Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dukungan Orang Tua Dan Prestasi Belajar Anak Down syndrome di Sekolah Luar Biasa (SLB) Intan Intan; Sri Nurhayati Selian
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4427

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap individu, termasuk bagi anak dengan Down Syndrome yang membutuhkan pendekatan pembelajaran khusus sesuai kemampuan mereka. Dalam proses belajar, mereka menghadapi hambatan kognitif, sosial, dan emosional sehingga memerlukan dukungan orang tua yang kuat. Dukungan tersebut berpengaruh besar terhadap kepercayaan diri dan prestasi belajar anak. Namun, masih ditemukan perbedaan tingkat keterlibatan orang tua, sebagian aktif mendampingi sementara lainnya masih kesulitan menerima kondisi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dan prestasi belajar anak dengan Down Syndrome di Sekolah Luar Biasa (SLB). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan dua masalah utama: (1) bagaimana bentuk dukungan orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome, dan (2) bagaimana tingkat prestasi belajar anak dengan Down Syndrome. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskribsikan bentuk-bentuk dukungan orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome di sekolah luar biasa (SLB) dan mengetahui tingkat prestasi belajar anak dengan Down Syndrome di sekolah luar biasa (SLB) . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam suatu fenomena sosial melalui pengumpulan data lapangan sebagai sumber utama, seperti hasil wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan 3 subjek anak Down Syndrome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memberikan dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan melalui perhatian, pendampingan belajar, serta komunikasi dengan guru. Dukungan tersebut berpengaruh positif terhadap motivasi dan prestasi anak dengan Down Syndrome di SLB Negeri, yang menunjukkan peningkatan kemampuan belajar berkat peran keluarga dan lingkungan sekolah yang inklusif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan peran orang tua, kerja sama dengan guru, serta penerapan pembelajaran adaptif untuk mendukung perkembangan anak dengan Down Syndrome
Implementasi Teknik Shaping Untuk Membentuk Kebiasaan Mencuci Tangan Pada Anak Usia Dini Intan Intan; Endang Setianingsih
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2026): April-Juni, Ilmu Sosial dan IPA
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xjav4b62

Abstract

This study aimed to examine the implementation of the shaping technique in developing handwashing habits among early childhood children. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest method. The participants were 15 children aged 4–5 years selected through purposive sampling. Data were collected using an observation checklist that assessed children's handwashing behavior before and after the intervention. The shaping technique was implemented gradually by reinforcing behaviors that increasingly approximated the target behavior through positive reinforcement, including verbal praise and reward stickers. The intervention was conducted over four weeks. The findings indicated a significant improvement in children's handwashing habits after the implementation of the shaping technique. Children became more independent in washing their hands, consistently used soap, and followed the correct handwashing procedures. These results suggest that the shaping technique is an effective behavior modification strategy for establishing healthy hygiene habits in early childhood. The study concludes that the systematic application of shaping can support teachers and parents in promoting clean and healthy behaviors from an early age, thereby contributing to disease prevention and children's overall well-being.