Suhaimi Erfiranda
Universitas Medan Area, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMAN 2 Yayasan Soposurung Balige: Gambaran Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMAN 2 Yayasan Soposurung Balige Suaidah Lubis Suaidah; Dotor Hartaty Silaban; Iqbal Maulana Hasibuan Hasibuan; Nadya Bella Aritonang; Suhaimi Erfiranda; Rifa Mulyani; Rohimatun Fadilah Munte
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas serta gambaran tingkat kesejahteraan subjektif pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kesejahteraan subjektif merupakan evaluasi individu terhadap kepuasan hidup serta pengalaman afek positif dan afek negatif dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji kesejahteraan subjektif pada remaja, kajian yang secara khusus menggambarkan kesejahteraan subjektif siswa SMA dalam konteks lingkungan sekolah lokal masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa SMA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui skala kesejahteraan subjektif yang disusun berdasarkan teori Diener. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan indeks daya beda atau rentang 0,311-0,836. Kemudian untuk reliabilitas skala kesejahteraan subjektif itu sendiri diketahui bahwa nilai reliabilitas memiliki nilai reliabel yaitu 0,753. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa rata-rata kesejahteraan subjektif pada siswa berada pada kategori sedang. Sebanyak 77,78% siswa berada pada kategori sedang, 14,81% pada kategori tinggi, dan 7,41% pada kategori rendah. Temuan ini penting sebagai dasar bagi pihak sekolah, khususnya layanan bimbingan dan konseling, agar dapat memaksimalkan dalam merancang program pendampingan psikologis dan penguatan kesehatan mental siswa.
Motherhood pada Remaja yang Hamil di Luar Nikah Samsul Bahri; Hurriyatuddaraini Hurriyatuddaraini; Marzatillah Zuhra; Zikrina Sari; Nadya Bella Aritonang; Suhaimi Erfiranda; Risydah Fadilah; Suaidah Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena kehamilan di luar nikah pada masa remaja yang cenderung mengalami peningkatan serta menimbulkan dampak psikologis, sosial, dan pendidikan yang signifikan, khususnya bagi remaja perempuan. Penolakan sosial, stigma masyarakat, tekanan dari keluarga, serta keterbatasan pengetahuan mengenai kesiapan psikologis sering kali menjadi faktor pemicu munculnya stres pada remaja yang mengalami kondisi tersebut. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara penerimaan sosial dan tingkat stres pada remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah berdasarkan pengalaman subjektif yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan sosial memiliki peran penting dalam memengaruhi tingkat stres pada remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah. Remaja yang memperoleh penerimaan dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sosial cenderung mampu mengelola stres dengan lebih baik, sedangkan remaja yang mengalami penolakan sosial menunjukkan tingkat stres yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam menjaga kondisi psikologis remaja yang menghadapi kehamilan di luar nikah. Oleh karena itu, penguatan penerimaan dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sosial diperlukan sebagai upaya preventif dan intervensi untuk menurunkan tingkat stres pada remaja.