Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Sari Jahe Merah Terhadap Daya Simpan Susu Sapi Pasteurisasi Wilfadri Putra Jonesti; Seftiwan Pratami Djasfar; Dara Juliana; Desi Purwaningsih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2453

Abstract

Susu sapi segar merupakan cairan kaya nutrisi yang menawarkan manfaat kesehatan bagi manusia. Namun, kandungan nutrisinya membuatnya rentan terhadap kontaminasi mikroba, sehingga memerlukan penanganan yang higienis. Pasteurisasi secara efektif melindungi susu dari kontaminasi mikroba, namun pertumbuhan bakteri termotoleran masih bisa dapat terjadi. Penambahan sari jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), yang dikenal karena sifat antibakterinya, diharapkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan meningkatkan umur simpan susu pasteurisasi. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pengaruh penambahan sari jahe merah terhadap daya simpan susu sapi pasteurisasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan susu sapi murni yang dipasteurisasi pada suhu 70-74 °C selama 15 detik. Sari jahe merah ditambahkan ke dalam susu dengan konsentrasi 0%, 1,5%, 2,5%, dan 3,5%. Parameter berupa sifat fisik susu, termasuk pH, aroma, dan warna, diamati setiap 3 jam sekali selama 24 jam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sifat fisik susu yang ditambahkan sari jahe merah, daya simpannya menjadi lebih singkat, sekitar 6-9 jam pada suhu ruangan. Penurunan pH yang signifikan terjadi pada jam ke-24 selama inkubasi. Penambahan sari jahe merah pada susu pasteurisasi tidak memperpanjang daya penyimpanan susu, bahkan mempercepat koagulasi dan perubahan sifat fisik susu. Kata kunci: Jahe Merah, Susu Sapi, Pasteurisasi, Zingiber officinale, Antibakteri
Edukasi Faktor Resiko Penyakit Paru Obstruktif Kronik pada Pasien di RS X Ikhsan Budi; Desi Purwaningsih; Seftiwan Pratami Djasfar; Wilfadri Putra Jonesti; Dara Juliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 1 (2025): Januari: Jurnal Abdimas Kesosi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i1.261

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK merupakan penyakit peradangan yang bisa terjadi dalam jangka waktu yang lama atau kronik. Banyaknya angka mortalitas yang terjadi di seluruh dunia disebabkan oleh berbagai penyakit yang berbahaya. PPOK menjadi salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama banyaknya angka kematian di dunia. Salah satu penyebab utama terjadinya penyakit PPOK adalah terkenanya paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun perokok pasif. Pemberian edukasi tentang bahaya kebiasaan merokok diperlukan agar masyarakat lebih menyadari tentang akibat bahaya yang timbul dari asap rokok yang sering dianggap aman dan tidak memiliki bahaya untuk kesehatan. Kegiatan dilakukan pada bulan Desember 2024 di salah satu RS swasta di Tangerang dengan metode pengisian kuesioner oleh pasien dan dilanjutkan dengan pemberian edukasi mengenai faktor risiko PPOK, Kuesioner yang dibagikan terdiri dari lima bagian yaitu identitas diri pasien perokok, riwayat perokok, lingkungan, riwayat Kesehatan pasien, dan edukasi pasien terkait bahaya merokok. Peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini secara keseluruhan berjenis kelamin laki-laki, dengan rentang usia 21-72 tahun, dan 66.67% merupakan perokok aktif, sedangkan 33.37% merupakan perokok pasif karena mereka tinggal dan sering bersinggungan dengan para perokok aktif. Asap rokok dari perokok aktif dan pasif menjadi penyebab utama terjadinya PPOK. Dari hasil pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa PPOK sangat beresiko terjadi pada laki-laki, lansia, dan perokok aktif yang bisa menyerang paru-paru dan menyebabkan kematian.
EDUKASI FAKTOR RISIKO ASMA EKSASERBASI BERAT PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT X Ikhsan Budi; Desi Purwaningsih; Seftiwan Pratami Djasfar; Dara Juliana; Wilfadri Putra Jonesti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.303

Abstract

Asma merupakan salah satu masalah kesehatan global yang menyerang sekitar 300 juta orang dan menyebabkan ribuan kematian setiap harinya, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Di Indonesia, asma memiliki prevalensi tinggi dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup dan angka kematian. Salah satu kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan kematian adalah eksaserbasi berat asma, yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti infeksi saluran napas, paparan polusi, alergi, serta ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Kurangnya pengetahuan pasien tentang faktor risiko ini berkontribusi terhadap tingginya angka kekambuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Rumah Sakit X dengan tujuan memberikan edukasi kepada pasien asma mengenai faktor risiko eksaserbasi berat dan upaya pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung kepada pasien dan keluarga pasien serta survei untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal pasien. Hasil menunjukkan bahwa hanya 22,22% responden mengetahui faktor risiko eksaserbasi, yang semuanya adalah pasien dengan riwayat asma lebih dari lima tahun. Edukasi ini meningkatkan pemahaman pasien terhadap pengelolaan asma dan pentingnya penghindaran faktor risiko, yang diharapkan dapat menurunkan angka eksaserbasi berat, memperbaiki kualitas hidup, dan menurunkan angka kematian akibat asma.