Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pelayanan Administrasi, Sarana Prasarana dan Kinerja Pegawai Terhadap Kepuasan Masyarakat Pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Kabupaten Pandeglang Ana Hardiana; Rani Sulastri Maulani; M Dissha Najiah Al Yas'a
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3326

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelayanan administrasi, sarana prasarana, dan kinerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda melalui bantuan SPSS setelah sebelumnya dilakukan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat, di mana kinerja pegawai memiliki pengaruh paling dominan dengan koefisien regresi sebesar 0,611. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung 89,327 dengan signifikansi 0,000, sehingga pelayanan administrasi, sarana prasarana, dan kinerja pegawai secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,782 mengindikasikan bahwa 78,2% variasi kepuasan masyarakat dapat dijelaskan oleh ketiga variabel, sedangkan sisanya sebesar 21,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulannya, peningkatan kepuasan masyarakat hanya dapat dicapai melalui perbaikan terpadu yang mencakup penyederhanaan prosedur pelayanan administrasi, penyediaan sarana prasarana yang memadai, dan penguatan kinerja pegawai secara profesional, sehingga pemerintah daerah perlu menjadikan ketiga aspek tersebut sebagai prioritas utama dalam peningkatan mutu pelayanan publik.
Peran Pemerintah Kota Serang dalam Mengakomodasi Hak Penyandang Disabilitas terhadap Pendidikan Inklusif Rani Sulastri Maulani; Ana Hardiana; M Dissha Najiah Al Yas'a
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Kota Serang dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas terhadap pendidikan inklusif, dengan fokus pada tiga fungsi utama yaitu regulasi, pelayanan, dan pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena sesuai untuk menggambarkan secara mendalam fenomena yang diteliti. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima kategori informan yang terdiri dari pejabat Dinas Pendidikan, kepala sekolah penyelenggara inklusi, guru pendamping khusus, orang tua siswa difabel, dan siswa penyandang disabilitas, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen resmi, regulasi, laporan tahunan, serta data Badan Pusat Statistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi di sekolah inklusi, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pemerintah Kota Serang dalam mewujudkan pendidikan inklusif belum optimal. Pada aspek regulasi, pemerintah telah menunjuk sekolah inklusi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dan Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009, namun belum memiliki Peraturan Daerah yang mengatur secara teknis sehingga pengawasan dan alokasi anggaran tidak berjalan maksimal. Dari sisi pelayanan, jumlah guru pendamping khusus masih terbatas dan sarana prasarana ramah difabel, seperti jalur landai, toilet khusus, dan media pembelajaran adaptif, belum memadai. Fungsi pemberdayaan juga belum berjalan efektif karena pelatihan guru bersifat sporadis dan sosialisasi kepada masyarakat masih minim. Kesimpulannya, pelaksanaan pendidikan inklusif di Kota Serang masih berada pada tahap awal dan membutuhkan penguatan regulasi, peningkatan anggaran, penambahan guru pendamping, serta sosialisasi yang lebih masif untuk menciptakan pendidikan yang setara dan inklusif bagi semua anak.