Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Self-control dengan Game Play Therapy Melalui Media Permainan Tradisional Kalimantan Utara Nurul Hidayah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4267

Abstract

Kasus kekerasan antar-anak di Tarakan meningkat, menunjukkan pentingnya self-control untuk mengendalikan emosi dan perilaku. Namun, kemajuan teknologi membatasi interaksi sosial anak, sementara terapi konvensional kurang menarik, sehingga dibutuhkan metode intervensi yang kreatif dan kontekstual.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Game Play Therapy melalui Media Permainan Tradisional Kalimantan Utara dalam meningkatkan Self-control.Materials and methods. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas 12 anak yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah enam anak. Intervensi dilakukan melalui penerapan Game Play Therapy dengan permainan tradisional Kalimantan Utara yang dilaksanakan dalam beberapa sesi terstruktur. Instrumen penelitian menggunakan Skala Kontrol Diri, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, serta Kendall’s Tau dengan taraf signifikansi α = 0,05.Results. Analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan self-control pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol setelah diberikan intervensi. Hal ini membuktikan bahwa Game Play Therapy berbasis permainan tradisional efektif dalam meningkatkan kemampuan pengendalian diri anak, sekaligus meningkatkan keterlibatan anak dalam proses terapi secara menyenangkan dan bermakna.Conclusions. Game Play Therapy melalui media permainan tradisional Kalimantan Utara terbukti efektif dalam meningkatkan self-control anak. Selain memberikan manfaat psikologis, metode ini juga berkontribusi terhadap pelestarian budaya lokal dan penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian selanjutnya disarankan agar menambah variasi jenis permainan yang lebih menarik dan tetap mengkombinasikannya dengan permainan tradisional.
S.I.A.P. (Sosialisasi & Intervensi Anti-Pelecehan): Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual bagi Karang Taruna Menuju Lingkungan Sosial yang Aman dan Peduli Cici Ismuniar; Nazwa Manurung; Nurul Hidayah; Ari Rahmi Hasfaraini; A.Ahmad Ridha
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1032

Abstract

Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan kapasitas Karang Taruna Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan, dalam merespons isu kekerasan seksual yang mendesak di komunitas pesisir tersebut. Meskipun Karang Taruna memiliki potensi besar, ketiadaan program spesifik dan adanya stigma sosial menjadi penghalang utama. Intervensi yang dilakukan adalah pelatihan psikoedukatif berbasis komunitas dengan pendekatan action research. Kegiatan ini berhasil melibatkan 20 anggota Karang Taruna dan menunjukkan peningkatan pengetahuan kognitif yang sangat signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor posttest sebesar 34%. Secara kualitatif, program ini sukses membentuk dan mengaktifkan Tim Siaga “Karang Taruna Peduli Aman” dengan 10 anggota inti. Tim ini kemudian terbukti mampu melakukan penyuluhan komunitas secara mandiri dan memproduksi konten edukatif digital (video/infografik) yang disebarluaskan di media sosial. Capaian ini menegaskan keberhasilan transfer pengetahuan dan perubahan sikap dari pasif menjadi proaktif, yang merupakan indikasi awal terkikisnya stigma sosial. Program ini telah meletakkan fondasi bagi sistem pencegahan kekerasan berbasis gender yang berkelanjutan dan berbasis komunitas di wilayah Kelurahan Selumit Pantai.