Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Project Duration Acceleration using the Crashing Method with Additional Working Hours Menik Ariyanti; Nola Riwibowo; Wahyu Tri Prambudi; Ema Hidayati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3976

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi merupakaan kumpulan sistem pekerjaan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Pada umumnya suatu proyek konstruksi yang dikerjakan akan selalu memiliki resiko yang tinggi. Adapun permasalahan yang sering dihadapi dalam pelaksanaan proyek, mulai dari perencanaan waktu pelaksanaan, tenaga kerja, biaya, peralatan dan sebagainya. Sumber daya direncanakan untuk mencapai target proyek dengan batasan waktu, biaya dan mutu. Selain mutu, waktu dan biaya merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, karena biaya yang akan dikeluarkan pada saat pelaksanaan erat kaitannya dengan waktu pelaksanaan pekerjaan. Ukuran keberhasilan dari suatu proyek dilihat dari waktu penyelesaian yang singkat dengan biaya minimal tanpa mengesampingkan mutu hasil pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan pada suatu proyek membutuhkan tidak hanya sumber daya manusia yang handal, tetapi juga suatu manajemen yang baik. Dengan pengendalian suatu proyek yang baik, percepatan waktu penyelesaian diharapkan dapat secara efektif berjalan tanpa menimbulkan kerugian. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis durasi proyek dan prosentase efektivitas durasi proyek setelah dilakukan percepatan dengan metode crashing pada proyek Pembangunan Kantor Pelayanan Haji dan Umroh Kabupaten Lamongan. Adapun Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan menghitung kebutuhan jumlah tenaga kerja pada kondisi normal, menghitung kebutuhan upah tenaga kerja pada kondisi normal, menghitung produktivitas harian normal, menghitung kebutuhan jumlah tenaga kerja perhari dan menghitung kebutuhan upah tenaga kerja perhari. Berdasarkan analisis data, maka diperoleh hasil perhitungan waktu penyelesaian atau durasi penyelesaian optimum yaitu 160 hari kerja dengan biaya total proyek sebesar Rp. 1,941,293,076. Sedangkan, durasi penyelesaian normal 180 hari kerja dengan biaya total proyek Rp. 1,899.880000. Terjadi pengurangan durasi kerja selama 20 hari kalender dan peningkatan biaya akibat lembur 3 jam sebesar Rp. 41,475,076.
Pemberdayaan Santri Putri Melalui Sosialisasi Desain Tata Ruang Arsitektur Islam Edukatif Untuk Kesiapan Hidup Berkeluarga Dan Bersosialisasi Abdul Ghoffar; Ronalmanto; Meivi Kartikasari; Ema Hidayati; Muhammad Mutammam Musthofa; Indrika Dwi Febianti
Ahmad Dahlan Mengabdi Vol 5 No 1 (2026): ABADI : Jurnal Ahmad Dahlan Mengabdi Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/abadi.v5i1.400

Abstract

Pemahaman tata ruang hunian yang berbasis nilai-nilai Islam sangat penting dalam mendukung kekhusyukan ibadah harian (seperti shalat lima waktu) dan membentuk etos kerja, namun masih banyak santri yang belum menyadari keterkaitan antara desain ruang dan rutinitas sehari-hari tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu serta membuka wawasan mitra pengabdian, yaitu para santri di Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo, agar memahami arsitektur Islam sebagai bekal krusial dalam menghadapi kehidupan dunia kerja dan rumah tangga. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengabdian ini dilaksanakan menggunakan metode ceramah partisipatif, diskusi kontekstual, dan latihan sederhana dalam menyusun tata ruang berbasis nilai Islami. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman santri terhadap aspek dasar tata ruang—seperti orientasi, pengelolaan privasi, efisiensi, dan penerapan nilai etis—yang pada maknanya membuktikan bahwa hunian dan arsitektur bukan sekadar bentuk fisik, melainkan sarana aktif yang dapat mendisiplinkan ibadah dan meningkatkan kualitas spiritual. Hasil pengabdian ini sangat penting karena menegaskan bahwa perancangan rumah Islami merupakan bagian fundamental dari pembentukan karakter sosial yang lebih beretika sejak dini, sekaligus menawarkan metode pendekatan arsitektur religius yang sangat potensial untuk direplikasi di pesantren-pesantren lain.