Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implikasi Putusan Pengadilan Terhadap Hak Cipta Dalam Industri Musik Indonesia: (Studi Kasus Agnes Monica Muljoto Vs Arie Sapta Hernawan) Ramlin Ahmad; Maria Aryanthi Ledjap; Diah Retnowati; Yossy Aulia Fadli; Iqbal Iqbal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2849

Abstract

Industri musik Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam perlindungan hak cipta, khususnya dalam aspek pembayaran royalti. Studi ini membahas implikasi putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam kasus Agnez Mo vs Ari Bias, yang menjadi preseden penting dalam mekanisme perizinan penggunaan lagu dalam konser. Kasus ini menyoroti perbedaan antara sistem direct licensing dan mekanisme pembayaran royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadilan menegaskan kewajiban memperoleh izin langsung dari pencipta lagu, meskipun penyelenggara konser telah membayar royalti melalui LMK. Putusan ini memicu perdebatan mengenai tanggung jawab utama dalam pembayaran royalti, antara penyelenggara acara dan penyanyi. Perbandingan dengan kasus Ahmad Dhani vs Once Mekel mengungkapkan celah regulasi dalam industri musik terkait hak eksklusif pencipta lagu. Dampak dari putusan ini mencakup perubahan mekanisme perizinan, peningkatan transparansi dalam distribusi royalti, serta kemungkinan revisi regulasi hak cipta guna memberikan kepastian hukum bagi musisi dan pencipta lagu di Indonesia.
Tinjauan Hukum Waris Dalam Hak Cipta Di Era Digital Ramlin Ahmad; Diah Retnowati; Fitriyadi Fitriyadi; Alexander Satria Aji Wibowo; Marni Maryani; Iqbal Tawakal; Muhammad Safi’i
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5855

Abstract

Dalam menghadapi era digital yang penuh dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, transformasi mendalam terjadi dalam domain hak cipta, memunculkan tantangan yang kompleks, terutama dalam aspek hukum waris. Warisan digital menjadi isu yang semakin mendesak, terutama ketika menghadapi kenyataan bahwa banyak aspek hidup dan karya kreatif seseorang sekarang tersimpan dalam bentuk data digital. Bagaimana hak cipta terhadap aset digital ini diturunkan kepada ahli waris menjadi suatu pertanyaan etis dan praktis yang kompleks.Penting untuk memahami bagaimana pengelolaan hak cipta telah berubah seiring dengan evolusi teknologi. Penulisan jurnal ini mengadopsi metode penelitian secara hukum normatif. Dalam melaksanakan penelitian, penulis menggunakan teknik metoda kepustakaan (library research). Sumber-sumber literatur, seperti buku-buku yang dipilih berdasarkan relevansi dengan masalah yang diteliti, menjadi acuan utama dalam mengkaji isu-isu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan implikasi etika dalam hak cipta menjadi fokus dalam mengakomodasi kehendak etis pencipta terkait dengan warisan digital. Dengan pembaruan regulasi, dan kolaborasi global, sistem hukum dapat memastikan bahwa pewarisan hak cipta di era digital dapat dilakukan dengan adil dan efektif.
PERAN BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM JAKARTA DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERDAGANGAN ILEGAL SATWA LIAR Diah Retnowati; Azis Nur Arifin; Ramlin Ahmad
PERAHU (PENERANGAN HUKUM) : JURNAL ILMU HUKUM Vol 14 No 1 (2026): PERAHU (PENERANGAN HUKUM) : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/perahu.v14i1.1846

Abstract

llegal wildlife trade has become a serious environmental crime that threatens biodiversity conservation and ecological sustainability, particularly in urban areas such as Jakarta where trade networks are highly developed. This article aims to analyze the role of the Jakarta Natural Resources Conservation Agency (Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta) in preventing and combating illegal wildlife trade and to assess the effectiveness of conservation law enforcement in an urban context. This research employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches, supported by secondary data derived from legislation, official government reports, and relevant scientific literature. The findings indicate that although BKSDA Jakarta has implemented supervisory and enforcement measures in accordance with Law Number 5 of 1990, its effectiveness remains constrained by limited human resources, weak inter-agency coordination, and inadequate capacity to address digital-based wildlife trade. In addition, the increasing use of online platforms for wildlife trafficking presents new challenges that are not fully accommodated by existing legal instruments. This study concludes that strengthening institutional capacity, improving cross-sectoral coordination, and adapting law enforcement strategies to technological developments are essential to enhance the effectiveness of wildlife protection and conservation law enforcement in urban areas.