Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Role of the National Police Super App in Improving the Quality of Public Services in Gorontalo City: A Community Perspective Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianty Mozin; Auralia Davina Salsabila
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) January 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10053

Abstract

This study analyzes the effectiveness of the Polri Super App in improving the quality of public services in Gorontalo City, particularly in digital services such as SKCK, SIM, and STNK administration. Using a qualitative descriptive approach supported by interviews, observations, and documentation, the research applies Duncan's effectiveness indicators—goal achievement, integration, and adaptation—to assess the performance of the application. The findings show that the Polri Super App has facilitated faster, more practical, and easily accessible services, contributing to improved public service effectiveness. However, its implementation remains suboptimal due to persistent obstacles, including additional administrative requirements during SKCK collection, limited public knowledge stemming from inadequate socialization, and unequal digital adaptation among community groups. Younger and digitally literate users adapt more quickly, whereas older, rural, and low-literacy users experience difficulties accessing digital services. Overall, the Polri Super App partially fulfills its intended goals but requires enhanced socialization efforts, improved digital literacy support, and service procedure refinement to optimize its role in strengthening public service delivery in Gorontalo City.
Pemberdayaan Sekolah Kampung Kawan Alam: Edukasi Ekowisata Dan Wirausaha Anak Melalui Inovasi Limbah Pertanian Lusiana; Delvi Suleman; Siti Nurcahyati Abdussamad
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4180

Abstract

Abstract: The community service program was conducted at Sekolah Kampung Alam in Dutohe Village, Bone Bolango Regency, with the primary objective of enhancing children’s skills, creativity, and ecological awareness through the utilization of agricultural waste. The main problem faced by the school is the lack of integration of environmental potential into the curriculum, resulting in limited opportunities for children to gain direct experience in processing local resources. The activities were carried out through socialization, teacher and student training, implementation of simple technologies, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The training materials included compost production, handicrafts made from agricultural waste such as dried banana leaves and corn husks, and digital promotion through social media platforms. The results of the program indicate improvements in three main aspects. First, teachers and students demonstrated increased knowledge regarding the concepts of ecotourism and waste management. Second, there was a positive shift in attitudes, reflected in stronger environmental concern and higher interest in entrepreneurship. Third, skills in processing agricultural waste developed, although they still require continuous improvement. Furthermore, community involvement contributed to the establishment of a holistic, empowered, and sustainable educational ecosystem. This program underscores the role of Sekolah Kampung Alam as both an environmental-based ecotourism education center and a medium for community empowerment. Keywords: agricultural waste innovation; community empowerment; educational ecotourism; nature school Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Kampung Alam Desa Dutohe, Kabupaten Bone Bolango, dengan tujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kesadaran ekologis anak melalui pemanfaatan limbah pertanian. Permasalahan utama sekolah adalah kurangnya integrasi potensi lingkungan ke dalam kurikulum, sehingga anak-anak belum memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah sumber daya lokal. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, implementasi teknologi sederhana, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi pembuatan pupuk kompos, kerajinan tangan dari limbah pertanian seperti daun pisang kering dan klobot jagung, serta promosi digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada tiga aspek utama: pengetahuan guru dan siswa meningkat terkait konsep ekowisata dan pengelolaan limbah, sikap menunjukkan perubahan positif berupa kepedulian lingkungan dan minat berwirausaha yang lebih tinggi, serta keterampilan dalam mengolah limbah pertanian berkembang meskipun masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan masyarakat turut memperkuat terciptanya ekosistem pendidikan yang holistik, berdaya, dan berkelanjutan. Program ini menegaskan peran Sekolah Kampung Kawan Alam sebagai pusat edukasi ekowisata berbasis lingkungan sekaligus media pemberdayaan masyarakat. Kata kunci: ekowisata edukatif; inovasi limbah pertanian; pemberdayaan masyarakat; sekolah alam
Analisis Perencanaan Pembangunan Bendungan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango: Analysis of the Bulango Ulu Dam Development Planning in Bone Bolango Regency Siti Nurcahyati Abdussamad; Zuchri Abdussamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11082

Abstract

Penelitian ini menganalisis perencanaan pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango dalam perspektif kebijakan publik serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas perencanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi dokumentasi dan penelusuran berbagai literatur, seperti jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, laporan pemerintah, dan artikel terkait pembangunan infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan Bendungan Bulango Ulu dilakukan melalui tahapan identifikasi masalah, penyusunan agenda, formulasi kebijakan, implementasi, dan evaluasi. Efektivitas perencanaan dipengaruhi oleh faktor politik, administrasi, serta sosial ekonomi masyarakat. Dukungan kebijakan, koordinasi antarinstansi, kapasitas kelembagaan, dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan. Penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur daerah.
Kualitas Pelayanan Publik Di Kantor Desa Butukan Kec Bokat Kab Buol: Quality of Public Services at the Butukan Village Office, Bokat District, Buol Regency Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianti Mozin
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9532

Abstract

Penelitian ini menganalisis kualitas pelayanan publik di Kantor Desa Butukan, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol dengan menggunakan model SERVQUAL serta menelaah faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara daring yang dilakukan melalui whatsapp call. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan berada pada kategori cukup baik, terutama pada aspek responsiveness dan empathy, didukung oleh sarana prasarana yang memadai dan jaringan internet yang stabil. Namun, kendala seperti pemadaman listrik, gangguan teknis, dan keterbatasan penggunaan teknologi masih memengaruhi konsistensi reliability pelayanan. Faktor SDM, SOP, fasilitas, serta regulasi dan pengawasan internal terbukti berpengaruh terhadap kualitas layanan. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan kapasitas aparatur dan penguatan digitalisasi untuk mewujudkan pelayanan yang lebih efektif dan akuntabel.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengambilan Keputusan Pemerintah Daerah: Studi Kasus Di Kabupaten Gorontalo: Public Participation in Local Government Decision-Making: A Case Study in Gorontalo Regency Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianti Mozin
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9547

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam pemerintahan demokratis, terutama dalam pengambilan keputusan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat, bentuk keterlibatan, serta faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi dalam pengambilan keputusan pemerintah daerah di Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder, meliputi dokumen resmi pemerintah, laporan BPS Kabupaten Gorontalo, dan literatur ilmiah terbaru. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis konten, sehingga memungkinkan pemahaman mendalam mengenai fenomena partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat berada pada tingkat sedang, dengan rata-rata kehadiran forum musyawarah desa sekitar 60 persen. Partisipasi mayoritas terjadi melalui forum musyawarah dan pengawasan proyek, sementara e-participation masih rendah. Faktor yang memengaruhi partisipasi meliputi akses informasi, literasi politik masyarakat, kapasitas aparatur desa, serta persepsi warga terhadap efektivitas aspirasi mereka. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi politik dan digital masyarakat, peningkatan kapasitas aparatur, serta pemanfaatan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pengambilan keputusan pemerintah daerah.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa (Studi Di Desa Huntulohulawa Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo): Community Participation in Village Development (Study in Huntulohulawa Village, Bongomeme District, Gorontalo Regency) Sri Yulianty Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad; Ainun Marsyida Komendangi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9549

Abstract

Pembangunan desa yang berkelanjutan sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, tingkat, serta faktor pendorong dan penghambat partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa Huntulohulawa, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan aparat desa, tokoh masyarakat, serta warga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan masih tergolong terbatas dan cenderung bersifat konsultatif, sementara pada tahap pelaksanaan partisipasi masyarakat relatif tinggi melalui kegiatan gotong royong dan keterlibatan langsung dalam pembangunan fisik. Pada tahap pengawasan, partisipasi masyarakat masih bersifat informal dan belum terorganisasi secara sistematis. Faktor pendorong partisipasi meliputi kuatnya budaya gotong royong, kepemimpinan desa yang terbuka, serta adanya program pemberdayaan dan digitalisasi desa. Adapun faktor penghambatnya antara lain rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pembangunan desa, keterbatasan waktu akibat aktivitas ekonomi, keterbatasan akses informasi, serta rendahnya keterlibatan perempuan dalam forum pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan sangat diperlukan melalui penguatan kapasitas masyarakat, transparansi informasi, serta optimalisasi peran seluruh kelompok sosial guna mewujudkan pembangunan desa yang efektif dan berkeadilan.
Efektivitas Kinerja Organisasi Pada Perangkat Daerah: Effectiveness of Organizational Performance in Regional Devices Sri Yulianti Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10365

Abstract

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memegang peranan strategis dalam keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang mempengaruhi efektivitas kinerja OPD. Melalui tinjauan terhadap berbagai studi terkini, penelitian ini menelaah aspek partisipasi penyusunan anggaran, akuntabilitas publik, gaya kepemimpinan, kualitas pelaporan keuangan, serta implementasi teknologi informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja manajerial OPD sangat dipengaruhi oleh kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi aktif dalam penyusunannya. Selain itu, kualitas laporan keuangan dan kedisiplinan perencanaan pembangunan menjadi indikator utama transparansi instansi. Temuan juga menyoroti pentingnya adaptasi digital melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan urgensi koordinasi lintas sektoral dalam penanganan isu daerah. Kesimpulannya, penguatan kapasitas OPD memerlukan integrasi antara kompetensi sumber daya manusia, kepatuhan pada regulasi, dan modernisasi sistem tata kelola.
PERAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH: TINJAUAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sri Yulianti Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad; I Nyoman Ade Saputra
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak berbagai literatur nasional dan internasional dianalisis berdasarkan tiga kerangka teori utama, yaitu Good Governance, Agency Theory, dan New Public Management (NPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan pilar penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, dan berintegritas. Good Governance menekankan pentingnya keterbukaan dan pertanggungjawaban sebagai fondasi tata kelola publik, Agency Theory menjelaskan bagaimana transparansi dan akuntabilitas mengurangi asimetri informasi dan moral hazard antara pemerintah dan masyarakat, sedangkan NPM menunjukkan bahwa inovasi manajerial dan digitalisasi memperkuat kinerja keuangan daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi ketiga teori tersebut dapat meningkatkan kualitas pengelolaan APBD, memperkuat pengawasan publik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN BERBASIS DIGITAL DI KELURAHAN MOLOSIPAT W KOTA BARAT Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianti Mozin; Nur Annisa Ismail
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan kualitas pelayanan berbasis digital di Kelurahan Molosipat W Kota Barat melalui implementasi sistem informasi pelayanan SI-MOLOSIPAT.W. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber literatur terkait pelayanan publik, e-government, dan konsep kelurahan, serta dokumen pelaksanaan program digitalisasi di Kelurahan Molosipat W. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SI-MOLOSIPAT.W memberikan perubahan signifikan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, ditandai dengan adanya pengajuan surat secara daring, tanda tangan digital, notifikasi real-time, serta peningkatan literasi digital aparatur dan masyarakat. Analisis menggunakan lima indikator SERVQUAL menunjukkan bahwa aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy mengalami peningkatan melalui penyediaan infrastruktur digital, sistem layanan yang lebih akurat, respon petugas yang lebih cepat, keamanan layanan berbasis SSL/TLS, serta pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi optimalisasi sistem, peningkatan kapasitas aparatur, penguatan infrastruktur TI, sosialisasi berkelanjutan, evaluasi layanan, dan kolaborasi lintas-instansi merupakan kunci keberhasilan transformasi digital di tingkat kelurahan. Dengan menerapkan strategi yang tepat, pelayanan digital dapat mewujudkan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif.
TRANSFORMASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMERINTAHAN BERBASIS DIGITAL DI PROVINSI GORONTALO Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianti Mozin; Refais Andrean Korompo
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3327

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana partisipasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi media sosial dimanfaatkan sebagai alat partisipasi masyarakat dalam pemerintahan berbasis digital di Provinsi Gorontalo serta mengidentifikasi bentuk partisipasi publik berdasarkan lima indikator partisipasi masyarakat menurut Oakley (1991), yaitu kontribusi, pengorganisasian, peran dan aksi, motivasi, serta tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, analisis konten akun media sosial resmi pemerintah, dan observasi daring terhadap interaksi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam mendorong partisipasi publik, khususnya sebagai kanal pelaporan masalah, penyampaian aspirasi, dukungan terhadap program pemerintah, serta penyebaran informasi publik. Namun demikian, partisipasi yang terbentuk masih didominasi pada level konsultatif dan informatif, dengan keterlibatan masyarakat yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pengelolaan media sosial dan peningkatan literasi digital guna mendorong partisipasi publik yang lebih kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan dalam pemerintahan berbasis digital.