aging, and even skin cancer, thus requiring protection with antioxidant compounds. Cocoa shell (Theobroma cacao L.) contains flavonoids and polyphenols that have potential as natural antioxidants. This study aimed to formulate a lotion preparation based on the ethanol fraction of cocoa shell and to evaluate its physical properties and antioxidant activity based on IC50 values. Extraction was carried out by maceration using 96% ethanol, followed by fractionation, and the fraction was then formulated into three concentrations: F1(0.05gr), F2(0.1gr), and F3(0.2gr). Physical evaluations included organoleptic test, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, and protection, while antioxidant activity was tested using the DPPH method. The results showed that all lotion formulations met physical quality requirements, except that F1 and F2 did not meet the criteria in the protection test. Antioxidant activity of the ethanol fraction lotion was classified as moderate for F1 (126.6 ppm), and very strong for F2 (48.55 ppm) and F3 (36.67 ppm). In conclusion, F3 fulfilled all physical requirements and had the best antioxidant activity. This study also represents an effort to utilize cocoa shell waste (Theobroma cacao L.) as an eco-friendly cosmetic ingredient and a foundation for the development of safe and effective herbal cosmetic products. Keywords: Antioxidant, DPPH, IC50, cocoa shell, lotion