Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Posyandu Desa Tukamasea Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Musdalifah Syamsul; Ummi Kalsum Marwan; Yermi; Hadzmawaty Hamzah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4139

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting kesehatan anak yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pendidikan ibu, tingkat pengetahuan gizi, dan riwayat pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan status gizi balita. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan teknik tabulasi silang dan uji korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar balita dengan riwayat ASI eksklusif memiliki status gizi baik (83,6%), sedangkan pada kelompok tanpa ASI eksklusif proporsi status gizi baik hanya 68,8%. Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi R = 0,62 yang menunjukkan adanya hubungan kuat dan signifikan antara ASI eksklusif dengan status gizi balita. Faktor pengetahuan gizi ibu juga berhubungan positif dengan status gizi, meskipun tingkat pendidikan formal tidak selalu berkorelasi langsung dengan praktik pengasuhan gizi. Temuan ini menegaskan bahwa ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu berperan penting sebagai faktor protektif dalam menjaga status gizi balita. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya intervensi berbasis edukasi gizi dan peningkatan cakupan ASI eksklusif sebagai strategi kebijakan untuk mendukung pencapaian status gizi optimal pada anak.
Pengaruh Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Daerah Endemis Eyastuti Azis; Masrikat Maya Diana Claartje; Syafruddin; Yermi; Khalikul Fadli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7241

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemis. Faktor lingkungan, seperti genangan air dan kondisi sanitasi, serta perilaku masyarakat, seperti penggunaan kelambu dan pengelolaan sampah, diduga memengaruhi kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kasus DBD di daerah endemis. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 150 rumah tangga di wilayah endemis DBD, yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku masyarakat, pengamatan kondisi lingkungan, dan catatan kasus DBD dari puskesmas setempat. Analisis data menggunakan regresi logistik untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dengan genangan air permanen (OR=3,45; 95% CI: 1,72–6,92) dan perilaku tidak rutin membersihkan lingkungan (OR=2,78; 95% CI: 1,34–5,78) secara signifikan meningkatkan risiko kasus DBD. Faktor lain seperti penggunaan kelambu dan penutup bak air juga berpengaruh, namun tidak signifikan secara statistik. Faktor lingkungan dan perilaku masyarakat berperan penting dalam kejadian DBD. Intervensi promotif dan preventif yang menyasar perubahan perilaku serta perbaikan lingkungan dapat menurunkan risiko penyakit.
Edukasi Pencegahan Hipertensi Melalui Pendekatan “Self-Monitoring Health Card” pada Kelompok Lansia Aktif Yermi; Safridha Kemala Putri
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease commonly found in the elderly and is a major risk factor for heart disease, stroke, and kidney disorders. Elderly people's lack of knowledge about hypertension risk factors and low awareness of routine health monitoring can increase the risk of complications. This community service activity aims to increase elderly people's knowledge and awareness about hypertension prevention through the Self-Monitoring Health Card approach, a self-monitoring card used to record blood pressure and healthy lifestyle behaviors. Implementation methods included health education, training on how to use the health monitoring card, interactive discussions, and pre- and post-activity knowledge evaluations. Results showed an increase in elderly people's knowledge about hypertension risk factors and awareness of routine blood pressure monitoring. The Self-Monitoring Health Card approach has proven effective in increasing elderly participation in maintaining their health. Keywords: Hypertension, Elderly, Health Promotion, Self-Monitoring ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada kelompok lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Kurangnya pengetahuan lansia mengenai faktor risiko hipertensi serta rendahnya kesadaran dalam memantau kondisi kesehatan secara rutin dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pencegahan hipertensi melalui pendekatan Self-Monitoring Health Card, yaitu kartu pemantauan kesehatan mandiri yang digunakan untuk mencatat tekanan darah dan perilaku hidup sehat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan penggunaan kartu pemantauan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia mengenai faktor risiko hipertensi serta peningkatan kesadaran dalam memantau tekanan darah secara rutin. Pendekatan Self-Monitoring Health Card terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi lansia dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Promosi Kesehatan, Self-Monitoring
Implementasi Participatory Epidemiology dalam Pemetaan Risiko Penyakit di Lingkungan Masyarakat Yermi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Environmentally-related diseases remain a public health problem in various regions. Lack of community involvement in identifying and mapping disease risk factors often results in suboptimal disease prevention efforts. Participatory Epidemiology is an approach that involves active community participation in the process of gathering information and mapping disease risks in their environment. This community service activity aims to increase community knowledge and skills in identifying and mapping disease risk factors through a Participatory Epidemiology approach. Implementation methods include health education, disease risk mapping training, group discussions, and community practice of disease risk mapping. Results of the activity indicate increased community knowledge regarding disease risk factors and increased community participation in environmental health monitoring activities. The implementation of Participatory Epidemiology has proven effective in increasing community involvement in environmentally-based disease prevention efforts. Keywords: Participatory Epidemiology, Disease Risk Mapping, Public Health, Community Empowerment ABSTRAK Penyakit berbasis lingkungan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam mengidentifikasi dan memetakan faktor risiko penyakit seringkali menyebabkan upaya pencegahan penyakit menjadi kurang optimal. Participatory Epidemiology merupakan pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengumpulan informasi dan pemetaan risiko penyakit di lingkungan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengidentifikasi serta memetakan faktor risiko penyakit melalui pendekatan Participatory Epidemiology. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pemetaan risiko penyakit, diskusi kelompok, serta praktik pemetaan risiko penyakit di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko penyakit serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemantauan kesehatan lingkungan. Implementasi Participatory Epidemiology terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Kata Kunci: Participatory Epidemiology, Pemetaan Risiko Penyakit, Kesehatan Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat