Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan Prinsip Akuntansi Aset Tetap sebagai Upaya Meningkatkan Keberlanjutan UMKM: Studi pada Percetakan Warna Mandiri Nurul Chalisa Majiding; Dwi Utami; Ambarwati Akib; Magfirah Wahyu Ramadhani; Sri Utami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2178

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan, khususnya terkait depresiasi dan penurunan nilai aset tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan akuntansi aset tetap pada UMKM Percetakan Warna Mandiri, dengan fokus pada pencatatan depresiasi dan pengujian penurunan nilai aset. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM belum menerapkan pencatatan depresiasi sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), yang berdampak pada kurang akuratnya laporan keuangan. Perhitungan simulatif depresiasi dilakukan menggunakan metode garis lurus terhadap 18 jenis aset dengan total nilai perolehan Rp373.100.000, menghasilkan beban penyusutan tahunan sebesar Rp64.537.500 Ketidakterapan pencatatan depresiasi menyebabkan laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, berpotensi menyesatkan dalam pengambilan keputusan usaha dan menghambat keberlangsungan operasional jangka panjang. Di sisi lain, UMKM ini belum mengalami penurunan nilai aset karena adanya pengelolaan dan pemeliharaan aset yang baik. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan prinsip akuntansi aset tetap secara konsisten agar laporan keuangan lebih akurat dan keberlangsungan usaha dapat terjaga.
Strategi Optimalisasi Laba Melalui Job Order Costing : Studi Kasus pada UMKM Sablon Baju Dwi Utami; Magfirah Wahyu Ramadhan; Ambarwati Akib; Nurul Chalisa Majiding; sri.utami@unm.ac.id; Yulianti Karoma
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode job order costing untuk optimalisasi laba Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dibidang sablon baju, dengan studi kasus pada Usaha Barka di Kota Makassar. UMKM ini belum menerapkan sistem akuntansi biaya yang komprehensif, terutama dalam pencatatan BOP, yang menyebabkan ketidaktepatan dalam perhitungan HPP dan harga jual. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode job order costing mampu memberikan perhitungan biaya produksi yang lebih rinci dan akurat dibandingkan pendekatan tradisional yang selama ini diterapkan Usaha Barka. Metode ini mencakup pembebanan biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, serta BOP tetap dan variabel, yang sebelumnya diabaikan. Perbedaan signifikan dalam hasil perhitungan menunjukkan bahwa penggunaan job order costing dapat mendorong optimalisasi laba dan pengambilan keputusan keuangan yang lebih tepat di sektor UMKM.Kata Kunci: Job Order Costing, Optimalisasi Laba, UMKM
Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Akuntansi: Studi Kasus di SMKN 3 Pinrang Sri Utami; Dwi Utami; Ambarwati Akib; Nurul Chalisa Majiding; Adriansyah
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 3, No 2 May (2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v3i2.572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran akuntansi di SMKN 3 Pinrang, dengan fokus pada efektivitas, relevansi, tantangan, dan dampaknya terhadap karakter dan motivasi belajar siswa. Kurikulum Merdeka diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi dan kreativitas siswa, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tuntutan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam kepada guru akuntansi untuk memahami persepsi dan tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memungkinkan guru untuk mengajar secara fleksibel, namun menghadapi tantangan dalam hal sumber daya dan pemahaman konsep kurikulum yang baru. Selain itu, kolaborasi antar guru dalam merancang materi dan penilaian dinilai penting untuk menghindari tumpang tindih dan memaksimalkan pemahaman siswa. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan mengenai peningkatan kualitas pendidikan akuntansi di SMK melalui implementasi Kurikulum Merdeka yang adaptif.
Studi Fenomenologis Peran Financial Influencer Dalam Membentuk Keputusan Investasi Investor Pemula Gen Z Kota Makassar Nurul Chalisa Majiding
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.732

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara Gen Z atau Generasi Z memperoleh informasi keuangan dan investasi. Salah satu aktor yang menonjol dalam ruang digital tersebut adalah financial influencer atau finfluencer, yaitu kreator yang menyampaikan edukasi, opini, dan rekomendasi investasi melalui platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan X. Artikel ini bertujuan menganalisis pengalaman investor pemula Gen Z di Kota Makassar dalam memaknai peran finfluencer terhadap keputusan investasi mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan 15 informan berusia 19-24 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan memiliki ketertarikan terhadap investasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi konten finfluencer, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui identifikasi pernyataan penting, unit makna, tema, dan esensi pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa finfluencer berperan sebagai pintu masuk literasi investasi, sumber motivasi, pembentuk kepercayaan, dan pemicu keputusan atau intensi investasi. Kepercayaan informan terbentuk melalui konsistensi konten, gaya komunikasi yang sederhana, kemampuan menjelaskan risiko, serta kesesuaian pesan dengan kondisi keuangan anak muda. Namun, pengaruh finfluencer juga memunculkan risiko berupa kebingungan informasi, FOMO, ketakutan rugi, dan potensi ketergantungan pada figur digital. Temuan ini menegaskan bahwa keputusan investasi investor pemula Gen Z tidak berlangsung instan, melainkan terbentuk melalui pengalaman digital, pemaknaan, kredibilitas sumber, pertimbangan risiko, dan refleksi personal.
PENYUSUNAN MICRO MODUL BERBASIS PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) BAGI GURU SMK NEGERI 3 JENEPONTO M. Ridwan Tikollah; SYAHIR FADLI; Nurul Chalisa Majiding; Fajriani Azis; Sahade Sahade
Prestise: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/prestise.v5i2.52272

Abstract

This community service program strengthened vocational teachers’ pedagogical and digital competencies in designing Problem-Based Learning (PBL) micro modules aligned with Indonesia’s Merdeka Curriculum. Using a community-based training approach (preparation and needs assessment, concept reinforcement, and hands-on workshops), a team from Universitas Negeri Makassar facilitated training for X teachers at SMK Negeri 3 Jeneponto. Data were collected through observations, informal interviews, and participants’ reflective notes, and were analyzed descriptively to capture competency changes and implementation constraints. Results indicate that participants improved their understanding of micro module structure and key PBL principles, enhanced their ability to formulate authentic, contextual problem scenarios, and increased confidence in using Canva and other digital tools to develop visually engaging teaching materials. As tangible outputs, teachers produced initial drafts of subject-specific PBL micro modules that are ready for refinement and classroom implementation. Persistent challenges included uneven teacher digital literacy and limited student access to digital devices, leading to a practical need for hybrid delivery and printed micro module versions. These findings imply that future programs should incorporate differentiated digital support, provide low-tech design alternatives, and strengthen school–university collaboration to ensure sustainable implementation of innovative learning materials under the Merdeka Curriculum.
PENGARUH FINFLUENCER DAN FOMO TERHADAP MINAT INVESTASI SAHAM GENERASI Z INDONESIA Magfirah Wahyu Ramadhani; Nurul Chalisa Majiding; Sri Utami
Journal of Financial Economics & Investment Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Financial Economics & Investment
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of finfluencers and Fear of Missing Out (FOMO) on the stock investment interest of Indonesian Generation Z. This issue is important because the increasing use of social media as a source of investment information can shape investment interest, but also has the potential to drive decisions influenced by trends and social pressure. This study employs a quantitative approach using a survey design. Primary data was collected via a Likert-scale questionnaire administered to 150 Generation Z respondents who are aware of or follow investment content on social media. The data was analyzed using validity, reliability, correlation, and multiple linear regression tests. The results indicate that finfluencers have a positive and significant effect on stock investment interest. FOMO also has a positive and significant effect on interest in stock investment. Simultaneously, finfluencers and FOMO can explain variations in interest in stock investment. These findings indicate that finfluencers and the psychological driver known as FOMO play a crucial role in shaping Generation Z’s interest in stock investment. This study contributes to the development of behavioral finance research regarding Generation Z’s investment behavior in the digital era.
Peran Mediasi Literasi Keuangan terhadap Digitalisasi, Perilaku Konsumtif, dan Stabilitas Keuangan pada K-popers Gen Z M. Ridwan Tikollah; Nurul Chalisa Majiding; Syahir Fadli; Sahade Sahade
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 10, No 2 (2025): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v10i2.8733

Abstract

Generation Z (Gen Z) is a consumer group whose financial behavior is strongly shaped by digitalization and cultural influences, particularly K-Pop fandom. As digital natives, Gen Z actively uses digital financial services but is also vulnerable to impulsive consumption. This study investigates the mediating role of financial literacy in the relationship between digitalization, consumptive behavior, and financial stability among Gen Z K-Pop fans in Makassar, Indonesia. Using a quantitative explanatory design, data were collected from 100 respondents aged 18–25 years who actively participate in K-Pop fandom activities and conduct digital transactions such as e-wallet usage, online shopping, or concert ticket purchases. Data analysis employed multiple regression and Sobel tests to examine mediation effects.The findings indicate that digitalization positively influences financial stability both directly and indirectly through financial literacy. Financial literacy acts as a partial mediator, strengthening the effect of digitalization on financial stability. In contrast, consumptive behavior does not significantly affect either financial literacy or financial stability. These results underscore the critical role of financial literacy in enabling Gen Z to maintain financial resilience despite the pressures of digital consumption and fandom-driven spending. This research contributes theoretically by integrating perspectives from digital finance, consumer behavior, and financial literacy within a cultural context. Practically, the findings offer insights for educators, policymakers, and financial institutions to design targeted financial literacy programs tailored to the needs of young consumers. Such interventions are essential to foster responsible financial behavior and ensure long-term financial stability in the digital era.