Angelica Margaret Sitorus
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Penanganan ESKA Berbasis Sektor Daring di Indonesia: (Studi Kasus Kerja Sama Pemerintah dan End Child Prostitution, Child Pornography, and Trafficking of Children for Sexual Purposes 2021–2024) Angelica Margaret Sitorus; Roberto Octavianus Cornelis Seba; Christian H.J de Fretes
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5045

Abstract

Online commercial sexual exploitation of children (CSEC) is growing alongside advances in digital technology, requiring strong collaboration between the Indonesian government and non-governmental organizations such as ECPAT Indonesia. Although the government has established various regulations, including the Child Protection Law, the Electronic Information and Transactions Law, and ratified the UN Optional Protocol, the dynamics of cybercrime demand more adaptive handling strategies. This study uses a descriptive qualitative method through a literature review of government documents, international agency reports, and academic publications to analyze the form and effectiveness of government-ECPAT collaboration in the 2021-2024 period. The results show that cooperation has been realized through law enforcement training, public awareness campaigns, regulatory drafting, joint research, and strengthening of case reporting mechanisms, despite challenges such as low reporting rates, the complexity of tracking anonymous perpetrators, digital literacy gaps, and limited assistance services in rural areas. These findings emphasize the importance of continuous synergy among actors to strengthen child protection in the digital space and optimize comprehensive prevention and handling of ESKA
MODEL PENGUATAN SOLIDARITAS JEMAAT MELALUI AKSI SOSIAL PEMBAGIAN SAYUR: KOLABORASI MAHASISWA KPK FISKOM UKSW DENGAN GBI OLA ET LABORA BUKSULING SALATIGA Rizki Amalia Yanuartha; Syaloomita Asrilla Sagala; Angelica Margaret Sitorus; Astrid Meicadila; Shella Angelia
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adimas.v10i1.11629

Abstract

Di era modern dengan masyarakatnya yang individualis, solidaritas sosial menjadi aspek utama dalam memperkuat hubungan antarindividu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun solidaritas jemaat melalui aksi sosial pembagian sayur, oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bersama Gereja Bethel Indonesia (GBI) Ola et Labora Buksuling, Salatiga. Kegiatan berfungsi sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan pangan dan memperkuat kebersamaan serta kepedulian dalam komunitas gereja. Analisis menggunakan pendekatan interdisipliner, mengacu pada teori solidaritas sosial Émile Durkheim, teori religiusitas Glock & Stark, serta teori hierarki kebutuhan Maslow. Solidaritas sosial tercermin dalam aksi kolektif yang mempererat hubungan antarjemaat melalui pembagian sayur, sementara religiusitas menjadi faktor pendorong keterlibatan individu dalam tindakan prososial. Selain itu, teori Maslow menunjukkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan sosial jemaat. Pelaksanaan program melalui metode Participatory Action Research (PAR) mencakup tahapan: planning, action, dan member checking. Planning melalui Focus Group Discussion (FGD) dan observasi lapangan untuk menentukan sasaran penerima manfaat. Implementasi pembagian sayuran dilakukan secara berkala, disertai edukasi tentang pola makan sehat. Evaluasi melalui wawancara dan diskusi reflektif bersama jemaat untuk mengukur efektivitas program. Hasil pengabdian menunjukkan kegiatan berhasil menunjukkan solidaritas sosial dalam komunitas gereja, mempererat hubungan antarjemaat, serta menumbuhkan kesadaran pola makan sehat. Program ini juga memberikan manfaat psikososial rasa memiliki dan keterlibatan jemaat dalam komunitas. Kegiatan ini berpotensi direplikasi sebagai model pembangunan sosial berbasis komunitas yang berkelanjutan.Â