Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Minat Pemuda Terhadap Digitalisasi di Kota Makassar Suprianto K; A. Agung Adiguna Al Arifin; Subair Subair
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3420

Abstract

Transformasi digital di era Revolusi Industri 4.0 telah mengubah pola interaksi, aktivitas ekonomi, dan pendidikan masyarakat perkotaan, termasuk di Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda terhadap digitalisasi serta mengidentifikasi tantangan yang menghambat optimalisasi pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 120 pemuda berusia 17–30 tahun di Makassar yang aktif menggunakan teknologi digital. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara akses teknologi, peluang ekonomi digital, perkembangan media sosial, serta kebijakan pemerintah terhadap minat pemuda dalam digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat pemuda terhadap digitalisasi berada pada kategori sangat tinggi. Faktor akses teknologi dan perkembangan media sosial menjadi determinan utama, sementara peluang ekonomi digital juga memberikan pengaruh signifikan dalam meningkatkan partisipasi pemuda pada ekosistem digital. Kebijakan pemerintah meskipun berpengaruh, kontribusinya relatif lebih rendah dibandingkan variabel lain. Temuan ini memperlihatkan bahwa infrastruktur digital, keterhubungan sosial melalui platform digital, serta peluang kewirausahaan berbasis teknologi merupakan pendorong utama keterlibatan pemuda. Namun, kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan potensi penyalahgunaan teknologi masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital, pemerataan infrastruktur, dan pengembangan kebijakan yang lebih adaptif untuk memperluas keterlibatan pemuda dalam ekonomi digital. Implikasi hasil studi ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan di tingkat lokal.
Edukasi Manajemen Pre Anestesi pada Pasien yang Akan Menjalani Prosedur Bedah di Rumah Sakit Andi Fitrah Ramadhanty; M Akbar Ali Polanunu; Nurfadillah Nurfadillah; Nurhidayat Tamam Hadi Kisworo; Muhammad Arif Rahman; Muh Nur Ihsan Rasyid; Subair Subair
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 9 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v9i2.598

Abstract

Surgical procedures are medical interventions that require optimal anesthesia preparation to ensure patient safety and comfort during and after surgery. Patients' limited understanding of pre-anesthesia management often gives rise to preoperative anxiety and non-adherence to preoperative instructions, such as fasting before surgery and providing a complete medical history, which can increase the risk of anesthesia-related complications. This community service activity aimed to provide education to patients undergoing surgical procedures on pre-anesthesia management in order to improve their knowledge, compliance, and physical and psychological readiness. The activity was carried out at RSU Wisata UIT, targeting preoperative patients along with their accompanying family members, using lecture methods, question-and-answer discussions, and educational media (leaflets and PowerPoint slides), which began and ended with the administration of questionnaires (pre-test and post-test) to measure changes in participants' anxiety levels. The results showed a decrease in patients' anxiety levels after the education was provided, indicating that pre-anesthesia education intervention is effective in preparing patients for surgical procedures. This activity is expected to serve as a model for a sustainable intervention in efforts to improve the quality of anesthesia nursing care and patient safety in hospitals.