Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Globalisasi Terhadap Pelestarian Budaya Indonesia Sri Yulianti Mozin; Romy Tantu; Sri Rahayu Pakaya; Gendis Eka Fadillah; Ruaida Kadir; Riefqa Dwisagita Laya; Yayu Manjoe; Irzah Nabila Indama; Abdul Hafit Abdullah; Moh Al Rizky K. Ali; Muhammad Riyan Mananu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4395

Abstract

Globalisasi telah mempengaruhi dunia secara keseluruhan, termasuk budaya Indonesia. Ada dua sisi dari globalisasi: satu sisi memungkinkan akses mudah terhadap informasi, teknologi, dan interaksi antar budaya, yang dapat memperkaya adat istiadat lokal dan inovasi baru. Disisi lain, arus masuk budaya asing yang besar dapat melemahkan ikatan nasional dan mengurangi nasionalisme dikalangan generasi muda. Studi ini menggunakan metode kualitatif dan melakukan tinjauan literatur terhadap enam artikel akademik untuk menganalisis bagaimana globalisasi mempengaruhi pelestarian budaya Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa globalisasi menciptakan paradoks: ia memperkaya budaya melalui inovasi tetapi juga mengancam pelestarian tradisi. Pelestarian budaya memerlukan peningkatan karakter pendidikan, penggunaan media digital berbasis kebijaksanaan lokal, dan mengembangkan pusat seni dan budaya diwilayah tersebut. Untuk menyimpulkan, mempertahankan identitas nasional diera modern membutuhkan keseimbangan antara mempertahankan nilai-nilai lokal dan tetap terbuka terhadap globalisasi.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN BERBASIS DIGITAL DI KELURAHAN MOLOSIPAT W KOTA BARAT Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianti Mozin; Nur Annisa Ismail
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan kualitas pelayanan berbasis digital di Kelurahan Molosipat W Kota Barat melalui implementasi sistem informasi pelayanan SI-MOLOSIPAT.W. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber literatur terkait pelayanan publik, e-government, dan konsep kelurahan, serta dokumen pelaksanaan program digitalisasi di Kelurahan Molosipat W. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SI-MOLOSIPAT.W memberikan perubahan signifikan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, ditandai dengan adanya pengajuan surat secara daring, tanda tangan digital, notifikasi real-time, serta peningkatan literasi digital aparatur dan masyarakat. Analisis menggunakan lima indikator SERVQUAL menunjukkan bahwa aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy mengalami peningkatan melalui penyediaan infrastruktur digital, sistem layanan yang lebih akurat, respon petugas yang lebih cepat, keamanan layanan berbasis SSL/TLS, serta pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi optimalisasi sistem, peningkatan kapasitas aparatur, penguatan infrastruktur TI, sosialisasi berkelanjutan, evaluasi layanan, dan kolaborasi lintas-instansi merupakan kunci keberhasilan transformasi digital di tingkat kelurahan. Dengan menerapkan strategi yang tepat, pelayanan digital dapat mewujudkan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif.
TRANSFORMASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMERINTAHAN BERBASIS DIGITAL DI PROVINSI GORONTALO Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianti Mozin; Refais Andrean Korompo
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3327

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana partisipasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi media sosial dimanfaatkan sebagai alat partisipasi masyarakat dalam pemerintahan berbasis digital di Provinsi Gorontalo serta mengidentifikasi bentuk partisipasi publik berdasarkan lima indikator partisipasi masyarakat menurut Oakley (1991), yaitu kontribusi, pengorganisasian, peran dan aksi, motivasi, serta tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, analisis konten akun media sosial resmi pemerintah, dan observasi daring terhadap interaksi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam mendorong partisipasi publik, khususnya sebagai kanal pelaporan masalah, penyampaian aspirasi, dukungan terhadap program pemerintah, serta penyebaran informasi publik. Namun demikian, partisipasi yang terbentuk masih didominasi pada level konsultatif dan informatif, dengan keterlibatan masyarakat yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pengelolaan media sosial dan peningkatan literasi digital guna mendorong partisipasi publik yang lebih kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan dalam pemerintahan berbasis digital.
Peran Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Good Governance Di Era Digital Sri Yulianti Mozin; Vivi Venti Vera Sulila; Adityan N. Yusuf
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i2.251

Abstract

This study, entitled "Public Participation Messages in Achieving Good Governance in the Digital Era," aims to analyze how public participation through digital media can improve the quality of good governance in Indonesia. The background to this research is based on the rapid development of information technology, which has encouraged the formation of new participatory spaces between the public and the government. Research data shows a significant increase in public digital participation, from 40% in 2015 to 85% in 2023, with a projection of 90% by 2025. This coincides with an increase in the good governance index from 50% to 85% during the same period (BPS, 2023; Ministry of Communication and Information, 2024). The method used in this study is a qualitative descriptive approach with secondary data analysis techniques from various official sources such as We Are Social, BPS, and the Ministry of Communication and Information. The theory used refers to Dwiyanto's (2020) perspective on the principles of participation, accountability, and transparency in governance, as well as the opinions of Sukamto (2021) and Rahman & Yuliana (2022) regarding the importance of digital participation as an effective means of public communication. The research results show a positive correlation between increased public digital participation and improvements in the good governance index. Digital media is an effective means for the public to express their aspirations, monitor public policies, and strengthen government transparency and accountability. However, this study also identified challenges in the form of a digital divide and low digital literacy in rural areas (Hidayat, 2023). In conclusion, public participation in the digital era plays a strategic role in realizing good governance. Inclusive policies and equitable access to technology are needed so that all levels of society can actively contribute to the development process, oversight, and transparent and accountable public decision-making.