Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang menjadi fondasi penting dalam proses belajar siswa sekolah dasar. Namun, kenyataannya masih banyak siswa kelas I yang mengalami kesulitan dalam membaca, terutama dalam mengenal huruf, mengeja, dan merangkai kata menjadi kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru, serta mengungkap solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas I di SDN Bendul Merisi 408 Surabaya, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi pembelajaran membaca, seperti penggunaan media visual, pendekatan tematik, dan latihan membaca individu maupun kelompok. Hambatan yang dihadapi guru meliputi rendahnya kemampuan awal siswa, minimnya peran orang tua dalam mendukung literasi di rumah, keterbatasan waktu, dan kurangnya media pembelajaran yang menarik. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru mengembangkan media sederhana seperti papan baca berwarna dan membangun komunikasi dengan orang tua agar dapat mendukung pembelajaran di rumah. Kesimpulannya, keberhasilan pembelajaran membaca permulaan di kelas I sangat bergantung pada kreativitas guru, dukungan media pembelajaran yang tepat, serta keterlibatan aktif lingkungan rumah dalam membentuk kebiasaan membaca. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran literasi di tingkat sekolah dasar.