Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Yang Rasional Di Kabupaten Brebes Dicky Bayu Setiyono; Muhammad Nurul Fadel; Muhammad Khudzaifi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2591

Abstract

Sabun Antibiotik merupakan obat yang digunakan dalam mengobati infeksi bakteri. Namun, penggunaan yang tidak tepat dan tidak berdasarkan anjuran medis dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan penggunaan antibiotik yang rasional di Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan teknik random sampling terhadap 100 responden yang pernah menggunakan antibiotik. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara deskriptif serta uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik (57%) dan penggunaan antibiotik yang cukup (81%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan penggunaan antibiotik (p = 0,006). Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi berkelanjutan dan pemahaman yang baik tentang antibiotik penting untuk mendorong penggunaan yang lebih rasional serta mengurangi risiko resistensi di masa depan.
Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Lip Cream Kombinasi Sari Umbi Bit (Beta Vulgaris L) Dan Sari Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Safira Dinnul Qayyimah; Zaenal Fanani; Muhammad Khudzaifi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2718

Abstract

Lip cream merupakan jenis kosmetik yang digunakan untuk memberikan warna pada bibir. Salah satu jenis tanaman yang dapat memberikan pewarna alami yaitu ada pada umbi bit dan buah naga merah. Senyawa betasianin yang terdapat pada umbi bit dan senyawa antosianin yang ada pada buah naga merah merupakan zat-zat yang memberikan warna alami yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan sediaan lip cream. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah formulasi sediaan lip cream berpengaruh terhadap evaluasi fisik sediaan lip cream kombinasi sari umbi bit dan sari buah naga merah. Pada penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen laboratorium. Formulasi sediaan lip cream yang dibuat menggunakan variasi konsentrasi zat aktif sekaligus pewarna yaitu pada formulasi 1 menggunakan konsentrasi pewarna sari umbi bit sebanyak 5%, sari buah naga merah sebanyak 15%. Pada formulasi 2, sari umbi bit sebanyak 10% dan sari buah naga merah sebanyak 10%. Pada formulasi 3, sari umbi bit sebanyak 15% dan sari buah naga merah sebanyak 5%. Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi, uji organoleptis, pH, homogenitas, daya oles, daya lekat, daya sebar dan iritasi. Seluruh sediaan memiliki aroma vanilla, berbentuk semi padat, homogen dan memiliki daya oles baik, F1 berwarna pink, F2 berwarna pink muda, F3 berwarna coklat muda. Sediaan memiliki pH rata-rata 4,56 – 4,8, nilai daya sebar baik tidak lebih dari 7 cm, dan nilai daya lekat yang lebih dari >60 detik. Uji iritasi telah dilakukan pada responden dan tidak didapatkan tanda iritasi pada kulit responden. Berdasarkan hasil analisis statistik ANOVA One Way terdapat perbedaan signifikan antar formula terhadap nilai uji daya lekat dengan nilai signifikansi <0,001, tetapi tidak dengan nilai pH dan daya sebar dengan nilai signifikansi >0,05. Pada ketiga formula sediaan lip cream yang telah berhasil dibuat dan melalui tahapan evaluasi fisik menunjukkan hasil bahwa sediaan sesuai persyaratan baik.
Optimasi Formulasi Body Lotion Ekstrak Kulit Buah Manggis (Gracinia mangostana L) Menggunakan Kombinasi Asam Setearat Dan Trietanolamin (TEA) Indana Farikha Mawa; Muhammad Nurul Fadel; Muhammad Khudzaifi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3102

Abstract

Kulit sering terpapar radikal bebas dari polutan dan sinar ultraviolet, yang dapat merusak struktur kulit. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung senyawa antioksidan seperti xantone yang berpotensi melindungi kulit. Lotion, sebagai aplikasi lokal, efektif dalam memberikan manfaat perawatan kulit. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lotion ekstrak kulit manggis memiliki aktivitas antioksidan yang baik, tetapi masalah daya sebar dan viskositas perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan formulasi body lotion ekstrak kulit manggis untuk memperoleh stabilitas fisik dan manfaat yang maksimal. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2² dengan dua faktor: konsentrasi asam stearat (6–10%) dan trietanolamin (TEA) (2–3%). Empat formula (F1, F2, F3, F4) diuji berdasarkan variasi konsentrasi tersebut untuk optimasi formulasi. Formula optimum body lotion berbasis ekstrak kulit manggis terdiri dari asam stearat 10% dan TEA 2%, dengan konsentrasi ekstrak sebesar 1,5%. Formula F2 menunjukkan karakteristik fisik terbaik dengan hasil prediksi dan validasi yang sangat mendekati, yaitu pH 7,43, daya lekat 2,27 detik, daya sebar 6,5 cm, dan viskositas 17.440 cP.
Edukasi Penyakit dan Penggunaan Obat Dispepsia pada Lansia Prolanis Rejosari Dawe Kudus Istianatus Sunnah; Muhammad Khudzaifi; Indriati Hapsari; Fadli Akbar Faizin; Sofiana Nur Mardhiyah; Titis Yunita Erditia; Faizal Ardiansyah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5149

Abstract

Dyspepsia is a digestive tract disorder that almost everyone experiences, but some people still do not understand the symptoms that arise. Therapies used are generally over-the-counter and restricted-prescription drugs. Some drugs for dyspepsia disorders have specific uses such as being taken before meals, chewed. The lack of information on the use of dyspepsia drugs will result in less than optimal dyspepsia recovery. The purpose of this activity is to provide education and evaluate the level of understanding of the Rejosari elderly regarding the disease, use and storage of dyspepsia drugs. The initial stages of the activity include observation, licensing, implementation of activities and evaluation. This Community Service activity was attended by 30 Prolanis Rejosari elderly, who completed a questionnaire about dyspepsia, then delivered material and evaluated understanding of the material with a post-test. The questionnaire results showed that the Community Service activity was dominated by elderly women aged 76.7%, housewives (60%), and the highest education level was elementary school (40%). The level of understanding of dyspepsia among the elderly was good (63.3%), and their understanding of the use and storage of dyspepsia medication was good (93.33%). There was no significant relationship between age, gender, and education levels and understanding of dyspepsia (p>0.05). Education through PPT and poster media can improve knowledge and understanding of dyspepsia (p<0.05).   ABSTRAK Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna yang hampir dialami oleh semua orang, tetapi beberapa masyarakat masih belum memahami gejala-gejala yang timbul. Terapi yang digunakan umumnya obat-obat golongan bebas dan bebas terbatas. Beberapa obat untuk gangguan dispepsia memiliki penggunaan secara khusus seperti diminum sebelum makan, dikunyah. Minimnya informasi penggunaan obat-obatan dispepsia akan menyebabkan tidak optimalnya kesembuhan dispepsia. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi serta mengevaluasi tingkat pemahaman lansia Rejosari terhadap penyakit, penggunaan dan penyimpanan obat dispepsia. Tahapan awal kegiatan dengan melakukan observasi, perizinan, pelaksanaan kegiatan serta evaluasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti 30 lansia Prolanis Rejosari, dengan pengisian kuesioner tentang dyspepsia , kemudian penyampaian materi dan evaluasi pemahaman materi dengan postes. Hasil kuesioner menunjukkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat didominasi lansia perempuan usia (76,7%), status pekerjaan ibu rumah tangga (60%), tingkat pendidikan paling banyak SD (40%). Tingkat pemahaman lansia terhadap penyakit dispepsia kategori baik (63,3%) dan pemahaman tentang penggunaa dan penyimpanan obat dispepsia kategori baik (93,33%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, pendidikan terhadap pemahaman tentang dispepsia (p>0,05). Edukasi melalui media ppt dan poster dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit dispepsia (p<0,05).