Mutiara Kasih
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mutiara Kasih, Khairunnas Jamal, Mochammad Novendri Mutiara Kasih; Khairunnas Jamal; Mochammad Novendri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6548

Abstract

Artikel ini membahas tafsir keadilan sosial dalam Fī Ẓilāl al-Qur’ān karya Sayyid Qutb dengan menggunakan pendekatan adabi ijtima‘i, yang memadukan keindahan bahasa Al-Qur’an dengan kesadaran sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), serta analisis tekstual dan kontekstual untuk menelaah hubungan antara tafsir Qutb dan realitas kolonialisme Mesir pada abad ke-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pribadi Qutb, kondisi kolonial Mesir, dan interaksi dengan budaya Barat membentuk tafsirnya yang kritis terhadap ketidak adilan politik, diskriminasi hukum, tirani penguasa, dan sekularisme Barat. QS. An-Nisā’ [4]:58 menjadi fondasi utama dalam menegaskan prinsip amanat, keadilan, dan tanggung jawab moral yang bersifat universal. Pendekatan adabi ijtima‘i memungkinkan bahasa Al-Qur’an menjadi sarana membangkitkan kesadaran kolektif, motivasi etis, dan kepedulian sosial, sehingga tafsir Qutb relevan untuk membaca problem ketidakadilan historis maupun kontemporer. Artikel ini menyimpulkan bahwa tafsir Qutb tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga aplikatif, menegaskan peran Al-Qur’an sebagai pedoman untuk menegakkan keadilan, menolak penindasan, dan membangun masyarakat yang adil, beradab, dan bertanggung jawab.
Penguatan Konsep ‘Iddah Prespektif Hadits Subai’ah Al-Aslamiyah R.A. Di Era Digital Mutiara Kasih; Luqmanul Hakim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6986

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi konsep iddah di era digital, khususnya bagi wanita hamil yang ditinggal wafat suaminya. Fokus utamanya adalah analisis mendalam terhadap hadis Subai’ah al-Aslamiyyah R.A. dan tafsir Al-Qur’an Surah At-Talaq [65]:4. Iddah, sebagai masa tunggu yang ditetapkan syariat, tidak hanya berfungsi untuk memastikan kebersihan rahim, tetapi juga memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berintrospeksi dan menata kembali kehidupannya setelah perceraian atau kematian pasangan. Meskipun sering dianggap sebagai aturan klasik, iddah memiliki hikmah sosial, psikologis, dan biologis yang krusial, bahkan di tengah dinamika masyarakat modern yang serba cepat. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) digunakan dalam studi ini. Sumber data primer meliputi hadis Subai’ah dan QS. At-Talaq [65]:4, sementara sumber sekunder mencakup kitab-kitab syarah hadis, tafsir, fiqih, serta jurnal-jurnal dan artikel relevan. Analisis data dilakukan melalui pendekatan normatif-teologis untuk menggali makna hukum dan nilai syariat, serta pendekatan interdisipliner untuk menghubungkan ajaran Islam dengan aspek medis, sosial, dan psikologis kontemporer. Hasil penelitian secara tegas menunjukkan bahwa iddah wanita hamil yang suaminya wafat berakhir dengan proses melahirkan kandungannya, sebuah penetapan hukum yang didukung oleh hadis dan ayat Al-Qur'an serta disepakati mayoritas ulama. Secara medis, masa nifas pascamelahirkan sejalan dengan kebutuhan pemulihan fisik dan stabilitas emosional ibu. Di era digital, konsep iddah berperan sebagai mekanisme perlindungan bagi perempuan dari potensi eksploitasi emosional atau keputusan tergesa-gesa. Dengan demikian, iddah tidak sekadar aturan, melainkan bentuk perlindungan syar’i yang holistik, menjaga kejelasan garis keturunan, kehormatan pernikahan, serta memberikan waktu berduka dan kesempatan untuk memulai lembaran baru dengan pertimbangan matang.