Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana generasi muda memainkan peran sebagai agen epistemik dalam menjaga, mengadaptasi, dan merevitalisasi nilai-nilai adat di tengah dinamika modernitas. Berangkat dari kajian filsafat budaya, filsafat moral, dan teori sosial kontemporer, penelitian ini menelaah hubungan antara tradisi, modernitas, dan konstruksi identitas generasi muda sebagai bagian dari proses pembentukan pengetahuan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelusuran sistematis terhadap buku, artikel ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi akademik yang relevan. Analisis dilakukan melalui proses reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi tematik untuk mengidentifikasi pola pemikiran filosofis dan temuan empiris terkait adaptasi nilai tradisional oleh generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai adat tidak bersifat statis, melainkan terus diperbarui melalui mekanisme reflektif yang dijalankan oleh generasi muda. Dalam perspektif epistemologi dan teori strukturisasi, generasi muda mampu menafsirkan kembali tradisi melalui kreativitas, penalaran kritis, dan pengalaman sosial. Modernitas serta perkembangan teknologi digital tidak menghilangkan tradisi, tetapi justru membuka ruang bagi rekonstruksi nilai yang lebih adaptif. Media digital menjadi sarana penting bagi generasi muda untuk memproduksi pengetahuan baru tentang adat melalui praktik representasi budaya, produksi konten kreatif, serta revitalisasi simbol-simbol adat dalam bentuk visual dan naratif kontemporer. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi muda berperan sebagai jembatan nilai antara masa lalu dan masa kini, serta berkontribusi pada keberlanjutan martabat adat dalam masyarakat modern.