Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Reformulasi Kebijakan Hukum Pengendalian Faktor Risiko Lingkungan Terhadap Kesehatan Ilham Majid; Andi Ervin Novara Jaya; Muhammad Arif Rahman; Muhammad Saiful Fahmi
Jurnal Restorative Justice Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Restorative Justice
Publisher : Universitas Musamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/jrj.v10i1.7825

Abstract

Degradasi kualitas lingkungan, perubahan iklim, urbanisasi, industrialisasi, dan eksploitasi sumber daya alam telah meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat sekaligus memunculkan tantangan baru dalam sistem hukum Indonesia. Meskipun Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan telah menempatkan kesehatan lingkungan sebagai bagian integral dari sistem kesehatan nasional, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala berupa disharmonisasi regulasi, tumpang tindih kewenangan, dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pengaturan hukum mengenai pengendalian faktor risiko lingkungan terhadap kesehatan, mengidentifikasi kelemahan regulasi pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta merumuskan model reformulasi kebijakan hukum yang lebih integratif, preventif, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kebijakan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada terbatasnya regulasi, melainkan belum terintegrasinya rezim hukum kesehatan dan hukum lingkungan dalam satu sistem tata kelola yang harmonis. Reformulasi kebijakan hukum perlu diarahkan pada harmonisasi regulasi, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penerapan paradigma One Health, precautionary principle, prevention principle, dan risk-based regulation. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya pengembangan hukum kesehatan, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi bagi pembentuk kebijakan dalam mewujudkan sistem pengendalian faktor risiko lingkungan yang lebih efektif serta mendukung perlindungan hak atas kesehatan masyarakat.
Edukasi Manajemen Pre Anestesi pada Pasien yang Akan Menjalani Prosedur Bedah di Rumah Sakit Andi Fitrah Ramadhanty; M Akbar Ali Polanunu; Nurfadillah Nurfadillah; Nurhidayat Tamam Hadi Kisworo; Muhammad Arif Rahman; Muh Nur Ihsan Rasyid; Subair Subair
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 9 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v9i2.598

Abstract

Surgical procedures are medical interventions that require optimal anesthesia preparation to ensure patient safety and comfort during and after surgery. Patients' limited understanding of pre-anesthesia management often gives rise to preoperative anxiety and non-adherence to preoperative instructions, such as fasting before surgery and providing a complete medical history, which can increase the risk of anesthesia-related complications. This community service activity aimed to provide education to patients undergoing surgical procedures on pre-anesthesia management in order to improve their knowledge, compliance, and physical and psychological readiness. The activity was carried out at RSU Wisata UIT, targeting preoperative patients along with their accompanying family members, using lecture methods, question-and-answer discussions, and educational media (leaflets and PowerPoint slides), which began and ended with the administration of questionnaires (pre-test and post-test) to measure changes in participants' anxiety levels. The results showed a decrease in patients' anxiety levels after the education was provided, indicating that pre-anesthesia education intervention is effective in preparing patients for surgical procedures. This activity is expected to serve as a model for a sustainable intervention in efforts to improve the quality of anesthesia nursing care and patient safety in hospitals.