Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Komparasi proses pengadaan bahan pustaka dalam pengembangan koleksi perpustakaan perguruan tinggi Dedy Hermawan
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 9, No 2: Desember 2021
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.382 KB) | DOI: 10.18592/pk.v9i2.5513

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengadaan bahan pustaka dengan menggunakan perbandingan studi kasus pada Perpustakaan Institut Pertanian Bogor, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Perpustakaan Pelamonia Kesdam VII Wirabuana  Makassar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengadaan bahan pustaka pada perpustakaan. Metode yang digunakan merupakan sebuah studi literatur seperti jurnal dan buku serta bahan bacaan lain yang memuat tentang pengadaan bahan pustaka. Penelitian diperoleh melalui teori yang berkaitan dengan pengadaan bahan pustaka di perpustakaan yakni pengembangan koleksi, akuisisi, jenis bahan pustaka, kriteria, serta metode pengadaan bahan pustaka. Hasil yang didapatkan yakni pertama pada perpustakaan Universitas Pertanian Bogor melakukan pengadaan atau pembelian dengan cara swakelola, pengadaan dengan lelang serta mengalokasikan sumber dana masyarakat guna melanggan buku terbitan dari dalam negeri, jurnal, jurnal elektronik serta ebook. Kedua dari perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan pengadaan bahan pustaka dengan cara pembelian, tukar menukar, hadiah. Ketiga, pengadaan bahan pustaka oleh perpustakaan Pelamonia Kesdam VII Wirabuana tidak jauh berbeda dengan perpustakaan perguruan tinggi lainnya. Sistem kegiatan pengadaan koleksi yang dilakukan yaitu dengan melakukan pembelian, sumbangan serta partisipasi mahaiswa. Proses pengadaan koleksi yang diadakan oleh perpustakaan perguruan tinggi yang dijadikan studi kasus masih banyak kekurangan terutama pada jaringan koneksi dari luar sehingga sistem pengadaan bahan pustaka menjadi kurang maksimal.
Akuisisi bahan pustaka pada Perpustakaan Akademi Film Yogyakarta Dedy Hermawan
Al-Kuttab : Jurnal Kajian Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 3, No 1 (2021): Al-Kuttab: Jurnal Kajian Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ktb.v3i1.3348

Abstract

ABSTRACT The discussion of this article is about the acquisition of library materials with a study study at the Yogyakarta Film Academy Library. The purpose of this determination is to determine the acquisition of library materials in the library. The method used in this research is a qualitative method. Qualitative methods focus attention to a variety of methods, using triangulation methods that reflect efforts to gain a deep understanding of the phenomenon under study. The results of this study indicate that the acquisition or procurement of library materials carried out by the Yogyakarta Film Academy library carries out acquisition activities using the process of buying, giving or gifts, and cooperation. The three acquisition activities are considered effective to increase the collection in the library. It is suggested that the process of library material acquisition activities be further improved in terms of purchasing, gifts, and cooperation. Collaboration that is not limited to university libraries, public libraries or other related institutions. There is still a lot of work and library material acquisition activities that have not been carried out by the Yogyakarta Film Academy libraries, such as exchanges, deposits, and self-publishing. Keywords: Acquisition, Library material, Collection development, Library ABSTRAK Pembahasan artikel ini adalah mengenai akuisisi bahan pustaka dengan studi kajian pada Perpustakaan Akademi Film Yogyakarta. Tujuan dari penetian ini yakni guna mengetahui kegiatan akusisi bahan pustaka di perpustakaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode kualitatif. Metode kualitatif berfokus perhatian kepada berbagai macam metode, penggunaan metode triangulasi yang mencerminkan upaya guna memperoleh pemahaman yang  mendalam terhadap suatu fenomena yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan akuisisi atau pengadaan bahan pustaka yang dilakukan oleh perpustakaan Akademi Film Yogyakarta melakukan kegiatan akuisisi dengan menggunakan proses pembelian, pemberian atau hadiah, serta kerjasama. Ketiga kegiatan akuisisi tersebut dinilai efektif untuk memperbanyak koleksi pada perpustakaan. Disarankan agar proses kegiatan akuisisi bahan pustaka lebih ditingkatkan dari sisi pembelian, hadiah, dan kerjasama. Kerjasama yang tidak terbatas kepada perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan umum ataupun lembaga-lembaga lain yang terkait. Masih banyak pekerjaan serta kegiatan akuisisi bahan pustaka yang belum dilakukan oleh perpustakaan Akademi Film Yogyakarta seperti tukar menukar, titipan, dan terbitan sendiri. Kata Kunci: Akuisisi, Bahan Pustaka, Pengembangan Koleksi, Perpustakaan
Strategi Pengelolaan Program Promosi Kesehatan Oleh Mahasiswa STIKes Husada Borneo Dalam Organisasi Kampus Hermawan, Dedy
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 6 (2024): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore strategies for managing health promotion programs conducted by university students, focusing on STIKes Husada Borneo. The findings reveal that managing such programs faces various challenges, including limited resources, lack of management experience, and insufficient standardized evaluation. However, significant potential lies in engaging students as agents of change in promoting health. A data-driven approach is required to ensure the program is more relevant to students' needs. Furthermore, structured training and intensive mentoring can enhance students' capacity to plan, execute, and evaluate programs effectively. Collaboration with external institutions, such as the Health Department and non-governmental organizations, serves as a key strategy to strengthen the program through additional resource support. The campus can act as a facilitator to bridge the relationship between students and external parties, ensuring the sustainability of such collaborations. These programs also require valid evaluation tools to measure their impact on students' knowledge, attitudes, and behaviors. With proper implementation, health promotion programs will not only improve students' well-being but also serve as models for adoption by other educational institutions. In conclusion, these programs play a crucial role in shaping a health-conscious younger generation, supporting the Ministry of Health's mission to build a healthier and more productive society.
Implementasi Media Komunikasi Bagi Mahasiswa Perekam Medis Sebagai Penyedia Informasi Kesehatan Hermawan, Dedy; Apriyanti, Firda; Hatna, Hatna
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 14 No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v14i03.994

Abstract

This research examines the utilization of communication platforms by medical record students to disseminate health information effectively. In today's information-driven era, especially within healthcare, the role of efficient communication tools is paramount. The study investigates how various media, including social media, electronic health records, and traditional channels, enhance the ability of medical record students to distribute accurate health information. Qualitative methods are employed to analyze the effectiveness of these communication channels in educating the public about health issues. The findings suggest that utilizing these platforms not only enhances students' proficiency in managing health information but also contributes to improving public health literacy. The study underscores the significance of integrating modern communication technologies into health education curricula. This integration is crucial for equipping future healthcare professionals with the skills needed to serve as trustworthy sources of health information.
Tinjauan Ketepatan Pengkodean Penyakit pada Rekam Medis Pasien di Rumah Sakit Tk. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin Apriyanti, Firda; Hermawan, Dedy; Annisa, Annisa
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 14 No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v14i03.996

Abstract

Medical recorders in assigning disease codes appropriately according to the classification applied in Indonesia use the International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10 (ICD-10) guidelines on diseases and medical actions in health services and management so that there are no errors in determining disease diagnoses and actions to be taken to patients. Determination of the diagnosis of the disease and the actions that will be taken to the patient. Based on preliminary studies conducted at the Tk. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin Hospital in January 2023, it was found that there were still incompletely written disease diagnoses and incorrect disease diagnosis codes with ICD-10. The purpose of this study was to determine the completeness of the writing of disease diagnoses and the accuracy of disease coding in patient medical records. This type of research is descriptive quantitative. The research design used a cross sectional approach. Sampling was carried out using purposive sampling method based on the number of patient medical records on January 2 - January 28, 2023 and obtained 96 patient medical records. Data collection methods using observation and questionnaires. The conclusion is that in 96 patient medical record files at the Tk. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin Hospital there are 12 incomplete diagnoses filled in and there are 3 incorrect disease diagnosis codes, the cause is because the diagnosis coder has never attended training related to coding competence.
Edukasi Peran Satgas PPKS Guna Menghindari Terjadinya Masalah Kesehatan Berupa Cemas dan Depresi pada Mahasiswa Baru STIKes Husada Borneo Apriyanti, Firda; Hermawan, Dedy; Mountain, Atifa Dwi Rakhya; Hatna, Hatna; Hantingan, Joneri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2650

Abstract

Pelecehan seksual bisa dimulai dari ungkapan verbal yang tidak senonoh, perilaku tidak senonoh (mencolek, meraba, mengelus, memeluk), mempertunjukkan gambar porno/jorok, serangan dan paksaan yang tidak senonoh seperti memaksa mencium atau memeluk. Pelecehan seksual memiliki banyak efek buruk bagi psikologis korban yang dapat menyebabkan rasa takut, malu, marah, kacau, kebingungan, ketidakmampuan untuk bertindak, cemas, gangguan tidur, sulit konsentrasi, hilangnya rasa percaya diri, perasaan terisolasi (sendiri), self harm dan dapat berakhir pada depresi. Edukasi peran Satgas PPKS dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual guna menghindari terjadinya cemas dan depresi pada mahasiswa baru STIKes Husada Borneo ini tidak hanya akan meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang peran Satgas PPKS di lingkungan kampus tetapi juga mengajak agar bisa bersama mencegah terjadinya kekerasan seksual yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan mental. Pelaksanaan edukasi dievaluasi dengan cara mengajukan pertanyaan kepada responden sebelum penyuluhan dimulai (pre-test) dan kemudian mengajukan pertanyaan kembali setelah penyuluhan selesai (post-test). Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa mahasiswa baru STIKes Husada Borneo yang sebelumnya memiliki pengetahuan yang kurang akhirnya memiliki pengetahuan yang baik dilihat dari pencapaian kegiatan pre test-post test. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan mahasiswa baru STIKes Husada Borneo dapat mempraktekkan ilmu yang didapatkan saat penyuluhan.
Eksplorasi preferensi mahasiswa terhadap lingkungan belajar antara Perpustakaan atau Coffee Shop (studi fenomenologis mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin) Hermawan, Dedy; Ramadhan, Muhammad Alfin; Alfitriansyah, Muhammad Noor
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 13 No. 2: Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v13i2.17637

Abstract

Fenomena meningkatnya aktivitas belajar mahasiswa di luar kampus semakin menonjol belakangan ini, terutama di kalangan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. Banyak mahasiswa memilih belajar di coffee shop dibandingkan di perpustakaan kampus karena dianggap lebih nyaman dan fleksibel. Namun, sebagian mahasiswa lainnya tetap memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar utama karena suasananya yang kondusif dan akademis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi preferensi mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin terhadap pilihan lingkungan belajar antara Perpustakaan dan coffee shop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologis Berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa preferensi mahasiswa terbagi menjadi tiga kategori utama: (1) mahasiswa yang lebih memilih belajar di perpustakaan karena ketenangan, ketersediaan sumber referensi, serta suasana akademik yang mendukung konsentrasi; (2) mahasiswa yang lebih memilih belajar di coffee shop mendukung kreativitas serta interaksi sosial; dan (3) mahasiswa yang fleksibel dan memilih tempat belajar berdasarkan konteks, seperti jenis tugas, suasana hati, dan waktu. Faktor-faktor penentu preferensi mahasiswa meliputi kenyamanan fisik, akses fasilitas pendukung, suasana sosial, kebutuhan emosional, serta persepsi terhadap produktivitas belajar. Coffee Shop lebih banyak dipilih dalam konteks tugas yang bersifat ringan, kolaboratif, atau ketika mahasiswa membutuhkan suasana yang menyegarkan. Sementara perpustakaan lebih banyak digunakan dalam konteks tugas yang menuntut fokus tinggi, literasi mendalam, dan suasana belajar yang lebih tenang. Peran dimensi psikososial dalam pemilihan ruang belajar, di mana suasana hati, motivasi internal, dan persepsi terhadap keberadaan sosial menjadi faktor yang turut memengaruhi efektivitas belajar mahasiswa.
Perilaku Membaca dan Preferensi Buku Cetak sebagai Media SelfHealing di STIE Ciputra Makassar Muhammad Alfin Ramadhan; Nuriah Hasibuan; Dedy Hermawan; Andi Nur Khofifah Maghfirah M.
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena perilaku membaca civitas academica STIE Ciputra Makassar yang mempertahankan preferensi buku cetak di era digital. Studi ini secara khusus menganalisis pergeseran motivasi membaca dan peran buku fisik sebagai media pemenuhan kebutuhan psikologis (self-healing) di tengah ekosistem kampus yang terdigitalisasi. Penelitian kualitatif ini menerapkan desain studi kasus untuk memahami konteks kehidupan nyata secara mendalam. Tujuh partisipan yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan staf dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Thematic Analysis berbantuan perangkat lunak NVivo untuk proses koding dan kategorisasi tema. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama. Pertama, motivasi membaca didominasi oleh kebutuhan psikologis untuk meredakan stres dan kecemasan (overthinking), yang sering kali dilakukan sebagai ritual malam hari (nocturnal bibliotherapy). Kedua, ditemukan resistensi mutlak (100%) terhadap format e-book yang didorong oleh tuntutan pengalaman sensori (embodied reading) dan keinginan untuk jeda dari layar (sensory break). Ketiga, pola penemuan informasi bersifat hibrida, di mana algoritma media sosial (TikTok/Instagram) berfungsi memicu minat baca (digital discovery), namun konsumsi akhir tetap dilakukan secara fisik di perpustakaan (analogue consumption). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa buku cetak berfungsi vital sebagai jangkar emosional (emotional anchor) bagi kesejahteraan mental mahasiswa (student well-being), bukan sekadar media informasi. Perpustakaan disarankan untuk mengadopsi kebijakan pengembangan koleksi yang humanis serta strategi promosi omnichannel yang mengintegrasikan tren konten digital dengan pengalaman fisik di ruang perpustakaan.