Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Karyawan Lokal Mengenai Dampak Cultural Intelligence Ekspatriat Terhadap Knowledge Transfer Pada Perusahaan Di Soloraya Ihsyan Kolefiyan; Ajietama Imam Wiyoga; Lutfiah Pratiwi Hasanah; Indra Pratama; Muhammad Yusuf Ariyadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4470

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelidiki pandangan karyawan lokal mengenai Cultural Intelligence (CQ) ekspatriat serta dampaknya terhadap keberhasilan Knowledge Transfer di perusahaan yang berada di Soloraya. Tantangan muncul akibat adanya perbedaan dalam budaya, bahasa, serta cara berkomunikasi yang sering kali menghalangi interaksi antara ekspatriat dengan karyawan lokal. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei. Sampel yang digunakan terdiri dari 122responden karyawan lokal yang pernah berinteraksi langsung dengan ekspatriat. Alat ukur penelitian berupa kuesioner yang didasarkan pada skala Likert lima poin, dan analisis data dilakukan dengan teknik Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa Cultural Intelligence memiliki dampak signifikan terhadap Knowledge Transfer, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Cross-Cultural Communication sebagai mediator. Semua indikator menunjukkan nilai loading factor > 0,70, Cronbach’s Alpha > 0,70, dan AVE > 0,50, sehingga alat ukur penelitian dinyatakan valid dan dapat diandalkan. Hasil ini menegaskan bahwa semakin baik pemahaman dan adaptasi ekspatriat terhadap budaya lokal, semakin efisien pula proses Knowledge Transfer yang berlangsung. Oleh karena itu, CQ berperan penting dalam meningkatkan efektivitas interaksi antar budaya di perusahaan multinasional.
Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Credit Intention to Use Peran Sikap dalam Mengadopsi Layanan Fintech dan Layanan Perbankan Konvensional: Studi Kasus pada Pelaku UMKM di Indonesia Menggunakan Pendekatan Theory Acceptance Model Lutfiah Pratiwi Hasanah
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i7.7943

Abstract

Inklusi keuangan pada era digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempertimbangkan berbagai sumber pembiayaan, baik melalui layanan teknologi keuangan (fintech) maupun layanan perbankan konvensional. Namun, perbedaan karakteristik akses, risiko, dan tingkat kepercayaan terhadap kedua layanan tersebut menyebabkan faktor pembentuk niat mengambil kredit masih perlu dikaji secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap credit intention to use serta menguji peran mediasi sikap dalam mengadopsi layanan fintech dan layanan perbankan konvensional berdasarkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain survei cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 151 pelaku UMKM di Indonesia dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat mengambil kredit, sikap terhadap layanan perbankan konvensional, dan sikap terhadap layanan fintech. Selain itu, sikap terhadap layanan perbankan konvensional terbukti memediasi hubungan antara literasi keuangan dan niat mengambil kredit, sedangkan sikap terhadap layanan fintech tidak menunjukkan efek mediasi yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun UMKM memiliki penerimaan positif terhadap fintech, layanan perbankan konvensional masih menjadi jalur yang lebih kuat dalam membentuk keputusan kredit karena faktor keamanan, legitimasi, dan kepercayaan institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi keuangan dan penguatan kredibilitas layanan keuangan menjadi strategi penting dalam mendorong keputusan pembiayaan UMKM yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.