Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris tentang Jenis-Jenis Pekerjaan di Kelas III SD Tri Bakti Medan Marelan Derliana Hasibuan; Dharyana Suryadijaya; Harry Sambayu; Moraida Hasanah; Intan Zahar; Fynnisa Z; Simon Petrus Hamonangan Simorangkir; Junaidi Siahaan
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e4nctf57

Abstract

Pembelajaran kosakata Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus menantang. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menguasai kosakata melalui pendekatan pembelajaran kreatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat daya ingat kosakata, dan mendorong partisipasi aktif di kelas. Guru juga dapat menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan interaktif meskipun terdapat keterbatasan sarana. Dengan demikian, pembelajaran kosakata dapat dijadikan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan di sekolah dasar
Identtifikasi dan Penanganan Risiko K3 pada Proyek Jalan Kabupaten KotaIdenttifikasi dan Penanganan Risiko K3 pada Proyek Jalan Kabupaten Kota Junaidi Siahaan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5353

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan kegiatan yang wajib ada dalam pekerjaan konstruksi termasuk pada proyek jalan lingkungan yang dikerjakan oleh pemerintah ataupun pihak swasta dengan sumber anggaran kecil ataupun besar. Hal ini karena setiap pekerjaan konstruksi memiliki potensi risiko kecelakaan yang harus mendapat perhatian serius. Sasaran pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penerapan perlengkapan K3 yang telah direncanakan dalam dokumen kontrak, khususnya Rencana Anggaran Biaya (RAB) terhadap regulasi K3 yang berlaku, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlengkapan K3 pada Proyek Peningkatan Jalan Menteng XA di kota Palangka Raya tahun 2024 telah memenuhi ketentuan dasar, namun masih ada perlengkapan yang perlu ditambahkan sesuai ketentuan regulasi k3 seperti masker dan kacamata pelindung yang memiliki fungsi mengantipasi paparan bahan kimia, debu dan asap.Dalam penelitian ini diteliti mengenai risiko pada proyek pelebaran jalan ini. Adapun metoda yang digunakan dalam menghitung risiko yang kemungkinan terjadi pada penelilitian ini adalah metoda Hirac Langkah awal adalah mengidentifikasi risiko K3 yang mungkin terjadi pada proyek Pelebaran Jalan melalui sumber-sumber risiko mulai dari awal hingga akhir proyek berlangsung. Identifikasi dilakukan dengan melalui wawancara dan penyebaran kuisioner kepada proyek manager dan site manager untuk memberikan opini mengenai risiko dan memberikan penilaian berupa peluang dan dampak risiko tersebut dengan menggunakan skala likert. Penilaian ini dilakukan oleh orang yang kompeten dan berpengalaman dalam pelaksanaan proyek tersebut.Dari hasil identifikasi risiko dan penilaian risiko diketahui 53 buah risiko-risiko yang timbul pada saat pelaksanaan proyek tersebut. Dari total tersebut yang termasuk risiko Tingkat Ekstrim sebanyak 28,3 persen atau 15 buah. Risiko tinggi sebanyak 37,7 persen atau 20 buhah dan risiko moderate sebanyak 33 persen atau 18 buah. Diketahui risiko dengan dampak tinggi adalah risiko pada pekerjaan pemasangan box culvert, pada pekerjaan pengaspalan yaitu terkena material aspal panas, pemasangan pondas tiang lampu, yaitu risiko tertabrak lalu lintas dan risiko lain yang memberikan dampak yang lebih kecil seperti terpeleset, jatuh dari ketinggian, keracunan makanan, dan lain-lain..
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN TABAYANG DI KOTA TANJUNGBALAI MENGGUNAKAN METODE MOMEN INERSIA Junaidi Siahaan; Adhyaksa Dealova Lubis; Rahmat Hidayat Samosir; Abdul Wahid Syabana
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6843

Abstract

Abstract: Structural analysis research on the Tabayang Bridge in TANJUNG BALAI City, North Sumatra. To determine the structural resistance of the Tabayang Bridge using the moment of inertia method formula,  The research on the resistance of the Tabayang Bridge, which has a total length of 600 m, the beam is divided into three cross-sectional segments (top, middle, web, and bottom with the following provisions): Upper flange (Concrete Plate): Width ????1 = 120 cm, Thickness ℎ1 = 20 cm. Web (Beam Web): Thickness ????2 = 15 cm, Height ℎ2 = 140 cm. Lower flange (Bottom Load): Width ????3 = 50 cm, Height ℎ3 = 30 cm. The results of the study indicate that the maximum bending stress that occurs (11.40 MPa) is smaller than the allowable compressive strength of the concrete (σ_permit = 15 MPa), so the Tabayang Bridge girder cross-section is declared SAFE against the planned bending load. The moment of inertia is a crucial parameter in bridge structural strength analysis because it determines the cross-section's ability to withstand bending forces and control deflection. The greater the moment of inertia, the greater the structural stiffness and the smaller the stress and deflection caused by loading. Therefore, calculating the moment of inertia is a key step in the planning and safety evaluation of bridge structures, ensuring that the resulting structure meets the strength, stiffness, and safety requirements of civil engineering standards. Keywords: Analysis of the durability of the Tabayang Bridge using the moment of inertia method  Abstrak: Penelitian analisa struktur Jembatan Tabayang di Kota TANJUNG BALAI Sumatra Utara ,Untuk mengetahui ketahanan struktur pada jembatan tabayang yang menggunakan rumus metode momen inersia, Penelitian ketahanan jembatan tabayang yang memiliki panjang total 600 m balok tersebut dibagi menjadi 3 segmen penampang (atas,tengah,web dan bawah dengan ketentuan), Flens atas (Plat Beton) : Lebar ????1 = 120 cm, Tebal ℎ1 = 20 cm. Web (Badan Balok) : Tebal ????2 = 15 cm, Tinggi ℎ2 = 140 cm Flens bawah (Beban Bawah) : Lebar ????3 = 50 cm, Tinggi ℎ3 = 30 cm. Hasil dari penelitian tersebut pada tegangan lentur maksimum yang terjadi (11.40 MPa) lebih kecil dari kuat tekan izin beton (σ_izin = 15Mpa), maka penampang gelagar Jembatan Tabayang dinyatakan AMAN terhadap beban lentur yang direncanakan. Momen inersia merupakan parameter penting dalam analisis kekuatan struktur jembatan karena menentukan kemampuan penampang dalam menahan gaya lentur dan mengendalikan lendutan. Semakin besar nilai momen inersia, semakin tinggi kekakuan struktur dan semakin kecil tegangan serta lendutan yang terjadi akibat pembebanan. Oleh karena itu, perhitungan momen inersia menjadi salah satu tahapan utama dalam perencanaan dan evaluasi keamanan struktur jembatan, sehingga konstruksi yang dihasilkan memenuhi persyaratan kekuatan, kekakuan, dan keselamatan sesuai standar teknik sipil. Kata Kunci: Analisis ketahanan Jembatan Tabayang Metode momen inersia.