Hendri Purnama Sari
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Historis, Problematika, Dan Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Di Singapura Hendri Purnama Sari; Else Meina; Sepriyansyah Sepriyansyah; Dian Erlina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5573

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif dimensi historis, problematika sistemik, dan mekanisme penyelenggaraan pendidikan di Singapura melalui pendekatan studi kepustakaan yang mengintegrasikan perspektif historis, sosiologis, dan kebijakan publik. Transformasi sistem pendidikan Singapura dari era kolonial hingga kontemporer mengungkapkan trajectory evolusioner yang dikarakterisasi oleh transisi paradigmatik dari survival-driven phase menuju holistic education phase yang menekankan pembelajaran seumur hidup. Periodisasi historis menunjukkan bahwa sistem pendidikan Singapura berkembang melalui lima fase distingtif yang mencerminkan responsivitas adaptif terhadap dinamika sosial-ekonomi global, dimulai dari fase survival yang menekankan literasi massal dan nation-building, berlanjut ke economy-driven phase yang mengintegrasikan pendidikan dengan industrialisasi, kemudian ability-driven phase yang mengintroduksi diferensiasi berdasar kemampuan individual, dilanjutkan holistic education phase yang mempromosikan pengembangan komprehensif peserta didik, hingga fase terkini Learn for Life yang mengkonstruksi pembelajaran sebagai proses berkelanjutan melampaui pencapaian akademik semata. Meskipun menduduki ranking teratas dalam asesmen internasional seperti PISA dan TIMSS, sistem pendidikan Singapura menghadapi paradoks fundamental antara rigour akademik dengan kesejahteraan psikologis siswa, serta persistensi kesenjangan struktural yang dieksaserbasi oleh shadow education. Proliferasi industri les privat menciptakan stratifikasi baru yang mengkompromikan prinsip ekuitas, dimana siswa dari keluarga berpenghasilan tinggi memiliki akses superior terhadap sumber daya pembelajaran supplementary. Mekanisme penyelenggaraan pendidikan yang diorganisasikan melalui hubungan tripartit Ministry of Education, National Institute of Education, dan sekolah memfasilitasi reformasi progresif seperti Full Subject-Based Banding yang menggantikan sistem streaming tradisional, serta investasi masif mencapai 20% anggaran pemerintah yang merefleksikan komitmen nasional terhadap human capital development.Komparasi dengan Indonesia mengindikasikan perbedaan fundamental dimana Singapura berfokus pada refinement sistem established dengan tantangan mitigasi stratifikasi dari shadow education, sedangkan Indonesia bergulat dengan disparitas kualitas pendidikan dasar, variasi signifikan pendekatan pembelajaran antara wilayah urban-rural, dan fragmentasi implementasi kebijakan akibat desentralisasi yang belum optimal. Temuan penelitian berkontribusi memperkaya diskursus pendidikan komparatif dan memberikan implikasi praktis bahwa adopsi best practices memerlukan kontekstualisasi lokal serta komitmen berkelanjutan melampaui siklus politik untuk mencapai transformasi pendidikan bermakna.
Pendidikan Akhlak Anak SD Dalam Perspektif Surah Al-Ahzab Ayat 21 Kajian Tafsir Al-Misbah Hendri Purnama Sari; Tati Lasmita; Abdur Razzaq; Kristina Imron
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak anak sekolah dasar dalam perspektif Surah Al-Ahzab ayat 21 melalui kajian Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Krisis moral yang melanda generasi muda menunjukkan urgensi penguatan pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, menganalisis Tafsir Al-Misbah sebagai sumber data primer dan literatur pendidikan Islam serta psikologi perkembangan anak sebagai sumber sekunder. Teknik analisis data menggunakan content analysis dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep uswatun hasanah dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 merupakan metode fundamental dalam pendidikan akhlak yang mencakup keteladanan Rasulullah dalam seluruh dimensi kehidupan. Quraish Shihab menjelaskan tiga syarat spiritual dalam meneladani, yaitu mengharapkan rahmat Allah, mengharapkan hari akhir, dan banyak mengingat Allah. Konsep ini sangat relevan dengan karakteristik perkembangan kognitif, moral, dan sosial-emosional anak usia sekolah dasar yang lebih efektif belajar melalui pengamatan dan peniruan. Implementasi pendidikan akhlak berbasis keteladanan memerlukan strategi komprehensif meliputi peningkatan kompetensi guru sebagai teladan, pengintegrasian nilai akhlak dalam seluruh pembelajaran, dan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menghasilkan generasi berakhlak mulia.
Pengaruh Interaksi Parasosial Dengan Influencer Islami Terhadap Perilaku Belajar Siswa: Perspektif Manajemen Pendidikan Islam Hendri Purnama Sari; Tati Lasmita; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi parasosial dengan influencer Islami terhadap perilaku belajar siswa dalam konteks pendidikan Islam. Interaksi parasosial merujuk pada hubungan satu arah yang terjadi antara siswa dan figur publik, dalam hal ini influencer Islami, melalui media sosial. Influencer Islami memainkan peran penting dalam membentuk motivasi belajar, karakter, dan pengetahuan siswa melalui konten edukatif yang mereka bagikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana data diperoleh melalui wawancara mendalam dan kuesioner yang disebarkan kepada siswa yang mengikuti influencer Islami di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi parasosial dengan influencer Islami berpengaruh positif terhadap perilaku belajar siswa. Siswa yang mengikuti influencer Islami cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi, meningkatkan disiplin dalam mengatur waktu belajar, serta lebih terbuka terhadap metode pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, influencer Islami juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai Islami seperti disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran, yang turut membentuk karakter siswa. Konten Islami yang disampaikan oleh influencer juga membantu siswa memperluas pengetahuan agama mereka dan melihat pendidikan sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang lebih besar. Namun, terdapat tantangan dalam mengelola pengaruh ini, terutama terkait dengan kualitas konten yang tidak selalu sesuai dengan ajaran Islam yang benar dan potensi distraksi dari konten lain yang tidak relevan. Untuk memaksimalkan dampak positif, manajemen pendidikan Islam perlu mengembangkan kebijakan yang mendukung penggunaan media sosial secara bijak, serta meningkatkan literasi digital siswa dan orang tua agar dapat memilih konten yang bermanfaat.
Persepsi Guru Dan Orang Tua Terhadap Program Mbg Setelah Muncul Kasus Keracunan:Kajian Qs. Anfal Ayat 27 Dan Qs. Al Maidah Ayat 32 Tati Lasmita; Hendri Purnama Sari; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6401

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Namun, munculnya kasus keracunan pada pelaksanaan awal program ini menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat, termasuk guru dan orang tua. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk persepsi dari sikap guru serta orang tua terhadap keberlanjutan program MBG setelah kasus tersebut, dengan menggunakan pendekatan studi literatur (library research). Kajian ini menyoroti nilai-nilai amanah, tanggung jawab, dan kehati-hatian dalam kebijakan publik melalui perspektif QS. Al-Anfal ayat 27 dan QS. Al-Maidah ayat 32. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi guru dan orang tua tetap tinggi terhadap tujuan program MBG, namun terdapat dorongan kuat untuk memperketat sistem pengawasan, uji kelayakan pangan, dan evaluasi rantai distribusi. Nilai-nilai Islam dalam dua ayat tersebut memberikan dasar etis bahwa amanah dan perlindungan jiwa merupakan prinsip utama dalam setiap kebijakan publik, termasuk dalam pelaksanaan program MBG di lingkungan pendidikan.