Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mekanisme Kerja Obat Anti Diabetes Golongan Biguanid dan Sulfonilurea Tinjauan Kimia Medisinal Saeful Amin; Eka Saraswati; Dinda Ayu Dara Ilhami; Prayoga Muliadi; Yuniar Dwi Anggraeni; Andika Pratama
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44627

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit metabolik yang paling umum, ditandai oleh resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin yang menyebabkan hiperglikemia kronis. Penanganan farmakologis umumnya dilakukan melalui pemberian obat hipoglikemik oral, di antaranya yang paling sering digunakan adalah golongan biguanid dan sulfonilurea. Dalam perspektif kimia medisinal, biguanid seperti metformin bekerja terutama dengan menjghambat glukoneogenesis di hati dan meningkatkan ambilan glukosa oleh jaringan perifer tanpa menstimulasi sekresi insulin. Mekanisme ini melibatkan aktivasi jalur AMP-activated protein kinase (AMPK). Tinjauan ini juga membahas struktur molekul kedua kelas obat, keterkaitan antara struktur kimia dan aktivitas biologisnya (SAR), serta profil farmakokinetik dan potensi efek samping. Tujuan literatur memberikan pemahaman mendalam terhadap aspek kimia dan mekanisme kerja obat ini penting untuk pengembangan terapi yang lebih selektif dan minim efek samping bagi pasien diabetes. Hasil kedua golongan obat ini sama-sama efektif dalam penanganan DMT2, tetapi pemilihan terapi harus dilakukan dengan mempertimbangkan mekanisme, potensi efek samping, serta kondisi pasien secara individu untuk memberikan penanganan terbaik dan meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes.
Optimalisasi Literasi Obat melalui Program Pojok Informasi Obat pada Kader di Desa Sinagar Widiya Zulvania; Lilis Tuslinah Sadikin; Depi Yulyanti; Neng Padia Amelia; Hilmi Sutisna; Anjar Juliyana; Salsabila Cahyadiana; Eka Saraswati
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): September : Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v5i3.5411

Abstract

Low medication literacy remains one of the factors contributing to irrational drug use in the community. This condition highlights the importance of improving community knowledge, particularly among women cadres who play a role in disseminating health information within their surroundings. This activity aimed to improve women cadres’ knowledge regarding drug classification, traditional medicines, and the DAGUSIBU principles (Get, Use, Store, and Dispose of medicines properly) through the Drug Information Corner Program. The activity was conducted with 26 women cadres in Sinagar Village using an educational method involving presentations and leaflets, complemented by discussions and question-and-answer sessions to enhance participants’ understanding. Knowledge was evaluated through pre-tests and post-tests, and the data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that the mean knowledge score increased from 81.15 in the pre-test to 98.08 in the post-test, representing an increase of 20.86%. The Wilcoxon test results indicated a significant difference between the pre-test and post-test scores (p < 0.001). The Drug Information Corner Program was proven to improve women cadres’ knowledge regarding drug classification, traditional medicines, and the DAGUSIBU principles, thereby potentially supporting the improvement of medication literacy in the community.