Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena kehamilan di luar nikah pada masa remaja yang cenderung mengalami peningkatan serta menimbulkan dampak psikologis, sosial, dan pendidikan yang signifikan, khususnya bagi remaja perempuan. Penolakan sosial, stigma masyarakat, tekanan dari keluarga, serta keterbatasan pengetahuan mengenai kesiapan psikologis sering kali menjadi faktor pemicu munculnya stres pada remaja yang mengalami kondisi tersebut. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara penerimaan sosial dan tingkat stres pada remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah berdasarkan pengalaman subjektif yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan sosial memiliki peran penting dalam memengaruhi tingkat stres pada remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah. Remaja yang memperoleh penerimaan dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sosial cenderung mampu mengelola stres dengan lebih baik, sedangkan remaja yang mengalami penolakan sosial menunjukkan tingkat stres yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam menjaga kondisi psikologis remaja yang menghadapi kehamilan di luar nikah. Oleh karena itu, penguatan penerimaan dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sosial diperlukan sebagai upaya preventif dan intervensi untuk menurunkan tingkat stres pada remaja.
Copyrights © 2026