Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

“Dari Gambar ke Makna: Studi Intertekstualitas Visual dalam Ilustrasi Sastra” Heri Wijayanto, S.Sn., M.
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ilustrasi sastra sebagai bentuk intertekstualitas visual yang aktif dalam membentuk dan menafsirkan makna teks literer. Selama ini, ilustrasi sering diposisikan sebagai pelengkap naratif atau elemen dekoratif semata. Namun, melalui pendekatan teori intertekstualitas dan semiotika visual, penelitian ini membongkar dinamika antara teks dan gambar dalam konstruksi makna sastra. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis interpretatif, studi ini menganalisis ilustrasi dalam karya sastra Indonesia dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2020–2025. Hasil penelitian mengungkap empat kategori utama intertekstualitas visual: eksplisit, simbolik, konseptual, dan kontrapuntal. Ilustrasi tidak hanya menampilkan ulang narasi, tetapi juga membangun relasi teks-gambar yang kompleks, mengandung simbol ideologis, menyuarakan identitas budaya, dan bahkan menantang makna asli dari teks sastra. Ilustrator berperan sebagai co-author yang menyisipkan tafsir visual kritis dan kreatif, memperkaya wacana sastra dalam konteks budaya visual kontemporer. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya literasi visual dalam pendidikan seni dan desain, serta mendorong pengembangan kurikulum yang menjadikan ilustrasi sebagai alat pembacaan kritis dan produksi makna. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengkaji sastra, seniman ilustrasi, desainer, serta pendidik dalam memahami ilustrasi bukan hanya sebagai gambar, tetapi sebagai teks visual yang hidup, dialogis, dan ideologis.
Penguatan Branding Muslim Bali Melalui Kemasan Ramah Lingkungan dan Destinasi Halal Dewi Intan Kurnia; Heri Wijayanto; Zulfa Hasanah; Hakim Nurwahid; Retno Kemuning
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32810

Abstract

Persaingan pasar menuntut pelaku usaha meningkatkan daya saing produk melalui desain kemasan yang menarik, komunikatif, dan bernilai tambah sebagai alat branding. Dalam konteks Muslim Bali, kemasan berperan sebagai media komunikasi visual yang membangun kesadaran merek sekaligus menyampaikan nilai Islami selaras kearifan lokal. Meningkatnya kesadaran lingkungan mendorong penerapan kemasan ramah lingkungan sebagai strategi pemasaran hijau. Namun, desain kemasan produk Muslim Bali yang ada belum optimal menarik minat konsumen dan masih minim prinsip ramah lingkungan. Sementara itu, berkembangnya wisata ramah muslim membuka peluang destinasi halal di Bali yang memerlukan pendekatan visual kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas branding produk dalam konteks muslim bali dengan merancang kemasan yang dibuat menarik dan ramah lingkungan. Permasalahan yang ada ialah desain kemasan yang dirasa kurang optimal dalam meningkatkan daya tarik produk serta masih minimnya konsep ramah lingkungan dimanfaatkan dalam branding. Metode yang digunakan ialah pendekatan edukatif dengan memberikan materi dan pendekatan praktis dengan melakukan kegiatan membuat desain kemasan secara langsung. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peserta semakin memahami pentingnya branding dan desain kemasan. Selain itu, tercipta desain kemasan baru yang lebih menarik dan sesuai dengan konsep ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini membantu memperkuat penampilan visual produk dan mendukung pembentukan konsep destinasi halal yang sesuai dengan ciri khas lokal.
Model Project-Based Visual Campaign Learning untuk Meningkatkan Literasi Media Promosi Digital Siswa SMK Grafika: Pengabdian Aiyah; Heri Wijayanto; Dewi Intan Kurnia; Zulfah Hasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4881

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah paradigma strategi promosi, menuntut sumber daya manusia yang memiliki literasi visual, kemampuan berpikir strategis, serta keterampilan produksi konten kreatif yang adaptif. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang grafika dan desain komunikasi visual memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri kreatif dan media digital. Namun, proses pembelajaran yang masih berorientasi pada teknis perangkat lunak sering kali belum terintegrasi dengan pemahaman strategi kampanye promosi secara komprehensif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi media promosi digital siswa SMK Grafika melalui penerapan Model Project-Based Visual Campaign Learning. Model ini mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dengan perancangan kampanye visual yang menekankan ilustrasi, identitas visual, dan pesan komunikasi yang strategis. Metode pelaksanaan meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan modul, pelaksanaan workshop berbasis proyek, pendampingan, serta evaluasi hasil karya siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep kampanye promosi digital, kemampuan merancang ilustrasi yang komunikatif, serta konsistensi identitas visual dalam media sosial. Model ini dinilai efektif sebagai pendekatan pembelajaran aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif dan dapat direplikasi pada konteks pendidikan vokasional lainnya.
Perancangan Ilustrasi Burung Merak sebagai Maskot Unik Alfin Digital Printing dalam Meningkatkan Brand Awareness Heri Wijayanto; Mochamad Rafli Maulana; Abdian Desri Nanto; Alif Laksana Budimansyah; Muhammad Dzihnin Afif; Syifa Fadillah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20523

Abstract

Alfin Digital Printing merupakan salah satu perusahaan jasa percetakan di Tangerang yang membutuhkan identitas visual kuat agar mampu bersaing di tengah industri percetakan yang kompetitif. Hingga kini, perusahaan belum memiliki maskot sebagai elemen visual khas yang dapat mewakili karakter, nilai, dan citra brand secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ilustrasi maskot burung merak sebagai representasi visual Alfin Digital Printing, guna memperkuat brand awareness di kalangan pelanggan dan masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Design Thinking yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta analisis SWOT untuk memahami kebutuhan visual perusahaan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa ilustrasi maskot burung merak dengan karakter ramah, warna cerah, dan atribut percetakan mampu memperkuat citra brand serta meningkatkan daya tarik promosi perusahaan. Maskot tersebut dirancang fleksibel agar dapat diterapkan di berbagai media promosi cetak dan digital. Kesimpulannya, maskot tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, melainkan juga sebagai media komunikasi visual strategis yang efektif dalam membangun brand awareness dan citra positif Alfin Digital Printing. Kata Kunci: Maskot Ilustrasi, Burung Merak, Design Thinking, Brand Awareness, Identitas Visual.
Beyond Real and Fake: A Hybrid Visual Authenticity Framework for Generative AI in Creative and Media Ecosystems Moh. Ali Wisudawan Prakarsa; Aliyah Aliyah; Heri Wijayanto; Zulfah Hasanah; Widya Octary Setiawardhani
Inspire Global Insight Journal Vol. 1 No. 03 (2026): July Issue, 2026
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/igim.v1i03.19

Abstract

The emergence of generative artificial intelligence has radically transformed the production, dissemination, and interpretation of visual media, precipitating a crisis of confidence regarding visual authenticity—a concept historically predicated upon the indexical nature of photography. This research investigates the reconfiguration of visual authenticity within photography, illustration, and packaging design in the age of generative AI, identifying cross-domain thematic regularities to develop a conceptual model of "hybrid visual authenticity." Utilizing an interpretive qualitative methodology and a multiple case study design, this study conducted visual-semiotic analyses of 40 cases and in-depth interviews with 16 practitioners across the fields of photography, illustration, packaging design, and media studies. Analytical procedures incorporated Barthesian semiotic inquiry and Braun and Clarke’s six-stage thematic analysis, employing triangulation of data sources and methodological approaches to ensure rigor. Findings suggest that visual authenticity in the generative AI context transcends the traditional binary of "genuine" versus "fake," manifesting instead as a multifaceted construct shaped by the interplay of creator intent, process transparency, and underlying socio-cultural and regulatory frameworks. Notably, photography and media studies exhibit the strongest emphasis on transparency, whereas illustration and packaging design display greater openness toward human-AI hybrid practices. Accordingly, this study proposes a Hybrid Visual Authenticity Model, synthesizing frameworks of indexicality, aura, and simulacra into a unified analytical lens for diverse creative domains. This research makes both theoretical and practical contributions: it rearticulates classical concepts of visual authenticity for the generative AI paradigm and offers actionable recommendations for design education, professional associations, the packaging sector, and media policymakers.