Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Pemahaman Pekerja Kontraktor Dalam Identifikasi Risiko Pribadi Pada Proses Pemboran PT. P Di Kalimantan Timur (Studi Kasus: Semester 2 Tahun 2025) Ishackh Ishackh; Kholil Kholil; Soehatman Ramli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah Pengetahuan Individu, Aplikasi dan Pengalaman serta Budaya K3 berpengaruh secara signifikan Terhadap Pemahaman Identifikasi Risiko pada kegiatan Pemboran di PT. P Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Mix Methode dengan penyebaran kuesioner dan wawancara sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Sampel dalam penelitian ini adalah semua pekerja kontraktor di PT. P Kalimantan Timur pada bagian Rig, Pemeliharaan, Pengawas, HSE dan Supervisor. Metode analisis data yang digunakan adalah SEM-PLS dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi4. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan variabel bebas Pengetahuan Individu (X1) sebesar 0,004, hal ini menunjukkan nilai signifikan (0,004) < 0,05 yang artinya variabel Pengetahuan Individu (X1) berpengaruh signifikan terhadap pemahaman identifikasi risiko (Y). Nilai signifikan variabel Aplikasi dan Pengalaman (X2) sebesar 0,000, hal ini menunjukkan nilai signifikan (0,000) < 0,05 yang artinya variabel Aplikasi dan Pengalaman (X2) berpengaruh signifikan terhadap pemahaman identifikasi risiko (Y). Nilai signifikan variabel bebas Budaya K3 (X3) sebesar 0,000, hal ini menunjukkan nilai signifikan (0,000) < 0,05 yang artinya variabel Budaya K3 (X3) berpengaruh signifikan terhadap pemahaman identifikasi risiko (Y) serta nilai F Square 0,155 hal ini dapat diartikan bahwa ketiga variabel independent secara bersama-sama memilihi pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman identifikasi risiko (Y). Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan Individu (X1), Aplikasi dan Pengalaman (X2) dan Budaya K3 (X3) berpengaruh secara signifikan Terhadap pemahaman identifikasi risiko (Y).
Synergizing Safe Behaviour, Safety Leadership, and Safety Communication: A Sociological Analysis of Safety Culture Formation and Operational Excellence in High-Risk Industries Arief Zulkarnain; Puji Lestari; Kholil Kholil
Baileo: Jurnal Sosial Humaniora Vol 3 No 2 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/baileofisipvol3iss2pp353-371

Abstract

This study investigates the sociological dynamics shaping the formation of safety culture and its role in achieving operational excellence within high-risk industries. Despite widespread adoption of safety policies, organizations in Indonesia’s oleochemical sector remain limited by compliance-based practices that neglect the social, cultural, and communicative dimensions of workplace safety. Adopting a post-positivist paradigm and a sequential explanatory mixed-methods design, the research integrates quantitative analysis using Structural Equation Modeling (SEM-Lisrel) of 421 employee responses with qualitative thematic analysis through MAXQDA. The results reveal that safe behaviour, safety leadership, and safety communication jointly explain 87.2% of the variance in safety culture and 91.3% in operational excellence, with safety communication emerging as the strongest determinant linking policy to practice. Qualitative findings highlight safety as a socially constructed system grounded in trust, dialogue, and shared meaning, reinforced through practices such as Gemba Walks, Safety Talks, and Toolbox Meetings. The study’s novelty lies in its integrative sociological framework that unites behavioural, leadership, and communication dimensions of safety culture, traditionally treated separately, within a social systems perspective. Theoretically, it advances organizational and industrial sociology by conceptualizing safety culture as a dynamic interplay of structure, agency, and communication, offering both analytical depth and practical insight for sustainable safety management.
Pengaruh Corporate Governance, Pertumbuhan Perusahaan dan Kebijakan Hutang terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Teknologi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021 Amzi Jmy; Heri Ispriyahadi; Kholil Kholil
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 5 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i2.8587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh corporate governance, pertumbuhan perusahaan, dan kebijakan hutang terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2017–2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan time series selama 5 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor teknologi yang diklasifikasikan berdasarkan IDX Industrial Classification (IDX-IC). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh 8 perusahaan dengan total 40 observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan yang telah diaudit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, dewan komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kebijakan hutang juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Namun, secara simultan, variabel kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dewan komisaris independen, pertumbuhan perusahaan, dan kebijakan hutang berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan dengan nilai F hitung 2,810 > F tabel 2,494 dan p-value 0,039 < 0,05. Dengan demikian, variabel-variabel tersebut secara bersama-sama memengaruhi kinerja keuangan perusahaan sektor teknologi di BEI.
ANALISIS PENGUMPULAN BEHAVIOR-BASED SAFETY OBSERVATION (BBSO) DAN LOST TIME INJURY (LTI) STUDI KASUS: DI PROYEK SUMBAWA LIQUEFIED NATURAL GAS (LNG) TERMINAL & REGASIFICATION FACILITY Affan Suryoatmojo; Kholil Kholil; Tatan Sukwika
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/wqqejn42

Abstract

Penelitian ini menelaah hubungan antara implementasi Behavior-Based Safety Observation (BBSO) dan kejadian Lost Time Injury (LTI) pada proyek EPC sektor energi, dengan studi kasus Sumbawa LNG Terminal & Regasification (SLTR). Desain penelitian bersifat kuantitatif-eksplanatori (potong lintang) menggunakan PLS-SEM. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert (n = 153 responden), dilengkapi esai wawancara tertulis (n = 28) dan dokumen pendukung terbatas (rekam BBSO pra-insiden). Hasil menunjukkan bahwa kuantitas pengumpulan observasi (X1) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja keselamatan terhadap kecelakaan LTI (Y). Sebaliknya, konteks kerja (X2) dan terutama tindak lanjut observasi (X3) berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko kecelakaan LTI. X1 berasosiasi dengan peningkatan X2 dan X3, namun tanpa mutu isi dan tindak lanjut yang tepat, peningkatan jumlah kartu tidak bermakna bagi outcome keselamatan. Temuan kualitatif menegaskan adanya kendala pada konsistensi tindak lanjut, keterbatasan personel dedikasi, serta kecenderungan administratif dalam pelaporan. Rekomendasi mencakup penunjukan pengelola BBSO khusus, penerapan komitmen waktu dan kualitas tindak lanjut berbasis risiko, serta penguatan kualitas dokumentasi dan analisis bahaya agar observasi menjadi landasan tindakan pencegahan yang terukur.
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN EFEKTIFITAS KERJA KARYAWAN DI PT SUCOFINDO CABANG PONTIANAK Dian Ansari; Edison Sembiring Colia; Soehatman Ramli; Kholil Kholil
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/9jxx8d60

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Pengaruh Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) terhadap Produktivitas kerja dan terhadap Efektifitas Kerja Karyawan Di PT Sucofindo Cabang Pontianak. Metode yang digunakan dalam pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey dengan metode analisis kasual statistic menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Peneliti melakukan survei dan pengambilan data menggunakan Tehnik pengambilan sampel dengan stratified random sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 172 orang responden yang merupakan karyawan di PT. Sucofindo Cabang Pontianak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mampu memberikan pengaruh terhadap Produktivitas Kerja sebesar 95,1% dan sisanya 4,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mampu memberikan pengaruh terhadap Efektivitas Kerja sebesar 96,2% dan sisanya 3,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.