Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Motivasi Kepemimpinan Pendidikan Islam Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Tebing Tinggi Muhammad Al Khawarizmi Harahap; Abdul Rozaq
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7133

Abstract

Motivasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan kepemimpinan pendidikan Islam. Kepala madrasah tidak hanya berperan sebagai pengelola lembaga, tetapi juga sebagai motivator yang mampu menggerakkan seluruh warga madrasah untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi kepemimpinan pendidikan Islam yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik, motivasi dan afek, serta pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam kepemimpinan pendidikan Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru mata pelajaran, dan tenaga kependidikan,. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan motivasi intrinsik melalui keteladanan, penanaman nilai keikhlasan, dan tanggung jawab sebagai ibadah. Motivasi ekstrinsik diterapkan melalui pemberian penghargaan, penguatan disiplin, dan pembagian tugas yang proporsional. Selain itu, pengelolaan aspek afektif serta pemenuhan kebutuhan dasar warga madrasah berkontribusi dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif dan meningkatkan kinerja guru serta tenaga kependidikan
Analisis Analisis Penyebab Degradasi Akhlak Remaja Akibat Penggunaan Media Sosial Menurut Albert Bandura Muhammad Nafiz Ihsan; Abdul Rozaq
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.4979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan degradasi akhlak remaja akibat penggunaan media sosial, serta mengkaji bagaimana mekanisme perubahan perilaku mereka melalui teori Bandura. Selain itu, penelitian ini juga akan menguraikan proses pembentukan perilaku negatif yang terjadi melalui konsep modeling, di mana remaja meniru perilaku yang sering mereka lihat di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) untuk mengkaji bagaimana konten di media sosial dapat memengaruhi akhlak remaja. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap berbagai video serta dokumentasi berupa interaksi pengguna media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran yang signifikan dalam mendorong degradasi akhlak remaja. Melalui paparan konten negatif seperti gaya hidup hedonis, bahasa gaul yang tidak sopan, standarisasi sosial, hingga idolatisasi selebriti, remaja secara perlahan mengadopsi pola pikir dan perilaku yang menyimpang dari nilai moral yang seharusnya. Melalui Proses modeling remaja mudah meniru perilaku yang mereka lihat di media sosial, terlebih jika perilaku tersebut mendapatkan penguatan positif seperti pujian, perhatian, dan popularitas. Oleh karena itu, diperlukan edukasi digital dan pengawasan yang lebih baik agar remaja dapat memfilter apa yang mereka konsumsi di medial sosial agar dapat menggunakan media sosial dengan lebih bijak dan tetap berpegang pada nilai moral yang baik.
Narrative Construction of Anti-Bullying School Culture through LPKRA Implementation Anas Rohman; Kholfan Zubair Taqo Sidqi; Erry Nurdianzah; Alex Yusron Al Mufti; Abdul Rozaq; Khalimatus Sadiyah
International Journal of Educational Narratives Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijen.v4i1.3484

Abstract

Background: Bullying remains a pervasive form of school violence that severely compromises students' psychological, social, and academic development. To mitigate this, educational institutions are increasingly adopting child protection frameworks. A primary initiative in this domain is the Child-Friendly Special Protection Institution (LPKRA) standards, which emphasize policies and pedagogical practices that prioritize the safety and well-being of the child. Purpose: This study aims to delineate the operational model of junior high schools (SMP) that meet LPKRA standards and to analyze the implementation of LPKRA-based anti-bullying education within Semarang City. Method: This research employs a qualitative descriptive approach. Data were gathered through observations, interviews, and documentation involving school principals, teachers, guidance counselors, and students across several junior high schools that have institutionalized LPKRA standards. The data analysis followed the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. Results: The findings indicate that schools adhering to LPKRA standards in Semarang have significantly improved governance by embedding child protection into their core institutional framework. These schools have established formal protection units, enacted anti-violence policies, and developed systematic reporting mechanisms. Anti-bullying education is strategically integrated through school policy, classroom curricula, socialization programs, and active parental involvement. Furthermore, case management utilizes restorative and educational approaches that prioritize the “best interests of the child” principle. Conclusion: The implementation of LPKRA standards effectively fosters a safer, more supportive school environment. While the framework facilitates early detection and resolution of bullying, challenges regarding human resource limitations and program sustainability persist.