Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Siswa di SD Muhammadiyah 24 Jakarta Muh Agung S; Ella Nurlaella Hadi; Rohman Daka; Mufti As Siddiq M. Irzal; Erwin Gunawan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.38591

Abstract

Anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan gigi seperti gigi berlubang dan bau mulut, yang dapat mengganggu fungsi gigi dan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak promosi kesehatan menggunakan poster terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak di SD Muhammadiyah 24 Jakarta pada tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental satu kelompok pre-post-test dengan 42 anak berusia 10-11 tahun dari kelas 5A dan 5B. Metode ceramah dengan poster digunakan sebagai intervensi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test dan dianalisis menggunakan uji-t dependen. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 60 sebelum intervensi menjadi 79,05 setelah intervensi. Peningkatan yang signifikan secara statistik diamati (p-value = 0,005), yang menunjukkan efektivitas intervensi. Kesimpulan: Penggunaan ceramah dan poster secara signifikan meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang kesehatan gigi dan mulut. Strategi ini dianggap efektif untuk mempromosikan pengetahuan kesehatan gigi yang lebih baik di kalangan anak-anak Kata Kunci: Anak-anak, ceramah, kesehatan gigi dan mulut, pengetahuan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas Pada Remaja di Indonesia (Literatur Review) Rohman Daka; Evi Martha; Luh Putu Ari Dewiyanti; Eka Habina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40021

Abstract

Obesitas pada remaja telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Berbagai faktor seperti pola makan, aktivitas fisik, pengetahuan gizi, dan gaya hidup berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja di Indonesia berdasarkan literatur yang ada. Penelitin menngunakan metode literaur review dengan pencarian pada basis data akademik seperti PubMed, IEEE Xplore, ScienceDirect , dan Google Scholar didapatkan didapatkan 62 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi antara tahun 2016 hingga 2024 sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2024. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti konsumsi makanan cepat saji, rendahnya aktivitas fisik, kebiasaan sedentari, dan kurangnya pengetahuan gizi memiliki hubungan signifikan dengan kejadian obesitas pada remaja. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berbasis sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pola makan sehat dan pentingnya aktivitas fisik. Saran bagi para pemangku kebijakan adalah merancang program pencegahan obesitas yang komprehensif bagi remaja di Indonesia. Keywords: Obesitas, Remaja, Indonesia, Faktor Risiko, Tinjauan Literatur
Memutus Siklus Stunting–Tbc: Strategi Menuju Generasi Emas 2045 Yasyfa Mutiara; Fathimah Sulistyowati Sigit; Rohman Daka; Evi Martha
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52708

Abstract

Stunting dan tuberkulosis (TBC) merupakan dua masalah kesehatan yang saling terkait lewat siklus gizi‑infeksi yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan produktivitas nasional. Studi ini meneliti data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 untuk menemukan celah kebijakan dan peluang menggabungkan intervensi stunting‑TBC. Studi ini memakai desain potong lintang dan mencakup sekitar 345.000 rumah tangga menggunakan analisis deskriptif, analisis spasial, dan regresi logistik. Hasilnya menunjukkan prevalensi stunting pada balita sebesar, 21,5% dan TBC sebesar 1,7%, terutama pada rumah tangga berpendidikan rendah, berstatus sosial ekonomi rendah, dan tinggal di pedesaan. Rendahnya cakupan imunisasi (74,1%), akses sanitasi aman (9,3%), dan konsumsi vitamin A (85,2%) memperburuk beban ganda tersebut. Keterpisahan kebijakan penurunan stunting dan pengendalian TBC menyebabkan inefisiensi program. Diperlukan penguatan layanan primer melalui skrining terpadu di Posyandu dan Puskesmas, pemanfaatan data SSGI dan SITT untuk penentuan prioritas, serta intervensi berbasis keadilan sosial guna mempercepat eliminasi TBC tahun 2030 dan penurunan stunting hingga 14,2% pada 2029 menuju Generasi Emas Indonesia 2045.Kata Kunci: stunting; tuberkulosis; siklus gizi-infeksi; kebijakan kesehatan; Generasi Emas 2045
The Impact of E-cigarette Promotion by Influencers on Instagram, TikTok, and YouTube on Vaping Behavior Among Teenagers Fitrina Windyastami Dewi; Tiara Amelia; Rohman Daka
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/283rbh80

Abstract

Social media platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube have become the main platforms for the promotion of e-cigarettes by influencers, which influences vaping behavior among adolescents. Positive content, such as “vape tricks” and gender-based marketing, reinforces the perception that vaping is safe and attractive. Objective: This study aims to analyze the impact of e-cigarette promotion by influencers on social media on vaping behavior among adolescents (aged 13-23 years) through a systematic review of the literature. Methods: A systematic review was conducted using databases such as ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar with keywords such as “e-cigarette promotion”. Inclusion criteria included English-language articles (2020-2025) discussing e-cigarette promotion by influencers on Instagram, TikTok, or YouTube. Literature selection used the PRISMA method, resulting in 10 articles from 835 initial articles after screening for duplication and eligibility criteria. Results: E-cigarette promotion was dominated by content with “vape tricks” and gender-based marketing strategies reinforcing the normalization of vaping. TikTok increased the risk of e-cigarette use, while YouTube promoted product reviews and discounts. The lack of health narratives exacerbated adolescents' knowledge gap about the risks of vaping. Conclusion: Influencer promotion of e-cigarettes on social media increases the normalization and behavior of vaping among adolescents, driven by visual content Strict regulations and social media-based educational campaigns are needed to protect adolescents from the influence of this promotion.
The Role of Wearable Technology in Enhancing Physical Activity and Supporting Health Status Improvement: A Systematic Literature Review Rohman Daka; Aprilia Rambe
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 2 No 1 (2026): : August: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/0d349f21

Abstract

Physical activity plays a crucial role in maintaining health and preventing non-communicable diseases; however, participation levels remain insufficient across different populations. The development of digital health technologies, particularly wearable devices such as fitness trackers and smartwatches, offers innovative solutions for monitoring and promoting physical activity. This study aimed to examine the role of wearable technology in enhancing physical activity and supporting health status improvement through a systematic literature review based on the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted in PubMed, Scopus, ScienceDirect, MEDLINE, and ProQuest for studies published between 2016 and 2026. Following duplicate removal, screening, and eligibility assessment using the PICO framework, 22 articles from 5,747 identified records were included in the final synthesis. The findings demonstrate that wearable technology enables objective monitoring of physical activity through indicators such as step count, activity intensity, duration, and heart rate. The reviewed studies reported improvements in physical activity awareness, motivation, self-monitoring, and health-related behaviors across children, adolescents, adults, and older adults. Wearable interventions combined with goal setting, personalized feedback, and behavioral support showed more consistent outcomes than device use alone. Wearable technology represents a promising strategy for promoting active lifestyles and improving population health outcomes.