Saputra Hadiwinarto
Universitas 17 Agustus1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Restrukturisasi Kredit Sebagai Strategi Preventif Bank Dalam Menghindari Pengambilalihan Aset Debitur (AYDA) : Studi Kasus pada BPR Lawu Artha Purwodadi Saputra Hadiwinarto; Hwihanus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4429

Abstract

Restrukturisasi kredit merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga stabilitas keuangan bank sekaligus membantu nasabah menghadapi kesulitan pembayaran. Artikel ini mengulas bagaimana BPR Lawu Artha menerapkan kebijakan restrukturisasi sebagai langkah awal sebelum melakukan eksekusi terhadap Agunan yang Diambil Alih (AYDA). Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada penyelamatan aset bank, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial lembaga keuangan terhadap nasabah. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan metode deskriptif kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa restrukturisasi mampu menjaga hubungan baik antara bank dan debitur serta menekan potensi kerugian akibat kredit macet.
Dampak Pengaruh Sosial Ekonomi Penggusuran Masyarakat Kampung Tua Tembesi Tower Kecamatan Sagulung, Batam (Studi Kasus Penggusuran Kampung Tua Tembesi Tower, Sagulung Batam) Saputra Hadiwinarto; Abdul Halik; Siti Mujanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial ekonomi yang dialami masyarakat akibat penggusuran rumah dan lahan di Kampung Tua Tembesi Tower, Sagulung, Batam. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) dengan menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung, survey lokasi penggusuran dan sebagiannya berbasis dokumen (laporan media, laporan Ombudsman, pernyataan perusahaan, dan sumber sekunder lainnya) untuk mengidentifikasi konsekuensi langsung dan tidak langsung atas proses penertiban lahan pada awal Januari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggusuran memicu hilangnya hunian dan aset material, gangguan mata pencaharian (termasuk kehilangan usaha mikro dan akses kerja), penurunan pendapatan rumah tangga, disrupsi layanan pendidikan dan kesehatan, serta dampak psikososial dan erosi modal sosial komunitas. Temuan juga menunjukkan adanya masalah tata kelola pertanahan dan indikasi maladministrasi yang direkomendasikan untuk ditindaklanjuti oleh Ombudsman. Artikel ini menyimpulkan dengan rekomendasi kebijakan praktis: kompensasi yang adil dan transparan, relokasi partisipatif, pemulihan mata pencaharian, mekanisme kompensasi jangka panjang, dan penguatan mekanisme pengaduan serta monitoring independen untuk memastikan pemulihan sosial-ekonomi.